Senin, 06 Dec 2021
Radar Madura
Home / Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis

Indonesia Kembangkan Ekonomi Hijau dan Kuatkan Iklim Investasi

04 November 2021, 18: 55: 49 WIB | editor : Abdul Basri

Indonesia Kembangkan Ekonomi Hijau dan Kuatkan Iklim Investasi

SOLID: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju mendampingi Presiden RI Joko Widodo menghadiri KTT G20 di Roma, Italia. (KEMENKO BIDANG PEREKONOMIAN FOR RadarMadura.id)

Share this      

SKOTLANDIA, Jawa Pos Radar Madura – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Roma, Italia. Setelah itu, dia didampingi sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, termasuk Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menghadiri rangkaian acara High Level Segment KTT COP26. Acara tersebut digelar di Glasgow, Skotlandia, pada 1–2 November.

Pada rangkaian kegiatan KTT COP26 tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan national statement dan berpartisipasi pada acara Forest and Land Use Summit. Airlangga Hartarto juga turut menghadiri beberapa agenda pertemuan yang dihadiri Presiden Jokowi.

Kegiatan tersebut diawali agenda CEO Roundtable Forum untuk menguatkan kemitraan bisnis dan investasi dengan Inggris di sektor-sektor prioritas. Hal ini sejalan dengan kepentingan Indonesia pada COP26. Forum itu dihadiri sejumlah pimpinan dan wakil perusahaan investor multinasional Inggris. Misalnya seperti British Petroleum (BP), Nova Innovation, Jardines, Mars, Standard Chartered, Orbital Marine dan Citibank, dengan total potensi deliverables senilai US$ 9,29 miliar.

Baca juga: Manfaat Employee Benefit yang Mudah Diterapkan Dalam Bisnis Anda

Dalam pertemuan itu juga telah ditandatangani kesepakatan kerja sama antara Pertamina dengan ExxonMobil. Kerja sama itu dalam rangka pengembangan teknologi Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS).

Saat Presiden Jokowi bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson, dilakukan pembahasan upaya mendorong kerja sama yang lebih erat di bidang riset dan pelatihan sektor kesehatan. Presiden Jokowi juga mendorong agar Inggris dapat meningkatkan kerja sama dalam upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Misalnya, penguatan perdagangan melalui forum mekanisme komite yang sudah terbentuk. Termasuk, mengundang lebih banyak investasi Inggris di Indonesia. Khususnya di beberapa sektor prioritas, seperti manufaktur, otomotif, farmasi dan kesehatan.

Ketika bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, delegasi pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi atas bantuan pemerintah AS dalam penanganan Covid-19. Sebab, pemerintah AS telah mengirimkan vaksin, ventilator serta obat-obatan therapeutic.

Presiden Jokowi juga menyampaikan pentingnya memperkuat kerja sama ekonomi. Terutama potensi pengembangan ekonomi hijau. Hal itu sejalan dengan langkah PEN dan penguatan iklim investasi melalui reformasi struktural serta UU Cipta Kerja.

”Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi berharap pemerintah AS dapat meningkatkan investasinya di Indonesia. Harus siap menjadi bagian dari rantai pasok produk utama. Misalnya untuk material bagi kendaraan ramah lingkungan atau mobil listrik,” tutur Airlangga.

Di bidang perubahan iklim, sambung Airlangga, kedua negara sepakat berkomitmen kuat dalam pengurangan emisi karbon melalui komitmen Nationally Determined Contribution (NDC). Apalagi, Indonesia merupakan salah satu negara terdepan dalam penanganan kebakaran hutan, penurunan tingkat deforestasi dan restorasi hutan bakau.

”Langkah dan komitmen Indonesia sebagaimana yang dirangkum dalam NDC juga menyasar sektor energi dan sektor terkait lainnya. Kedua presiden sepakat meningkatkan kerja sama yang lebih erat. Terutama dalam masa Presidensi G20 Indonesia yang mendorong kerja sama digital, transisi energi, dan keuangan inklusif. Khususnya bagi UMKM dan kelompok rentan lainnya,” papar Airlangga.

Di sela-sela agenda kegiatan yang cukup padat, Presiden Jokowi dalam kesempatan terpisah juga telah bertemu dengan kepala negara/pemerintah lainnya. Misalnya seperti PM Slovenia dan PM Palestina. Termasuk beberapa perusahaan lainnya seperti Amazon dan Microsoft.

Rombongan Menteri Kabinet Indonesia Maju juga berkesempatan mengunjungi Paviliun Indonesia yang didirikan untuk kegiatan outreach capaian Indonesia di bidang penanganan perubahan iklim. Kegiatan Paviliun diisi oleh sejumlah wakil dari kementerian/lembaga. Termasuk beberapa kalangan BUMN, perusahaan nasional dan civil society yang turut bergerak di bidang lingkungan dan biodiversitas.

Selain Airlangga Hartarto, pertemuan tersebut dihadiri Menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya. Misalnya Menko Marinves, Menteri LHK, Menlu, Menkeu, Menteri BUMN, Menteri PUPR, Seskab, dan dari pihak swasta yaitu ketua kadin.

(mr/yan/luq/bas/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia