alexametrics
23.2 C
Madura
Thursday, January 20, 2022

Pengajuan Subsidi Tarif Transportasi Laut tanpa Respons

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Subsidi untuk tarif angkutan transportasi laut sangat dibutuhkan oleh masyarakat kepulauan. Terlebih, di masa sulit seperti sekarang, pandemi Covid-19.

Pemkab Sumenep dituntut untuk segera memberikan subsidi tersebut. Sebab, sejak dua tahun terakhir, subsidi dari Pemprov Jatim sudah dicabut.

Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi mengutarakan, subsidi tarif angkutan transportasi laut tidak lagi diberikan oleh Pemprov Jatim. Maka dari itu, pihaknya langsung mengajukan kembali melalui Dishub Jatim. Namun, hingga kini belum mendapat respons.

”Sejak 2021 kami mengajukan, tapi tak kunjung mendapat respons,” kata dia kemarin (12/1).

Menurut Edy, sebenarnya pengajuan untuk mendapatkan subsidi tarif angkutan transportasi laut bukan hanya tahun kemarin. Tahun ini pihaknya tetap mengajukan. Tetapi, lagi-lagi belum ada kabar baik. ”Kami terus berupaya,” ujarnya.

Baca Juga :  Presidensi G20 2022 Dorong Pemulihan Ekonomi Global

Edy menyampaikan, pihaknya memafhumi kenapa sejak 2021 subsidi tarif transportasi laut ditiadakan. Itu dimungkinkan karena pandemi Covid-19. ”Pandemi ini cukup menghambat. Mungkin saja dananya belum ada,” ucapnya.

Dia mengatakan, semisal pengajuan subsidi ke pemprov tetap tidak kunjung mendapat respons, pihaknya akan berupaya untuk menganggarkan melalui APBD. Namun, terlebih dahulu harus melihat anggaran yang ada. ”Kami upayakan untuk dialokasikan. Hanya, tergantung dengan anggaran,” terangnya.

Mantan kepala dinas PU bina marga itu menyatakan, sejak pandemi Covid-19, dana transfer dari pemerintah pusat berkurang. Atas kondisi tersebut, tentu harus benar-benar diprioritaskan program apa saja yang perlu didahulukan.

”Lain lagi misalnya kena refocusing. Tapi, yang jelas kami tetap berupaya,” sebutnya.

Baca Juga :  Polemik Pengangkatan Dua Direksi PT Sumekar

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi membenarkan bahwa sejak dua tahun terakhir, subsidi tarif angkutan transportasi laut sudah dicabut. Namun, pihaknya tetap akan berupaya, selama secara regulasi diperkenankan.

”Kami coba masukkan rencana itu di 2022. Tapi, realisasinya bisa 2023. Yang terpenting berdasarkan aturan tidak melanggar,” tandasnya. (daf/rus)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Subsidi untuk tarif angkutan transportasi laut sangat dibutuhkan oleh masyarakat kepulauan. Terlebih, di masa sulit seperti sekarang, pandemi Covid-19.

Pemkab Sumenep dituntut untuk segera memberikan subsidi tersebut. Sebab, sejak dua tahun terakhir, subsidi dari Pemprov Jatim sudah dicabut.

Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi mengutarakan, subsidi tarif angkutan transportasi laut tidak lagi diberikan oleh Pemprov Jatim. Maka dari itu, pihaknya langsung mengajukan kembali melalui Dishub Jatim. Namun, hingga kini belum mendapat respons.

”Sejak 2021 kami mengajukan, tapi tak kunjung mendapat respons,” kata dia kemarin (12/1).

Menurut Edy, sebenarnya pengajuan untuk mendapatkan subsidi tarif angkutan transportasi laut bukan hanya tahun kemarin. Tahun ini pihaknya tetap mengajukan. Tetapi, lagi-lagi belum ada kabar baik. ”Kami terus berupaya,” ujarnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Kritik Persiapan Visit Sumenep 2018

Edy menyampaikan, pihaknya memafhumi kenapa sejak 2021 subsidi tarif transportasi laut ditiadakan. Itu dimungkinkan karena pandemi Covid-19. ”Pandemi ini cukup menghambat. Mungkin saja dananya belum ada,” ucapnya.

Dia mengatakan, semisal pengajuan subsidi ke pemprov tetap tidak kunjung mendapat respons, pihaknya akan berupaya untuk menganggarkan melalui APBD. Namun, terlebih dahulu harus melihat anggaran yang ada. ”Kami upayakan untuk dialokasikan. Hanya, tergantung dengan anggaran,” terangnya.

Mantan kepala dinas PU bina marga itu menyatakan, sejak pandemi Covid-19, dana transfer dari pemerintah pusat berkurang. Atas kondisi tersebut, tentu harus benar-benar diprioritaskan program apa saja yang perlu didahulukan.

”Lain lagi misalnya kena refocusing. Tapi, yang jelas kami tetap berupaya,” sebutnya.

Baca Juga :  Polemik Pengangkatan Dua Direksi PT Sumekar

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi membenarkan bahwa sejak dua tahun terakhir, subsidi tarif angkutan transportasi laut sudah dicabut. Namun, pihaknya tetap akan berupaya, selama secara regulasi diperkenankan.

”Kami coba masukkan rencana itu di 2022. Tapi, realisasinya bisa 2023. Yang terpenting berdasarkan aturan tidak melanggar,” tandasnya. (daf/rus)

Most Read

Artikel Terbaru