alexametrics
23.2 C
Madura
Thursday, January 20, 2022

PT Sumber Daya Siap Kelola Migas

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Masyarakat menginginkan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gili Timur diaktifkan kembali sebagai pembangkit utama, bukan lagi sebagai penyangga. Dengan begitu, hilirisasi minyak bumi dan gas (migas) berdampak langsung kepada masyarakat Madura. Seperti, terciptanya lapangan kerja, tumbuhnya sektor ekonomi baru, dan terciptanya multiplier effect.

Aspirasi masyarakat itu disambut baik Direktur Utama PT Sumber Daya Bangkalan (Perseroda) Moch. Fauzan Ja’far. Menurut dia, aspirasi tersebut sejalan dengan salah satu program bisnis perusahaan milik Pemkab Bangkalan itu ke depan.

Fauzan mengatakan, PT Sumber Daya Bangkalan akan memaksimalkan privilege BUMD sesuai dengan Permen ESDM 6/2016. Untuk mengelola hasil produksi migas di Blok WMO yang dioperatori PHE atau operator migas yang memiliki produksi gas di wilayah Madura.

Baca Juga :  UMM Gandeng Moodco Buka Kelas Profesional Kakao dan Cokelat

Menurutnya, pengaktifan kembali PLTG Gili Timur bukan hal baru. Sebab, bisnis itu pernah dilakukan BUMD PT Perseroda. Pihaknya pernah berproses. Bahkan, sudah pada tahap pengoperasian PLTG Gili Timur.

Fauzan mengaku, pada akhirnya ada kendala (force majeure) terkait tata kelola yang masih perlu disempurnakan. Karena itu, BUMD PT Sumber Daya Bangkalan merasa senang jika dipercaya oleh masyarakat, terlebih oleh pemerintah pusat melalui Menteri ESDM untuk mengelola produksi gas.

Gas itu akan disalurkan untuk mendukung energi sebagai pembangkit utama, bukan penyangga di PLTG Gili Timur. Itu merupakan upaya menjawab aspirasi masyarakat tentang banyaknya desa di Madura yang belum teraliri listrik dan sering padamnya listrik di Pulau Garam.

Baca Juga :  Dugaan Penipuan Umrah Siap Gelar Sidang

Fauzan yakin, regulasi hilirisasi migas semakin membaik. Pemerintah daerah penghasil terutama produksi gas dilibatkan oleh pemerintah pusat sesuai Permen ESDM 6/2016. Agar, jelas dia, kemanfaatan hilirisasi migas dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Dia mencontohkan, terciptanya lapangan kerja, tumbuhnya sektor ekonomi baru di Madura, dan terciptanya multiplier effect. Sebab kebutuhan industri migas, baik hulu maupun hilir sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 33 ayat 2. Yakni, bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat.

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Masyarakat menginginkan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gili Timur diaktifkan kembali sebagai pembangkit utama, bukan lagi sebagai penyangga. Dengan begitu, hilirisasi minyak bumi dan gas (migas) berdampak langsung kepada masyarakat Madura. Seperti, terciptanya lapangan kerja, tumbuhnya sektor ekonomi baru, dan terciptanya multiplier effect.

Aspirasi masyarakat itu disambut baik Direktur Utama PT Sumber Daya Bangkalan (Perseroda) Moch. Fauzan Ja’far. Menurut dia, aspirasi tersebut sejalan dengan salah satu program bisnis perusahaan milik Pemkab Bangkalan itu ke depan.

Fauzan mengatakan, PT Sumber Daya Bangkalan akan memaksimalkan privilege BUMD sesuai dengan Permen ESDM 6/2016. Untuk mengelola hasil produksi migas di Blok WMO yang dioperatori PHE atau operator migas yang memiliki produksi gas di wilayah Madura.

Baca Juga :  Wisata Kutai Sukbar Sukses Tarik Ratusan Pengunjung

Menurutnya, pengaktifan kembali PLTG Gili Timur bukan hal baru. Sebab, bisnis itu pernah dilakukan BUMD PT Perseroda. Pihaknya pernah berproses. Bahkan, sudah pada tahap pengoperasian PLTG Gili Timur.

Fauzan mengaku, pada akhirnya ada kendala (force majeure) terkait tata kelola yang masih perlu disempurnakan. Karena itu, BUMD PT Sumber Daya Bangkalan merasa senang jika dipercaya oleh masyarakat, terlebih oleh pemerintah pusat melalui Menteri ESDM untuk mengelola produksi gas.

Gas itu akan disalurkan untuk mendukung energi sebagai pembangkit utama, bukan penyangga di PLTG Gili Timur. Itu merupakan upaya menjawab aspirasi masyarakat tentang banyaknya desa di Madura yang belum teraliri listrik dan sering padamnya listrik di Pulau Garam.

Baca Juga :  Nasi Serpang, Makanan Kampung yang Populer di Kota

Fauzan yakin, regulasi hilirisasi migas semakin membaik. Pemerintah daerah penghasil terutama produksi gas dilibatkan oleh pemerintah pusat sesuai Permen ESDM 6/2016. Agar, jelas dia, kemanfaatan hilirisasi migas dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Dia mencontohkan, terciptanya lapangan kerja, tumbuhnya sektor ekonomi baru di Madura, dan terciptanya multiplier effect. Sebab kebutuhan industri migas, baik hulu maupun hilir sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 33 ayat 2. Yakni, bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat.

Most Read

Artikel Terbaru