
PAMEKASAN, RadarMadura.id – Penyakit kardiovaskular atau jantung masih menjadi kekhawatiran masyarakat. Tak terkecuali bagi ibu hamil yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

Pada ibu hamil, keluhan seperti sesak napas, berdebar, dan penurunan kapasitas fisik dapat menyerupai gejala penyakit jantung sehingga dianggap hal wajar. Padahal, ada kemungkinan keterlambatan penanganan yang cenderung tidak terdeteksi.
Di negara maju, penyakit kardiovaskular menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu hamil. ”Prevalensinya adalah 0,2–4 persen kehamilan dan 15,5 persen kematian pada ibu hamil,” jelas dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vitriyaturrida.
Alumnus Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) Malang itu mengenalkan inovasi program baru bernama Gesit Periksa Ibu Hamil. Kegiatan tersebut dibingkai dengan webinar kesehatan yang diprakarsai RSUD dr H Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan.
Sosialisasi program tersebut melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, pihak rumah sakit, dan sivitas kesehatanseperti dokter, bidan, dan perawat. Termasuk masyarakat umum yang tergabung dalam akun Zoom Meeting dan live Instagram RSUD Smart Pamekasan.
Program tersebut merupakan upaya deteksi dini penyakit kardiovaskular pada ibu hamil. Yaitu, menggunakan instrumen kartu skrining yang terdiri atas singkatan dari gejala, faktor risiko, tanda vital, dan pemeriksaan visik (Gesit Periksa). Ada sistem skor yang mudah dipakai oleh bidan atau dokter layanan primer.
”Para kader kesehatan tersebut sebelumnya harus mendapat pembekalan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (Sp.JP). Tentunya, mengenai poin-poin serta algoritma dalam kuesioner tersebut. Dengan demikian, skrining dapat dilakukan secara terarah,” terangnya.
Program Gesit Periksa Ibu Hamil memiliki dua tujuan utama. Bagi pasien atau keluarga, hal tersebut bertujuan mendeteksi penyakit kardiovaskular pada kehamilan secara dini.
Vitri menambahkan, program itu bertujuan mengurangi angka morbiditas dan mortalitas ibu hamil dan bayi baru lahir. Termasuk, menurunkan biaya perawatan ibu hamil dengan komplikasi penyakit kardiovaskular jika terlambat dilakukan penanganan.
”Dengan adanya program ini, keterlambatan diagnosis atau tak terdiagnosis penyakit kardiovaskular pada ibu hamil diharapkan dapat menurun. Dengan demikian, mereka bisa mendapat penanganan yang memadai untuk persiapan persalinan dengan baik,” paparnya. (afg/luq/par)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




