SAMPANG, RadarMadura.id – Banjir akibat hujan deras berdampak pada warga di puluhan desa di Kabupaten Sampang.
Air yang menggenangi rumah warga di empat kecamatan sudah surut. Namun, belasan desa dan kelurahan di Kota Sampang masih tergenang.
Kepala Pelaksana BPBD Sampang Candra Romadhani Amin mengungkapkan, banjir pada Selasa (12/3) mengakibatkan banyak rumah warga terendam. Mereka tersebar di 27 desa dan kelurahan di lima kecamatan (lihat grafis).
Banjir yang melanda Kecamatan Jrengik, Tambelangan, Torjun, dan Pangarengan mulai surut. Titik terparah di Desa Majangan dan Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik.
Ketinggian air di desa ini mencapai tiga meter. Sehingga, warga meminta dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
”Sekarang semuanya sudah kembali ke rumah masing-masing meski sempat ada yang mengungsi di posko kantor kami,” terangnya.
Sementara itu, enam desa dan enam kelurahan di Kota Sampang masih terdampak hingga Rabu (13/3).
Akibatnya, aktivitas masyarakat lumpuh total. Banjir akibat luapan Kali Kamoning itu menyebar di Kelurahan Dalpenang, Rongtengah, Gunung Sekar, Karang Dalem, Banyuanyar, dan Polagan.
Selain itu, air banjir juga melanda Desa Banyumas, Desa Pangelen, Desa Kamoning, Desa Tanggumong, Desa Panggung, dan Desa Paseyan.
Dimas, warga Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang, mengaku rumahnya di Jalan Kamboja terdampak banjir. Namun, dia memilih tidak meninggalkan rumah dan berdiam di lantai dua.
Ketinggian air hingga tadi malam berada di atas dada orang dewasa. Warga sudah banyak yang meninggalkan rumah. Mereka mengungsi ke rumah kerabat di daerah yang lebih tinggi.
”Air mulai datang sejak dini hari. Tetapi, lambat laun debit air semakin tinggi dan sekarang sudah di atas dada orang dewasa,” jelasnya.
Candra Romadhani Amin menyampaikan, banjir memang sudah mengepung wilayah kota. Bahkan, aliran banjir sudah merata di enam kelurahan dan enam desa.
Petugas sudah disiagakan untuk melakukan evakuasi terhadap korban. Pemerintah menyediakan tempat pengungsian di kantor-kantor pemerintahan yang belum terdampak. Namun, sebagian besar warga memilih untuk mengungsi di rumah kerabat.
Sejauh ini banjir yang melanda Kabupaten Sampang cukup tertangani dan tidak ada korban jiwa. Pihaknya mengimbau warga terdampak tidak mendekati jalur arus air yang deras.
Bencana banjir ini akibat intensitas hujan yang terjadi secara terus-menerus. Sehingga, mengakibatkan Kali Kamoning meluap.
”Kami minta masyarakat tetap waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.
Akibat banjir itu, beberapa rumah warga rusak. Namun, terkait jumlah, masih dalam proses pendataan.
”Untuk memberikan bantuan rumah rusak itu kami tidak memiliki anggaran. Tapi, masih mencoba diusulkan ke BPBD provinsi maupun BNPB pusat dan berkoordinasi dengan beberapa OPD Sampang yang punya program rumah tidak layak huni (RTLH),” jelasnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada di tengah cuaca ekstrem saat ini. Terutama untuk warga yang rumahnya berdekatan dengan sungai.
”Misalnya, tidak bermain pada arus air yang dapat berpotensi menghanyutkan, itu supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya. (bai/jun/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti