alexametrics
23.2 C
Madura
Thursday, January 20, 2022

Mahasiswi UTM Bantu Pasarkan Jamur Tiram Desa Bunder

PAMEKASAN – Jamur tiram perlu dibudidayakan. Sebab, selain memiliki manfaat meningkatkan daya tahan tubuh, juga menjadi salah satu komoditas yang memiliki peluang bisnis di bidang pertanian.

Karena itu, mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Audia Ilham tergerak hatinya untuk turut membantu pemasaran produk jamur tiram. Kegiatan pemasaran itu dilakukannya pada saat kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTM tersebut dengan cara membantu memasarkan produk mentah jamur tiram.

Selain itu, Audia juga terinspirasi untuk membuat produk olahan jamur tiram. Olahan tersebut menjadi jamur krispi dan risol jamur. ”Kegiatan ini bagian dari program kerja individu di pengabdian masyarakat,” kata Audia.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Pimpin Upacara Harjad Jatim

”Pengabdian masyarakat yang saya lakukan dengan menjual produk jamur tiram baik yang masih mentah atau yang sudah diolah. Tujuannya, agar masyarakat Pamekasan mengetahui di Desa Bunder ada yang membudidayakan jamur,” sambung Audia.

Audia menuturkan, dirinya menjual jamur tiram melalui kanal digital marketing. Seperti melalui WhatsApp dan Instagram. Juga  berjualan secara langsung di Alun-Alun Kota Pamekasan, tepatnya di Taman Arek Lancor. ”Ternyata produk jamur tiram banyak peminatnya,” pungkasnya. (ky/par)

PAMEKASAN – Jamur tiram perlu dibudidayakan. Sebab, selain memiliki manfaat meningkatkan daya tahan tubuh, juga menjadi salah satu komoditas yang memiliki peluang bisnis di bidang pertanian.

Karena itu, mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Audia Ilham tergerak hatinya untuk turut membantu pemasaran produk jamur tiram. Kegiatan pemasaran itu dilakukannya pada saat kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTM tersebut dengan cara membantu memasarkan produk mentah jamur tiram.

Selain itu, Audia juga terinspirasi untuk membuat produk olahan jamur tiram. Olahan tersebut menjadi jamur krispi dan risol jamur. ”Kegiatan ini bagian dari program kerja individu di pengabdian masyarakat,” kata Audia.

Baca Juga :  Jurnal Al-Ihkam IAIN Madura Terindeks Scopus

”Pengabdian masyarakat yang saya lakukan dengan menjual produk jamur tiram baik yang masih mentah atau yang sudah diolah. Tujuannya, agar masyarakat Pamekasan mengetahui di Desa Bunder ada yang membudidayakan jamur,” sambung Audia.

Audia menuturkan, dirinya menjual jamur tiram melalui kanal digital marketing. Seperti melalui WhatsApp dan Instagram. Juga  berjualan secara langsung di Alun-Alun Kota Pamekasan, tepatnya di Taman Arek Lancor. ”Ternyata produk jamur tiram banyak peminatnya,” pungkasnya. (ky/par)

Most Read

Artikel Terbaru