Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buruan Daftar Bazar Takjil JPRM

A
Penulis: Abdul Basri❯
HARI PETAMA DIBUKA: Tiga pelaku usaha mikro menyerahkan berkas pendaftaran bazar takjil Ramadan di kantor pusat JPRM, Kamis (9/3). (VIVIN AGUSTIN HARONO/JPRM)
HARI PETAMA DIBUKA: Tiga pelaku usaha mikro menyerahkan berkas pendaftaran bazar takjil Ramadan di kantor pusat JPRM, Kamis (9/3). (VIVIN AGUSTIN HARONO/JPRM)

BANGKALAN – Pendaftaran Bazar Takjil Ramadan yang digagas Jawa Pos Radar Madura (JPRM) sudah dibuka. Pelaku usaha mikro bisa mendaftar ke kantor pusat JPRM di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 99, Desa Bilaporah, Kecamatan Socah.


Manager Event dan Pengembangan Bisnis JPRM Moh. Sugianto mengatakan, pendaftaran bazar takjil dibuka Kamis (9/3)–Jumat (17/3). Syaratnya, pendaftar cukup menyetorpersyaratan berupa formulir pendaftaran yang ada di koran harian pagi Jawa Pos Radar Madura.


Selain itu, pendaftar juga harus setor fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) dan membayar uang Rp 130 ribu. Nantinya, selama Bazar Takjil Ramadan berlangsung, pedagang akan mendapatkan koran.


”Yang perlu dipahami bahwa Rp 130 ribu itu merupakan pengganti pembelian koran, bukan uang pendaftaran. Peserta bazar takjil juga akan mendapat bonus pemberitaan,” kata diakemarin (10/3).


Menurut pria asal kecamatan Blega itu, panitia akan berupaya mengakomodasi semua pelaku usaha mikro yang mendaftarbazar takjil. Sebab, tujuan utama dari Bazar Takjil Ramadan untuk memfasilitasi masyarakat dan mendukung upaya pemulihan ekonomi.


”Kami upayakan nanti akan ada 50 seat tenda. Satu tenda untuk dua pedagang, jadi akan ada minimal 100 pedagang,” sebutnya.


Sugik mengimbau para pelaku usaha mikro yang akan mendaftar, segera mempersiapkan berkas administrasinya. Supaya memiliki kesempatan untuk berjualan di area bazar takjil di sebelah timur Alun-Alun Bangkalan.


Misriyah, seorang pedagang asal Kelurahan Pejagan mengaku selalu mengikuti pelaksanaan bazar takjil yang diprakarsai JPRM. Alasannya, omzet yang didapat saat berjualan di Bazar Takjil Ramadan mengalami kenaikan signifikan.


”Dua tahun sebelumnya tidak ada bazar takjil, mungkin karena Covid-19. Yakni, saat Ramadan 2021 dan 2022. Pendapatan kami saat itu merosot drastis,” ucapnya.


Namun, terang dia, saat berjualan di bazar takjil tiga tahun lalu, omzet yang didapat selama Ramadan tembus Rp 10 juta. Dengan begitu, biaya kontribusi Rp 130 ribu relatif sangat kecil jika dibandingkan dengan omzet yang didapat.


”Menurut saya tidak mahal, apalagi mendapat koran selama bazar takjil,” tandasnya. (jup/daf)


Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Qlola by BRI Catat Volume Transaksi Rp 12.046 Triliun hingga September 2026

Qlola by BRI Catat Volume Transaksi Rp 12.046 Triliun hingga September 2026

Qlola by BRI mencatat volume transaksi Rp 12.046 triliun hingga September 2026, dengan pertumbuhan pengguna dan transaksi korporasi.

BRI Raih Empat Penghargaan, Perkuat Inklusi Keuangan dan Pembiayaan UMKM

BRI Raih Empat Penghargaan, Perkuat Inklusi Keuangan dan Pembiayaan UMKM

BRI meraih empat penghargaan Top 20 Financial Institutions Award 2026 berkat kinerja keuangan, transaksi digital, dan pembiayaan UMKM.

Punya 4 Outlet BRILink di Dumai, Rahmi Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat

Punya 4 Outlet BRILink di Dumai, Rahmi Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat

Rahmi mengembangkan BRILink Agen Fillio hingga empat outlet di Dumai, membantu transaksi warga dan mendukung aktivitas UMKM setempat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer