Senin, 06 Dec 2021
Radar Madura
Home / Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Bupati Ra Latif Buka Pameran Sejarah dan Turots Syaikhona Kholil

Komitmen Perjuangkan Gelar Pahlawan Nasional

24 November 2021, 15: 11: 05 WIB | editor : Haryanto

Bupati Ra Latif Buka Pameran Sejarah dan Turots Syaikhona Kholil

DIRESMIKAN: Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron menabuh gong tanda di bukanya pameran sejarah dan turots di area Makam Syaikhona Muhammad Kholil, Rabu (24/11). (Vivin Agustin Hartono/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron membuka pameran sejarah dan turots Syaikhona Muhammad Kholil di Desa Martajasah, Kecamatan Kota, Rabu (24/11). Pameran itu dilaksanakan oleh Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil.

Bupati yang akrab disapa Ra Latif itu bersyukur atas terselenggaranya pameran yang dilaksanakan Lajnah Turots Ilmi  Syaikhona Muhammad Kholil. Adanya pameran itu diharapkan dapat memberikan informasi dan mengenalkan lebih dekat sosok Syaikhona Muhammad Kholil beserta karya-karyanya kepada masyarakat.

Pada umumnya, masyarakat mengenal sosok Syaikhona Muhammad Kholil sebagai seorang ulama besar yang memiliki karamah. Juga menjadi guru dari beberapa ulama besar di Nusantara yang menjadi cikal bakal pemberontakan terhadap kolonialisme Belanda.

Baca juga: Ra Latif Serahkan Hadiah kepada Pemenang Karapan Sapi Bupati Cup

Bupati Ra Latif Buka Pameran Sejarah dan Turots Syaikhona Kholil

BUKTI SEJARAH: Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron melihat secara langsung karya ulama Madura yang dipamerkan di halaman Pasarean Syaikhona Muhammad Kholil, Rabu (24/11). (Vivin Agustin Hartono/RadarMadura.id)

”Namun, yang juga perlu diketahui masyarakat, terutama para generasi muda, bahwa sosok Syaikhona Kholil juga seorang cendekiawan muslim yang telah banyak melahirkan  karya ilmiah,” kata mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu.

Pameran tersebut diharapkan menumbuhkan rasa cinta masyarakat, terutama kaum generasi muda, kepada sosok masyhur yang disebut Mbah Kholil itu. Juga menjadikannya sebagai panutan dalam menuntut ilmu.

”Syaikhona Muhammad Kholil tidak hanya dikenal karamahnya saja. Tapi, beliau juga memiliki banyak karya yang dapat diteladani proses-prosesnya selama belajar,” tutur Ra Latif.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan sudah berupaya mengajukan Syaikhona Muhammad Kholil sebagai pahlawan nasional kepada pemerintah pusat. Namun, penyematan gelar pahlawan itu hingga saat ini  belum disetujui.

”Meskipun upaya yang kami  lakukan  belum membuahkan hasil, insyaallah pemkab akan berkomitmen agar  Syaikhona Muhammad Kholil diberi gelar sebagai sosok pahlawan nasional,” tegasnya.

Dari sekian banyak karya Syaikhona Kholil, hanya dua yang saat ini muncul ke permukaan dan bisa dinikmati khalayak umum. Khususnya warga nahdiyin. Yaitu, kitab Assilaah fi Bayaninnikah dan kitab Al-Matnu Assyarif.

”Saat ini telah ada  Tim Turots Ilmi Syaikhona Kholil yang mempunyai upaya untuk  mencari karya-karya peninggalan Syaikhona, menulisnya kembali, dan kemudian menyebarkannya kepada masyarakat luas,” terangnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan Agus Zein menilai, pameran memiliki makna memublikasikan sosok tokoh Syaikhona Muhammad Kholil secara lebih luas dan mendalam. Termasuk dengan karya-karya yang ditinggalkannya.

”Sehingga masyarakat luas bisa lebih mengenal secara detail tentang perjuangan beliau,” ujarnya. (jup/onk)

(mr/*/yan/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia