Minggu, 28 Nov 2021
Radar Madura
Home / Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Pembangunan 12 SMP Telan Rp 7 Miliar

12 Oktober 2021, 05: 06: 38 WIB | editor : Abdul Basri

Pembangunan 12 SMP Telan Rp 7 Miliar

KEJAR TARGET: Pekerja mengayak pasir di SMPN 1 Pamekasan kemarin. (MOH. IQBAL AFGANI/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Pembangunan sarana pendidikan di Pamekasan belum rampung. Buktinya, hingga kemarin (11/10) masih terus berlangsung. Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021 itu menelan dana Rp 7 miliar. Dana belasan miliar itu rencananya digunakan untuk membangun 12 SMP.

Kabid Pendidikan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Akh. Rifai mengatakan, pembangunan gedung SMP tersebut dilakukan untuk memperbaiki sarana pembelajaran di sekolah. ”Sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan efektif,” ucapnya.

Menurut dia, 12 SMP tersebut menerima bantuan dari DAK 2021. Bantuan itu difokuskan pada belanja modal pembangunan gedung serta belanja hibah barang. ”Pemerintah pusat berwenang memutuskan lembaga yang akan penerima DAK. Sekolah hanya bisa mengajukan, keputusan berada di pusat,” katanya.

Baca juga: IAIN Madura Kini Punya IM TV

Dia menjelaskan, hingga saat ini, progres pembangunan gedung sekolah tersebut belum selesai. Sebab, jadwal pengerjaan di tiap penyedia jasa berbeda. ”Karena itu, progres pembangunan gedung SMP tidak merata,” imbuhnya.

Rifai menambahkan, untuk memastikan pembangunan gedung SMP sesuai rencana anggaran pelaksanaan (RAP), dilakukan evaluasi berkala. ”Sehingga pengerjaan proyek DAK tersebut termonitor dari awal hingga tahap akhir,” ungkapnya.

Disdikbud Pamekasan menargetkan, pembangunan gedung SMP tersebut selesai tiga bulan, terhitung mulai Agustus. Tapi, dia tidak memungkiri adanya keterlambatan yang disebabkan perbedaan kontrak pengerjaan. ”Ada yang 50 persen, di atas itu juga sudah banyak,” tuturnya.

Sementara itu, Wardatus Sarifah, anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, meminta pembangunan gedung SMP dikerjakan sesuai ketentuan. Kemudian, para konsultan pengawas diminta lebih aktif melakukan pendampingan. ”Harus intens komunikasi dengan semua pihak. Dengan demikian, tidak ada celah untuk melakukan penyimpangan,” ingatnya.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Pamekasan M. Sahibuddin berharap pembangunan 12 SMP tersebut bisa meningkatkan kualitas KBM pelajar dan guru. Sebab, salah satu output DAK adalah meningkatkan mutu pendidikan. ”Manfaatnya benar-benar dirasakan pelajar dan guru sehingga meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Gerbang Salam,” tukasnya. (c1)

(mr/yan/bas/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia