Senin, 06 Dec 2021
Radar Madura
Home / Sumenep
icon featured
Sumenep

84 Desa Kota Keris Gelar Pilkades Serentak

25 November 2021, 21: 27: 50 WIB | editor : Abdul Basri

84 Desa Kota Keris Gelar Pilkades Serentak

KOMITMEN: Dari kiri Dandim Letkol Inf. Nur Cholis, Bupati Achmad Fauzi, dan Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya. (ISTIMEWA)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Sebanyak 84 desa yang ada di Kabupaten Sumenep akan menggelar pesta demokrasi tingkat paling bawah hari ini. Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak itu tersebar di 27 kecamatan. Perinciannya, 63 desa di wilayah daratan dan 21 desa di kepulauan.

Sebanyak 223.959 penduduk Kota Keris akan menggunakan haknya pada pilkades serentak yang diikuti oleh 246 calon kepala desa (cakades). Penentuan daftar pemilih tetap (DPT) berdasarkan data pada pelaksanaan pemilu terakhir.

Anggaran yang disiapkan oleh pemerintah daerah pada pilkades serentak 2021 yakni Rp 13,1 miliar. Anggaran tersebut termasuk untuk biaya operasional pengamanan pilkades.

Baca juga: Tanam Mangrove Cegah Ancaman Abrasi Wilayah Pesisir

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Moh. Ramli menerangkan bahwa persiapan sudah matang. Mulai dari sarana dan prasarana, teknis pelaksanaan hingga pengamanannya.

Ramli mengatakan, pilkades kali ini digelar dalam situasi pandemi Covid-19. Karena itu, pemerintah benar-benar memperhatikan dan mengetatkan penerapan protokol kesehatan (prokes).

”Pilkades sudah siap dilaksanakan. Sarana dan prasarana lengkap, terutama terkait kepatuhan pada ketentuan protokol kesehatan Covid-19,” katanya kemarin (24/11).

Mengenai kelancaran dan keamanan dalam pelaksanaan pilkades, pihaknya mengaku sudah bekerja sama dan berkoordinasi dengan TNI dan Polri, yakni Polres Sumenep dan Kodim 0827.

”Gelar pasukan sudah dilakukan, seluruh personel keamanan, baik dari TNI dan Polri serta linmas sudah diterjunkan ke lokasi sehari sebelum pelaksanaan,” ungkapya.

Dia mengatakan, nota kesepahaman dengan pihak kepolisian sudah dilakukan dan ditandatangani. Artinya, untuk pengamanan, instansinya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.

Namun, secara teknis pihaknya menyerahkan kepada aparat, baik dari polres dan kodim. Sebab, aparat keamanan sudah melakukan pemetaan kerawanan di masing-masing wilayah.

”Polres dan kodim sudah tahu, mana saja desa yang dianggap rawan dan berpotensi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Selain dari TNI dan Polri, ada petugas tambahan yakni linmas (pelindung masyarakat) dari masing-masing desa. Menurut dia, linmas diminta untuk membantu menjaga keamanan sebelum hingga sesudah pelaksanaan pilkades.

”Kami sudah mengamanatkan, tiap TPS dilengkapi dua personel linmas. Sementara di sekretariat sebanyak lima petugas linmas,” imbuhnya.

Dia menambahkan, yang berperan penting dalam kesuksesan pilkades serentak ini adalah masyarakat itu sendiri. Terutama pemilih dan cakades itu sendiri.

”Prokes menjadi atensi. Terutama kepada penyelenggara. Kami mewajibkan pakai masker, hand sanitizer, cuci tangan, dan jaga jarak,” tutupnya. (c3)

(mr/rus/bas/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia