Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UKW Tegakkan Kehormatan Profesi Wartawan

A
Penulis: Abdul Basri❯
SERIUS: Wartawan JPRM Junaidi Pondiyanto (tiga dari kanan) mengikuti UKW di Pena Room, Graha Pena, Lantai 2, Jalan Ahmad Yani, Nomor 88, Surabaya, kemarin. (JAY WIJAYANTO/JAWA POS)
SERIUS: Wartawan JPRM Junaidi Pondiyanto (tiga dari kanan) mengikuti UKW di Pena Room, Graha Pena, Lantai 2, Jalan Ahmad Yani, Nomor 88, Surabaya, kemarin. (JAY WIJAYANTO/JAWA POS)
SURABAYA – Jawa Pos Radar Madura (JPRM) menjunjung tinggi profesi wartawan. Salah satunya dengan mengikutsertakan wartawan dalam uji kompetensi wartawan (UKW). Terbaru, tiga wartawan JPRM mengikuti UKW angkatan ke-41 dan ke-42 yang digelar Jawa Pos bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim dan Dewan Pers.

Acara digelar di Pena Room, Graha Pena, Lantai 2, Jalan Ahmad Yani, Nomor 88, Surabaya, sejak kemarin hingga Kamis (16/6). Acara ini didukung PT Semen IndonesiaPabrik Tuban (SIG).

Acara dibuka oleh Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim. Dia berpesan kepada seluruh wartawan untuk tetap menjaga profesionalisme. Salah satunya, kata dia, lewat UKW yang digelar berkala untuk standardisasi profesionalisme wartawan.

”UKW ini untuk memastikan agar wartawan menjadi profesi yang terjaga kehormatannya. Bukan sekadar wartawan yang mendatangi narasumber, wawancara, lalu menulis berita, lantas keabsahannya dipertanyakan. Melainkan, wartawan yang bisa mempertanggungjawabkan apa yang ditulisnya,” katanya seperti dilansir JawaPos.com.

Selain Lutfil Hakim, turut hadir Direktur Jawa Pos Radar Nur Wahid, dan Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat Sasongko Tedjo. Mereka juga menjadi penguji untuk UKW kategori utama dan madya. Sementara penguji kategori muda terdiri atas Djoko Tetuko, Mahmud Suhermano, Ainur Rohim, dan Eko Pamuji. ”Peserta yang telah lulus sertifikasi UKW, maka telah teruji kemampuannya,” tegas Lutfil.

Kegiatan untuk mengukur kompetensi wartawan ini diikuti 51 peserta. Mereka terbagi dalam tiga kelas. Kelas utama diikuti 12 orang, kelas madya 5 orang, dan kelas muda 34 orang.

Mereka berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah yang masuk dalam Jawa Pos Radar (JPR). Antara lain, dari Radar Solo, Radar Kudus, Radar Jember, Radar Madiun, Radar Jombang, Radar Madura, Radar Malang, Radar Kediri, dan Radar Mojokerto.

Beberapa tokoh dihadirkan sebagai narasumber. Mereka adalah Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, Humas Royal Plaza Vicky Ratih, dan Wakil Ketua DPRD Surabaya AH. Thony.

”Keempatnya hadir untuk menguji kemampuan para wartawan. Mereka hadir di sesi uji wawancara terjadwal atau konferensi pers dan wawancara doorstop dengan tema-tema tertentu,” papar Lutfil.

Tema yang sudah dipilih itu akan dipaparkan oleh seluruh sosok yang menjadi narasumber. Kemudian, para peserta diminta memberi pertanyaan.

Pada UKW kali ini, JPRM mengikutsertakan tiga wartawan. Yakni, Akhmadi Yasid dan Junaidi Pondiyanto untuk kelas muda serta Moh. Rusydi Zain ZA di kelas utama.

Pemred JPRM Luqman Hakim mengatakan, wartawan merupakan profesi mulia. UKW membuktikan bahwa wartawan itu kompeten atau tidak. Dia bersyukur wartawan JPRM sudah banyak yang lulus ujian. ”JPRM punya wartawan utama, madya, dan muda,” katanya. (raf/jay/luq)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lahir dari Panggilan Hati, Gilang Ramadhan Tekuni Profesi Terapis Wicara

Lahir dari Panggilan Hati, Gilang Ramadhan Tekuni Profesi Terapis Wicara

Dalam pekerjaannya, dia menangani berbagai kondisi. Mulai speech delay, gangguan bahasa, gangguan artikulasi, gagap, gangguan suara, afasia, disartria, disfagia, hingga gangguan komunikasi akibat stroke dan penyakit neur

Olimpiade Literasi dan Numerasi Jadi Ajang Pemetaan Kemampuan Akademik Siswa Bangkalan

Olimpiade Literasi dan Numerasi Jadi Ajang Pemetaan Kemampuan Akademik Siswa Bangkalan

Olimpiade Literasi dan Numerasi di Bangkalan menjadi ajang pemetaan kemampuan akademik siswa hingga pelosok sekaligus mendorong budaya belajar.

Matahari yang Tak Pernah Lelah Menyinari

Matahari yang Tak Pernah Lelah Menyinari

Yang ditempa bukan hanya fisik, tetapi juga mental. Karena itu, alumni JPRM diyakini mampu bertahan dan beradaptasi di mana pun berada.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer