alexametrics
23.2 C
Madura
Thursday, January 20, 2022

Mas Tamam Launching Penanaman 1.000 Pisang Cavendish

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Pemkab Pamekasan me-launching penanaman 1.000 pohon pisang Cavendish di Desa Samatan, Kecamatan Proppo, kemarin (11/1). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Launching tersebut secara simbolis ditandai dengan mencangkul tanah oleh Mas Tamam, sapaan akrab bupati Pamekasan. Lalu, memasukkan bibit pisang Cavendish di lahan seluas setengah hektare yang diikuti pejabat yang hadir di lokasi.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menerangkan, Desa Samatan adalah satu dari lima desa di Pamekasan yang menjadi pemenang lomba Desa Tematik 2021. Tema yang dipilih Desa Samatan yakni Pertanian dan Peternakan.

Mon atane, atana’ (kalau bertani, memasak),” kata Mas Tamam saat launching 1.000 pisang Cavendish kemarin (11/2).

Dia menerangkan, peribahasa Madura tersebut adalah spirit sekaligus menjadi filsafat hidup orang Madura. ”Pemkab dukung penuh sektor pertanian. Sebab, semua orang membutuhkan makan dan sumber utamanya dari sektor pertanian,” jelas Mas Tamam.

Baca Juga :  Pemkab Pamekasan Komitmen Tingkatkan Mutu SDM

Menurut Mas Tamam, filsafat Madura mengenai pertanian lambat laun mulai terlupakan. Hal itu ditandai dengan banyaknya anak muda desa yang tidak mau mengolah sawahnya. ”Sektor ini merupakan salah satu prioritas,” katanya.

Dia mengatakan, pemkab sudah memfasilitasi tiga hal di bidang pertanian. Pertama, bantuan pupuk. Kedua, program call hand tractor gratis. Ketiga, bantuan bibit dan pembinaan.

”Kita dorong betul potensi lahan pertanian ini. Kita berharap, semua diolah dan diproduksi dari Pamekasan sendiri, termasuk pisang ini,” terangnya.

Targetnya, kebutuhan pisang dalam kabupaten terpenuhi. Bahkan, bisa menyuplai pisang dari hasil bumi Gerbang Salam ke luar daerah. ”Desa-desa diharapkan segera menggerakkan semangat yang sama untuk sektor pertanian,” katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Ajib Abdullah mengatakan, pisang Cavendish adalah pisang yang relatif baru. ”Harapan kami, model pertaniannya bagus dan pasarnya nanti juga bagus serta bisa mendorong penghasilan para petani di sini,” katanya.

Baca Juga :  Diduga Kena Serangan Jantung, Penumpang Bus asal Sampang Meninggal

Kepala Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Moh. Tamyis menerangkan, penanaman 1.000 pisang Cavendish adalah hasil kerja sama antara Poktan Rahayu Samatan, Jaringan Petani Nasional (JPN) Pamekasan, dan Yayasan Rumah Wakaf Surabaya.

Desa Samatan menyiapkan lahan. Lahan yang dipakai sebagian besar adalah tanah kas desa (TKD) dan sebagian kecil tanah warga yang kurang produktif. Total luas lahan setengah hektare. ”Kita sudah lama bermitra dengan Rumah Wakaf Hidayatullah di bidang peternakan dan kini berlanjut ke pisang,” katanya.

Dia menerangkan, bibit disuplai langsung oleh Rumah Wakaf Hidayatullah. Termasuk pemasarannya. ”Kami menyediakan lahan serta operasional penanaman dan perawatan. Ini mulai produktif dalam sembilan hingga 12 bulan ke depan,” terangnya.

Tamyis berharap, penanaman 1.000 pisang Cavendish bisa mendongkrak perekonomian desa dari sektor pertanian. Sebab, hasil penjualan pisang akan dibagi hasil. ”Kontrak kerja sama kita selama tiga tahun minimal,” pungkasnya. (ky/rus)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Pemkab Pamekasan me-launching penanaman 1.000 pohon pisang Cavendish di Desa Samatan, Kecamatan Proppo, kemarin (11/1). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Launching tersebut secara simbolis ditandai dengan mencangkul tanah oleh Mas Tamam, sapaan akrab bupati Pamekasan. Lalu, memasukkan bibit pisang Cavendish di lahan seluas setengah hektare yang diikuti pejabat yang hadir di lokasi.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menerangkan, Desa Samatan adalah satu dari lima desa di Pamekasan yang menjadi pemenang lomba Desa Tematik 2021. Tema yang dipilih Desa Samatan yakni Pertanian dan Peternakan.

Mon atane, atana’ (kalau bertani, memasak),” kata Mas Tamam saat launching 1.000 pisang Cavendish kemarin (11/2).

Dia menerangkan, peribahasa Madura tersebut adalah spirit sekaligus menjadi filsafat hidup orang Madura. ”Pemkab dukung penuh sektor pertanian. Sebab, semua orang membutuhkan makan dan sumber utamanya dari sektor pertanian,” jelas Mas Tamam.

Baca Juga :  Kesulitan Urus Izin Tambang, Penambang Mengeluh ke Pemkab

Menurut Mas Tamam, filsafat Madura mengenai pertanian lambat laun mulai terlupakan. Hal itu ditandai dengan banyaknya anak muda desa yang tidak mau mengolah sawahnya. ”Sektor ini merupakan salah satu prioritas,” katanya.

Dia mengatakan, pemkab sudah memfasilitasi tiga hal di bidang pertanian. Pertama, bantuan pupuk. Kedua, program call hand tractor gratis. Ketiga, bantuan bibit dan pembinaan.

”Kita dorong betul potensi lahan pertanian ini. Kita berharap, semua diolah dan diproduksi dari Pamekasan sendiri, termasuk pisang ini,” terangnya.

Targetnya, kebutuhan pisang dalam kabupaten terpenuhi. Bahkan, bisa menyuplai pisang dari hasil bumi Gerbang Salam ke luar daerah. ”Desa-desa diharapkan segera menggerakkan semangat yang sama untuk sektor pertanian,” katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Ajib Abdullah mengatakan, pisang Cavendish adalah pisang yang relatif baru. ”Harapan kami, model pertaniannya bagus dan pasarnya nanti juga bagus serta bisa mendorong penghasilan para petani di sini,” katanya.

Baca Juga :  Air PDAM Tak Layak Konsumsi

Kepala Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Moh. Tamyis menerangkan, penanaman 1.000 pisang Cavendish adalah hasil kerja sama antara Poktan Rahayu Samatan, Jaringan Petani Nasional (JPN) Pamekasan, dan Yayasan Rumah Wakaf Surabaya.

Desa Samatan menyiapkan lahan. Lahan yang dipakai sebagian besar adalah tanah kas desa (TKD) dan sebagian kecil tanah warga yang kurang produktif. Total luas lahan setengah hektare. ”Kita sudah lama bermitra dengan Rumah Wakaf Hidayatullah di bidang peternakan dan kini berlanjut ke pisang,” katanya.

Dia menerangkan, bibit disuplai langsung oleh Rumah Wakaf Hidayatullah. Termasuk pemasarannya. ”Kami menyediakan lahan serta operasional penanaman dan perawatan. Ini mulai produktif dalam sembilan hingga 12 bulan ke depan,” terangnya.

Tamyis berharap, penanaman 1.000 pisang Cavendish bisa mendongkrak perekonomian desa dari sektor pertanian. Sebab, hasil penjualan pisang akan dibagi hasil. ”Kontrak kerja sama kita selama tiga tahun minimal,” pungkasnya. (ky/rus)

Most Read

Artikel Terbaru