alexametrics
21.6 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Keselamatan yang Terabaikan

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun.

KECELAKAAN transportasi laut kembali terjadi di perairan Sumenep. Kali ini menimpa KM Amin Jaya yang berlayar dari Pulau Guwa-Guwa, Kecamatan Raas. Perahu ini tenggelam di perairan antara Pulau Gili Iyang dan Pulau Sapudi saat menuju Kalianget kemarin (17/6).

Peristiwa nahas ini bukan yang pertama. Senin, 6 Oktober 2014, PLM Jabal Nur dari Pulau Raas tujuan Bali juga tenggelam. Perahu tersebut mengangkut rombongan pengantin, termasuk mempelai pria. Belasan korban meninggal dan puluhan lainnya hilang.

Kecelakaan itu mendapat perhatian Gubernur Jawa Timur –saat itu– Soekarwo. Jumat, 10 Oktober 2014, dia terbang ke Pulau Raas menggunakan helikopter. Siang itu dia didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Sudarmawan dan Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Jatim Wahid Wahyudi.

Setelah menemui korban selamat dan memberikan santunan, Pakde Karwo memberikan keterangan kepada wartawan. Ada dua hal yang disampaikan terkait dengan peristiwa tersebut. Pertama, dia menekankan pentingnya perangkat keselamatan penumpang. Yakni, ketersediaan pelampung untuk transportasi laut.

Baca Juga :  Pesantren Periodik Kaum Beriman

Dia menyadari jumlah pelampung di kapal masih kurang. Karena itu, dia minta Dishub dan LLAJ Jatim mendata dan melengkapi kekurangan pelampung. Dia juga menyatakan bahwa telah sepakat dengan Bupati A. Busyro Karim agar semua kapal harus ada tools penyelamatan. Terutama kapal kecil.

Bupati dibantu dishub akan mendata kapal-kapal yang belum memiliki pelampung. Dari data itu kemudian akan dianggarkan dalam APBD 2015 untuk memenuhi kebutuhan pelampung. Bagaimana tindak lanjut itu hingga saat ini?

Kedua, Pakde Karwo juga menyatakan tentang sharing dana untuk membeli kapal besar yang digunakan untuk mengangkut penumpang di perairan Sumenep. Kapal itu sudah terwujud. KMP Dharma Bahari Sumekar (DBS) III telah berlayar meski pernah mengalami masalah saat awal-awal beroperasi.

Baca Juga :  Kiprah Santri Membangun Negeri

Kecelakaan ini seharusnya tidak hanya duka para korban. Pemerintah dan anggota dewan mestinya juga merah telinga. Bahwa kepekaan mereka tidak hanya ditunjukkan pada saat terjadi perahu tenggelam dan memakan korban.

Melalui tugas dan fungsi mereka mestinya bisa mencegah. Paling tidak mengurangi jumlah korban jiwa. Bagaimana keselamatan transportasi pelayaran menjadi perhatian. Ketersediaan pelampung harus diperjuangkan.

Hingga saat ini, masih banyak perahu tanpa kelengkapan keselamatan penumpang. Setiap hari ada lalu lintas pelayaran. Baik jarak dekat seperti Tanjung–Giligenting, Dungkek–Gili Iyang, Cangkareman–Gili Raja, dan lain-lain. Apalagi, lalu lintas perahu nelayan di Kecamatan Sapeken yang terdiri atas banyak pulau.

Bukankah pengambil kebijakan sadar bahwa Sumenep terdiri atas ratusan pulau?

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun.

KECELAKAAN transportasi laut kembali terjadi di perairan Sumenep. Kali ini menimpa KM Amin Jaya yang berlayar dari Pulau Guwa-Guwa, Kecamatan Raas. Perahu ini tenggelam di perairan antara Pulau Gili Iyang dan Pulau Sapudi saat menuju Kalianget kemarin (17/6).

Peristiwa nahas ini bukan yang pertama. Senin, 6 Oktober 2014, PLM Jabal Nur dari Pulau Raas tujuan Bali juga tenggelam. Perahu tersebut mengangkut rombongan pengantin, termasuk mempelai pria. Belasan korban meninggal dan puluhan lainnya hilang.


Kecelakaan itu mendapat perhatian Gubernur Jawa Timur –saat itu– Soekarwo. Jumat, 10 Oktober 2014, dia terbang ke Pulau Raas menggunakan helikopter. Siang itu dia didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Sudarmawan dan Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Jatim Wahid Wahyudi.

Setelah menemui korban selamat dan memberikan santunan, Pakde Karwo memberikan keterangan kepada wartawan. Ada dua hal yang disampaikan terkait dengan peristiwa tersebut. Pertama, dia menekankan pentingnya perangkat keselamatan penumpang. Yakni, ketersediaan pelampung untuk transportasi laut.

Baca Juga :  Menggelorakan Wisata Syariah

Dia menyadari jumlah pelampung di kapal masih kurang. Karena itu, dia minta Dishub dan LLAJ Jatim mendata dan melengkapi kekurangan pelampung. Dia juga menyatakan bahwa telah sepakat dengan Bupati A. Busyro Karim agar semua kapal harus ada tools penyelamatan. Terutama kapal kecil.

Bupati dibantu dishub akan mendata kapal-kapal yang belum memiliki pelampung. Dari data itu kemudian akan dianggarkan dalam APBD 2015 untuk memenuhi kebutuhan pelampung. Bagaimana tindak lanjut itu hingga saat ini?

Kedua, Pakde Karwo juga menyatakan tentang sharing dana untuk membeli kapal besar yang digunakan untuk mengangkut penumpang di perairan Sumenep. Kapal itu sudah terwujud. KMP Dharma Bahari Sumekar (DBS) III telah berlayar meski pernah mengalami masalah saat awal-awal beroperasi.

Baca Juga :  Kaji Ulang Takjil, Imsak, dan Halalbihalal

Kecelakaan ini seharusnya tidak hanya duka para korban. Pemerintah dan anggota dewan mestinya juga merah telinga. Bahwa kepekaan mereka tidak hanya ditunjukkan pada saat terjadi perahu tenggelam dan memakan korban.

Melalui tugas dan fungsi mereka mestinya bisa mencegah. Paling tidak mengurangi jumlah korban jiwa. Bagaimana keselamatan transportasi pelayaran menjadi perhatian. Ketersediaan pelampung harus diperjuangkan.

Hingga saat ini, masih banyak perahu tanpa kelengkapan keselamatan penumpang. Setiap hari ada lalu lintas pelayaran. Baik jarak dekat seperti Tanjung–Giligenting, Dungkek–Gili Iyang, Cangkareman–Gili Raja, dan lain-lain. Apalagi, lalu lintas perahu nelayan di Kecamatan Sapeken yang terdiri atas banyak pulau.

Bukankah pengambil kebijakan sadar bahwa Sumenep terdiri atas ratusan pulau?

- Advertisement -

Artikel Terkait

Lebaran Ajang Perkuat Ukhuwah

Manusia dan Alam

Madura Darurat Radikalisme

Desa Organik: Harapan atau Peluang

Puasa dan Etika Lingkungan

Most Read

Disdik Sosialisasikan DAK Khusus SD

JJS HUT PT Garam Bertabur Hadiah

Melawan Lelah dan Ambisi Tuan Rumah

Bupati Baddrut Luncurkan Aplikasi Persada

Artikel Terbaru

/