Minggu, 05 Dec 2021
Radar Madura
Home / Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Tahun Ini 22 Kasus HIV/AIDS

20 Oktober 2021, 23: 56: 20 WIB | editor : Abdul Basri

Tahun Ini 22 Kasus HIV/AIDS

PELAYANAN: Beberapa orang sedang melengkapi administrasi di RSUD Smart kemarin. (MOH. IQBAL AFGANI/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Kasus human immunodeficiency virus (HIV)/acquired immune deficiency syndrome (AIDS) di Pamekasan tidak bisa disepelekan. Pasalnya, sejak Januari hingga September 2021 sudah ada 22 kasus.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Nanang Suyanto menyatakan, pengetahuan masyarakat tentang HIV/AIDS masih minim. Padahal, penyakit tersebut tergolong mematikan.

Dia mengatakan, belum ada obat pasti yang bisa menyembuhkan penyakit yang umumnya diakibatkan oleh seks bebas tersebut. Menurut dia, beberapa pengobatan yang diberikan selama ini hanya digunakan untuk memperlambat perkembangan virus.

Baca juga: Mas Tamam: Pemkab Dukung Program NU

Nanang memaparkan, penderita HIV/AIDS di Pamekasan berjumlah 352 orang. Rinciannya, 22 kasus baru selama 9 bulan terakhir di 2021. Sedangkan pada 2020, jumlah kasus baru sebanyak 38 penderita.

”Ini tidak boleh disepelekan. Tercatat sudah ada empat penderita yang meninggal selama 2021,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, ada beberapa faktor terjadinya HIV/AIDS di Pamekasan. Misalnya, perilaku menyimpang seperti homoseksual, gonta-ganti pasangan, dan narkoba. Selain itu, faktor lain seperti bekas jarum suntik penderita HIV/AIDS juga menjadi pemicu bertambahnya jumlah kasus tersebut.

”Namun, paling banyak itu disebabkan hubungan seksual, terutama di Kecamatan Pamekasan, yang pergaulannya lebih bebas,” jelasnya.

Lebih lanjut, lonjakan kasus itu terjadi lantaran masyarakat Pamekasan yang sudah lama berada di luar daerah. Kemudian, kembali ke Pamekasan dengan kondisi sudah menderita HIV/AIDS. Karena itu, dilakukan pemeriksaan untuk proses penyembuhan.

Sementara itu, Konselor HIV/AIDS RSUD dr H Slamet  Martodirdjo (Smart) Putri Qotrina Biyadhie menyampaikan, baru dua fasilitas kesehatan (faskes) yang bisa melayani pengobatan. Yaitu, Puskesmas Kowel dan RSUD Smart. Sisanya baru bisa melayani pemeriksaan saja.

”Masyarakat jangan sungkan untuk periksa demi kebaikan diri sendiri, keluarga, dan teman dekat. Kami pastikan melindungi privasi penderita,” katanya.

Terakhir, dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak perlu menghindari dan mengucilkan penderita HIV/AIDS. Sebab, penularan penyakit tersebut tidak melalui udara, melainkan cairan tubuh yang bertemu seperti hubungan seks, transfusi darah, dan lainnya.

”Mereka juga mempunyai hak dan kesempatan sama untuk sembuh seperti penyakit menular lainnya,” tandasnya. (c1)

(mr/rus/bas/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia