Percepatan PSN Dapat Timbulkan Multiplier Effect Sosial dan Ekonomi

JAKARTA - Pemerintah terus bahu membahu mengendalikan dampak pandemi Covid-19 sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi nasional. Pandemi Covid-19 dan variannya masih menjadi tantangan bagi perekonomian global dalam jangka pendek. Sementara itu, isu perubahan iklim, krisis energi, masih menjadi tantangan ekonomi global dalam jangka panjang.
Memperhatikan kondisi tersebut, keberadaan proyek strategis nasional (PSN) telah terbukti meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Pada masa pandemi, PSN yang sudah selesai telah menciptakan lebih dari 11 juta tenaga kerja langsung maupun tidak langsung.
“Selain itu, investasi PSN di berbagai sektor memiliki manfaat terhadap pengembangan wilayah dan perekonomian daerah. Termasuk nilai tambah industri. Di sisi lain, kita berharap penyelesaian PSN ini dapat menimbulkan multiplier effect secara sosial dan ekonomi yang akan terus bertambah seiring percepatan penyelesaian berbagai proyek strategis ke depan,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menjadi keynote speech pada acara Media Gathering Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) bertajuk "Akselerasi Pelaksanaan PSN untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi" yang dilakukan secara virtual, Rabu (15/12).
Pembangunan PSN tersebar di berbagai wilayah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur di Indonesia. Secara tidak langsung dapat mengurangi kesenjangan pertumbuhan pendapatan per kapita dan kesejahteraan antar daerah secara jangka panjang.
Percepatan penyelesaian berbagai PSN akan terus dilakukan pada tahun-tahun mendatang. KPPIP akan terus mengawal dan melakukan upaya penyelesaian permasalahan dalam pelaksanaan 208 proyek dan 10 program yang masuk dalam daftar PSN.
Untuk mencapai visi Indonesia Maju 2045, Pemerintah Indonesia menyadari beberapa tantangan yang harus dicapai. Di antaranya memenuhi kebutuhan belanja infrastruktur sebagai penopang pertumbuhan ekonomi. Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN) mendorong pemerintah untuk dapat bekerjasama dan berkolaborasi dengan swasta dalam memenuhi kebutuhan belanja infrastruktur pada periode 2020-2024.
“Pemerintah juga terus berkomitmen mendorong dan meningkatkan upaya pembiayaan proyek melalui creative financing untuk PSN dalam rangka mengurangi beban APBN untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur,” ujar Airlangga.
Berbagai peraturan juga disusun demi mempercepat penyelesaian PSN . Di antaranya, PP Nomor 42 Tahun 2021 tentang Kemudahan Proyek Strategis Nasional dan Perpres Nomor 66 Tahun 2020 yang mengamanatkan KPPIP berkoordinasi dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk mendukung percepatan proses pengadaan tanah. Selain itu, terdapat beberapa regulasi lainnya sebagai regulasi turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja.
“Kita semua berharap pemulihan ekonomi selama dan pasca pandemi akan semakin baik pada masa mendatang. Pemerintah berkomitmen terus mendukung percepatan pengerjaan PSN dalam rangka menjaga pertumbuhan ekonomi yang konsisten ke depan,” pungkas Airlangga. (frh/par)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

