Selasa, 30 Nov 2021
Radar Madura
Home / Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Olah Limbah Batik agar Tak Cemari Lingkungan

21 November 2021, 22: 23: 52 WIB | editor : Abdul Basri

Olah Limbah Batik agar Tak Cemari Lingkungan

PEDULI LINGKUNGAN: Dosen Ubhara Surabaya bersama seorang mahasiswi dan perajin batik di Desa Paseseh, Kecamatan Tanjungbumi, menunjukkan kotak IPAL untuk pengolahan limbah batik kemarin. (BAHRUL ULUM/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Salah satu dampak dari proses produksi batik tulis adalah limbah batik, khususnya limbah cair hasil residu dari produksi batik. Limbah cair tersebut berasal dari proses pewarnaan, pencucian, dan pelepasan malam atau lilin (pelorodan).

Hampir semua UMKM batik tulis di Kecamatan Tanjungbumi tidak mempunyai instalasi pengolahan limbah batik. Pasca proses produksi, khususnya batik tulis yang menggunakan bahan-bahan kimia, relatif kurang ramah lingkungan.

Alim Hafidz, warga Desa Paseseh Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan, mengatakan, perajin biasanya langsung membuang air limbah begitu saja ke selokan atau sungai terdekat. Menurut dia, hal itu dapat mencemari lingkungan sekitarnya, yaitu air dan tanah.

Baca juga: Perlukah Tes Antibodi setelah Vaksin?

”Sampai sekarang, perajin tidak ada yang mengolah limbah batiknya. Sementara masih saya yang menggunakan IPAL,” terangnya.

Menurut dia, itu bermula dari salah satu Dosen Ubhara Surabaya Dr Amirullah, ST., M.T yang memberikan bimbingan terhadapnya. Lewat bimbingan tersebut, Alim Hafidz menerapkan proses produksi berbasis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

”Jadi, kami dibuatkan IPAL untuk mengolah limbah batik. Jadi, limbah batik itu tidak terbuang sia-sia, melainkan bisa dipakai lagi,” paparnya.

Teknologi yang diterapkan adalah, IPAL batik tulis ramah lingkungan dengan cara menangkap cahaya matahari sebagai sumber energi listrik melalui pembangkit photovoltaic (PV) atau PLTS di Mitra UMKM Batik Zulpah Madura. ”LPPM Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan program Produk Teknologi yang Didiseminasikan ke Masyarakat (PTDM) pada 2021,” kata Dr Amirullah kemarin (20/11).

Dia mengatakan, total ada delapan bak IPAL batik tulis yang dibangun. Antara lain, tiga buah bak pengendap dan perata aliran limbah, satu buah bak koagulasi, tiga buah bak absorpsi karbon aktif, dan satu buah bak kontrol akhir.

”Kegiatan ini merupakan bentuk penerapan produk teknologi instalasi pengolah air limbah (IPAL) untuk proses produksi batik tulis berbasis PLTS,” pungkasnya. 

(mr/bam/rus/bas/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia