alexametrics
21.6 C
Madura
Friday, January 28, 2022

Mas Tamam Minta Insan Pers Jangan Gempur Akur

MALANG, Jawa Pos Radar Madura – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam meminta insan pers meningkatkan wawasan dan intelektualitasnya. Sebab, hal tersebut bisa membantu para wartawan dalam memperlancar pelaksanaan tugas. Dengan begitu, berita yang disajikan bisa lebih objektif. Hal itu disampaikan bupati dalam rapat Monitoring dan Evaluasi Publikasi DBHCHT di Hotel Aria Gajayana, Kota Malang, Sabtu (20/11).

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam itu menyarankan wartawan yang sedang melaksanakan tugas di Pamekasan tidak menerapkan pola gempur akur. Pola gempur akur yang dimaksud, memublikasikan berita tanpa dasar dan data. Salah satu tujuannya, memperoleh sesuatu. ”Itu pola lama, harus ditinggalkan. Eranya sudah tidak cocok kalau menerapkan pola gempur akur,” ingatnya.

Baca Juga :  Mas Tamam; Dokter Harus Turun ke Tengah Masyarakat

Mas Tamam menuturkan, pers harus menjadi corong penumbuh semangat dan kreativitas. Selain itu, berita yang disajikan harus mengedukasi dan memberikan solusi bagi Pemkab Pamekasan. ”Konsepnya sederhana, jika kamu tidak menjadi penyelesai satu masalah, kemungkinan kamu bagian dari permasalahan itu. Karena itu, mulai hari ini, semua yang ada di sini harus menjadi pelopor penyelesai masalah,” ajaknya.

Politikus PKB itu mengaku kerap menjumpai berita yang memuat opini dan diduga ada unsur sentimen dari oknum pewarta. Padahal, hal itu tidak sesuai dengan kode etik. ”Saya tidak bisa menyebutkan medianya, namun banyak yang tidak nyambung antara judul dan isi beritanya,” sesal mantan anggota DPRD Jatim.

Baca Juga :  Masterplan Wisata Mangrove Sedot Anggaran Rp 200 Juta

Selain Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), rapat tersebut dihadiri instansi terkait dan insan pers. Para pewarta yang hadir dalam kegiatan tersebut merupakan utusan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Forum Wartawan Pamekasan (FWP), Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), Jurnalis Center Pamekasan (JCP), Ikatan Wartawan Online (IWO), dan Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP).

 

MALANG, Jawa Pos Radar Madura – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam meminta insan pers meningkatkan wawasan dan intelektualitasnya. Sebab, hal tersebut bisa membantu para wartawan dalam memperlancar pelaksanaan tugas. Dengan begitu, berita yang disajikan bisa lebih objektif. Hal itu disampaikan bupati dalam rapat Monitoring dan Evaluasi Publikasi DBHCHT di Hotel Aria Gajayana, Kota Malang, Sabtu (20/11).

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam itu menyarankan wartawan yang sedang melaksanakan tugas di Pamekasan tidak menerapkan pola gempur akur. Pola gempur akur yang dimaksud, memublikasikan berita tanpa dasar dan data. Salah satu tujuannya, memperoleh sesuatu. ”Itu pola lama, harus ditinggalkan. Eranya sudah tidak cocok kalau menerapkan pola gempur akur,” ingatnya.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Minta Gepeng Ditertibkan

Mas Tamam menuturkan, pers harus menjadi corong penumbuh semangat dan kreativitas. Selain itu, berita yang disajikan harus mengedukasi dan memberikan solusi bagi Pemkab Pamekasan. ”Konsepnya sederhana, jika kamu tidak menjadi penyelesai satu masalah, kemungkinan kamu bagian dari permasalahan itu. Karena itu, mulai hari ini, semua yang ada di sini harus menjadi pelopor penyelesai masalah,” ajaknya.

Politikus PKB itu mengaku kerap menjumpai berita yang memuat opini dan diduga ada unsur sentimen dari oknum pewarta. Padahal, hal itu tidak sesuai dengan kode etik. ”Saya tidak bisa menyebutkan medianya, namun banyak yang tidak nyambung antara judul dan isi beritanya,” sesal mantan anggota DPRD Jatim.

Baca Juga :  Jangan Tunggu Sakit Parah untuk Jadi Peserta JKN-KIS

Selain Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), rapat tersebut dihadiri instansi terkait dan insan pers. Para pewarta yang hadir dalam kegiatan tersebut merupakan utusan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Forum Wartawan Pamekasan (FWP), Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), Jurnalis Center Pamekasan (JCP), Ikatan Wartawan Online (IWO), dan Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP).

 

Most Read

Artikel Terbaru