Minggu, 05 Dec 2021
Radar Madura
Home / Sampang
icon featured
Sampang

Masalah Tunggakan Belum Teratasi

21 Oktober 2021, 16: 44: 33 WIB | editor : Abdul Basri

Masalah Tunggakan Belum Teratasi

WAJIB BAYAR: Pelanggan Perumda Air di Kecamatan Sampang mengecek meteran saluran air miliknya. (MOH. IQBAl/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Permasalahan tunggakan pembayaran tagihan air Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Trunojoyo Sampang belum teratasi. Masih ada sekitar Rp 9 miliar yang belum tertagih. Padahal, perusahaan pelat merah itu sudah menggandeng banyak pihak untuk mengatasi persoalan itu.

Manajer Pelayanan Pelanggan Perumda Air Minum Trunojoyo Sampang Zainal Arifin mengatakan, tunggakan pelanggan memang masih menjadi masalah. Hal itu merupakan permasalahan lama yang menumpuk hingga menjadi beban perusahaan. ”Kalau tunggakan masih banyak,” katanya.

Menurut Zainal, perusahaannya mencatat sekitar Rp 9 miliar tunggakan pelanggan yang belum tertagih. Akan tetapi, pihaknya tetap berkomitmen untuk mengatasi persoalan tersebut. ”Tetap akan kita upayakan penagihan kepada pelanggan agar mengurangi beban kami,” ucapnya.

Baca juga: Pemkab Hentikan Penjemputan PMI Sampang

Selama ini pihaknya sudah melakukan upaya penagihan dengan cara berbeda. Yakni, dengan menggandeng kejaksaan. Hal itu diharapkan agar para pelanggan yang memiliki tunggakan segera melakukan melunasi kewajibannya. Surat penagihan tersebut sudah dilayangkan kepada para pelanggan.

Realisasi di lapangan tidak sesuai dengan harapan. Sebagian besar merespons baik dengan segera melakukan pembayaran dengan cara mencicil maupun bayar lunas. Tapi, ada juga pelanggan yang tidak diketahui keberadannnya. Sambungan air tersebut berada di rumah kosong sehingga tidak ditemukan penanggung jawabnya. ”Kami sudah door-to-door melakukan penagihan,” terangnya.

Ketika terdapat persoalan seperti itu, biasanya Perumda Air Minum Trunojoyo langsung melakukan pemutusan sambungan sementara. Sambungan baru disambung kembali jika pelanggan menyatakan sanggup melakukan pembayaran.

Ketua Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Korda Sampang Busiri menilai Perumda Air Minum Trunojoyo Sampang lemah dalam me-manage perusahaan. Sebab, banyak pelanggan menunggak tidak tertagih. Seharusnya, di perusahaan pelat merah itu terdapat tim khusus untuk melakukan penagihan ke setiap pelanggan apabila menunggak.

”Yang terjadi selama ini kan ada pembiaran. Pelanggan lupa tidak membayar dibiarkan. Makanya, tunggakannya banyak,” katanya.

Busiri menambahkan, selama ini pihaknya juga menerima banyak keluhan dari masyarakat. Suplai air kepada pelanggan tidak normal. Masalah seperti itu harus diperhatikan. ”Jangan diabaikan karena menyangkut kenyamanan pelanggan,” pintanya.

(mr/iqb/luq/bas/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia