
Oleh Moh. Subhan*
PERNAH mendengar Kotak Infak Nahdlatul Ulama atau Koin NU? Lima ratus rupiah, seribu rupiah, dikumpulkan setiap hari. Nilainya mungkin kecil bagi sebagian orang.
Namun, bagi nahdliyin yang menyisihkan dari uang belanja dan penghasilan pas-pasan, itulah cara paling memungkinkan untuk ikut menjaga NU.
Dari uang receh itu, ada keyakinan bahwa NU adalah rumah besar yang patut dijaga. Ada warga yang mungkin tidak pernah datang ke forum organisasi. Tidak mengenal hiruk pikuk elite.
Bahkan, tidak tahu bagaimana keputusan-keputusan besar NU dibuat. Tetapi, mereka tetap ikut menjaga jam’iyah dengan caranya sendiri.
Baca Juga: Bukan PCX atau ADV, Honda NS150GX Hadir dengan Mesin 150 CC Bertenaga, ABS, TCS hingga Dashcam
Hari ini, Kamis, 27 Agustus 2026, organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu menggelar muktamar ke-35. Agenda lima tahunan itu akan berlangsung selama lima hari hingga Senin, 31 Agustus nanti.
Jombang kembali menjadi titik temu. Para pengurus NU dari berbagai tingkatan berkumpul. Mulai pengurus besar, pengurus wilayah, hingga pengurus cabang. Termasuk para pengurus dari empat kabupaten di Madura.
Muktamar bukan sekadar pertemuan besar. Di sana, arah perjalanan NU ke depan akan ditentukan.
Biasanya, ada tiga agenda besar yang menjadi perhatian. Pemilihan pemimpin. Pembahasan persoalan keagamaan. Serta, penyusunan program kerja strategis organisasi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




