Kamis, 02 Dec 2021
Radar Madura
Home / Pamekasan
icon featured
Pamekasan

10 Ribu Ton Garam Rakyat Belum Terserap

18 Oktober 2021, 10: 56: 56 WIB | editor : Abdul Basri

10 Ribu Ton Garam Rakyat Belum Terserap

KRISTAL PUTIH: Petani Desa Baddurih menggunakan argo untuk memindahkan garam ke tempat penampungan. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Produksi garam rakyat diprediksi hampir selesai karena sudah mendekati musim hujan. Sementara serapan garam rakyat masih menumpuk. Bahkan, stok garam pada 2018 di Pamekasan masih banyak yang belum terserap.

Kabid Pemberdayaan dan Budi Daya Ikan DKP Pamekasan Lutfi Asyari menyampaikan, institusinya bertanggung jawab sebelum dan saat produksi garam. Yakni, fokus pada kewenangan produksi dan kualitas garam. Sementara untuk ketataniagaan garam masuk dalam kewenangan dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag).

”Kita fokus kewenangan produksi dan kualitas garam. Untuk tata niaga garam kewenangan disperindag,” tuturnya kemarin (17/10).

Baca juga: Bupati Serahkan Bantuan Awal untuk Korban Kebakaran

Dia mencatat jumlah total luas areal tambak garam kelompok usaha garam rakyat (kugar) di Kabupaten Pamekasan. Tahun ini, luas tambak garam mencapai 958,7 hektare. Tambak tersebut tersebar di 15 desa di tiga kecamatan, yakni Galis, Pademawu, dan Tlanakan.

Di Kecamatan Galis ada empat desa yang menjadi pusat produsen garam. Yakni Desa Lembung, Polagan, Konang, dan Desa Pandan. Jumlah luas tambak garam di Kecamatan Galis mencapai 458,7 hektare.

Desa di Kecamatan Pademawu yang memproduksi garam tersebar di delapan titik. Yakni Desa Dasuk, Bunder, Pademawu Timur, Tanjung, Padelegan, Majungan, Pegagan, dan Baddurih. Total luas tambak garam mencapai 490,2 hektare.

Sementara Kecamatan Tlanakan produksi garam ada di tiga desa. Yakni Desa Tlesah, Tlanakan, dan Branta Tinggi dengan total luas tambak garam 9,8 hektare.

Menurutnya, luas tambak garam terbanyak dari 15 desa penghasil garam ialah Desa Lembung, Kecamatan Galis. ”Tlanakan penyumbang garam paling sedikit dari tiga kecamatan penghasil garam di Kota Gerbang Salam,” ujar Lutfi.

Dia membenarkan jika serapan garam rakyat belum terserap semuanya. Lutfi mengungkapkan, hasil produksi garam 2018, 2019, 2020, dan 2021 masih ada yang belum terserap. ”Total garam yang belum terserap mencapai 10.800 ton,” terangnya.

Menurut Lutfi, ada beberapa faktor yang menyebabkan garam rakyat tidak terserap. Di antaranya berkaitan dengan stabilitas harga garam. Jika harga turun, petani garam enggan untuk menjualnya, begitu juga sebaliknya.

”Artinya, petani masih menunggu harga garam stabil untuk menjualnya. Kalau harga normal, biasanya petani langsung menjual,” tandasnya. 

(mr/bil/rus/bas/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia