alexametrics
22.2 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Ekonomi Nasional Membaik Pengaruhi Kepuasan Kinerja Jokowi

JAKARTA – Kenaikan kepuasan publik atas kinerja Presiden Joko Widodo dipengaruhi oleh perekonomian nasional yang terus membaik. Selain itu, membaiknya kepuasan publik tersebut berkat persepsi ekonomi nasional yang terus membaik dan keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan Covid-19.

Pernyataan itu diungkapkan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi secara virtual di Jakarta, Minggu (5/12). Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan publik mencapai 72 persen atau naik 13 persen dibandingkan tiga bulan sebelumnya yang hanya 59 persen.

Penanganan kedua isu vital tersebut tidak lepas dari kinerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto. ”Kenaikan fantastis kepuasan publik terhadap Presiden tidak bisa dilepaskan dari sosok Airlangga Hartarto,” katanya.

Baca Juga :  BRI Bentuk ”BRILinkers” dan Perkuat Layanan Inklusi Keuangan

Burhan mengatakan, Airlangga banyak melakukan terobosan kebijakan sehingga Indonesia keluar dari krisis kesehatan dan ekonomi. Berdasarkan hasil survei, 10,6 persen masyarakat sangat puas, 61,4 cukup puas, kurang puas 24,5 persen, tidak puas sama sekali 2,8 persen, dan 0,7 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

Membaiknya perekonomian nasional turut mengoreksi persepsi publik tentang pelaksanaan demokrasi dan kondisi politik nasional yang semakin meningkat. ”Jadi ekonomi betul-betul punya dampak luar biasa, menjadi determinan yang secara signifikan menjelaskan banyak hal,” jelasnya.

Survei Indikator Politik Indonesia dilaksanakan pada 2 hingga 6 November 2021 dengan melibatkan 2.020 responden. Ribuan responden itu meliputi sampel basis 1.220 dan oversample 800 yang telah memiliki hak pilih serta menggunakan metode ”multistage random sampling”.

Baca Juga :  Hidroponik Solusi Pangan Lokal

Rata-rata simpangan (”margin of error”) hasil penelitian tersebut sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (*/par)

- Advertisement -

JAKARTA – Kenaikan kepuasan publik atas kinerja Presiden Joko Widodo dipengaruhi oleh perekonomian nasional yang terus membaik. Selain itu, membaiknya kepuasan publik tersebut berkat persepsi ekonomi nasional yang terus membaik dan keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan Covid-19.

Pernyataan itu diungkapkan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi secara virtual di Jakarta, Minggu (5/12). Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan publik mencapai 72 persen atau naik 13 persen dibandingkan tiga bulan sebelumnya yang hanya 59 persen.

Penanganan kedua isu vital tersebut tidak lepas dari kinerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto. ”Kenaikan fantastis kepuasan publik terhadap Presiden tidak bisa dilepaskan dari sosok Airlangga Hartarto,” katanya.

Baca Juga :  Tuai Hasil Transformasi, Kinerja BRI Group Cemerlang

Burhan mengatakan, Airlangga banyak melakukan terobosan kebijakan sehingga Indonesia keluar dari krisis kesehatan dan ekonomi. Berdasarkan hasil survei, 10,6 persen masyarakat sangat puas, 61,4 cukup puas, kurang puas 24,5 persen, tidak puas sama sekali 2,8 persen, dan 0,7 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

Membaiknya perekonomian nasional turut mengoreksi persepsi publik tentang pelaksanaan demokrasi dan kondisi politik nasional yang semakin meningkat. ”Jadi ekonomi betul-betul punya dampak luar biasa, menjadi determinan yang secara signifikan menjelaskan banyak hal,” jelasnya.

Survei Indikator Politik Indonesia dilaksanakan pada 2 hingga 6 November 2021 dengan melibatkan 2.020 responden. Ribuan responden itu meliputi sampel basis 1.220 dan oversample 800 yang telah memiliki hak pilih serta menggunakan metode ”multistage random sampling”.

Baca Juga :  Covid-19 Renggut 54 Nyawa dalam 11 Hari

Rata-rata simpangan (”margin of error”) hasil penelitian tersebut sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (*/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/