Sabtu, 27 Nov 2021
Radar Madura
Home / Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Bakal Panggil Dokter RSIA Glamour Husada Kebun

POGI Cabang Surabaya Belum Tetapkan Jadwal

21 Oktober 2021, 16: 23: 55 WIB | editor : Abdul Basri

Bakal Panggil Dokter RSIA Glamour Husada Kebun

DALAM SOROTAN: Seorang pengunjung RSIA Glamour Husada Kebun duduk di luar ruangan, Minggu (17/10). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan tetap bersikukuh mengeluarkan rekomendasi pencabutan izin praktik (SIP) dr Surya Haskara. POGI Cabang Surabaya juga akan memanggil dokter yang bertugas di RSIA Glamour Husada Kebun itu untuk klarifikasi.

Ketua POGI Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan dr Muljadi Amunullah mengaku sudah berkoordinasi dengan POGI Cabang Surabaya mengenai dugaan pelanggaran kesepakatan yang dilakukan dr Surya Haskara. ”Dia (dr Surya Haskara) akan dipanggil dewan pertimbangan. Sekarang POGI masih ada acara ilmiah di Padang, jadi masih belum bisa memanggil,” ungkapnya kemarin (19/10).

Secara keorganisasian, POGI Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan memang belum pernah memanggil dr Surya Haskara sebelum penerbitan rekomendasi SIP. Alasannya, langkah yang diambil sudah sesuai dengan hasil kesepakatan yang dibuat bersama.

Baca juga: Bupati Ra Latif Imbau Peserta Tak Percaya

”Untuk apa dipanggil. Kan kesepakatannya sudah jelas. Meskipun dokternya tidak berbuat apa-apa, tapi rumah sakitnya yang berbuat (membayar uang transportasi rujukan di atas kesepakatan), itu dokternya tetap kena,” tegas pria yang biasa dipanggil dokter Mul itu.

Awalnya, sambung Mul, organisasinya tidak akan mengambil langkah rekomendasi pencabutan SIP terhadap dr Surya Haskara. Namun atas pertimbangan track record dr Surya Haskara yang pernah memiliki masalah yang sama, pihaknya memutuskan untuk merekomendasikan pencabutan SIP.

Ketua POGI Cabang Surabaya dr Brahmana Askandar membenarkan pihaknya akan memanggil dr Surya Haskara. Namun, saat ini belum menjadwal kapan permintaan klarifikasi akan dilakukan.

Pihaknya mengaku belum tahu detail kesepakatan yang pernah dibuat POGI Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan. ”Kita belum tahu (kapan memanggil). Itu bukan aduan, itu hanya anggota di intern,” katanya siangkat.

Sementara dr Surya Haskara enggan mengomentari rekam jejaknya yang dijadikan pertimbangan oleh POGI untuk pencabutan SIP. Apalagi, dirinya tidak pernah mempersoalkan sesama anggota POGI. ”Tidak usah anu masa lalu lah,” ujarnya.

Tim Hukum RSIA Glamour Bachtiar Pradinata menyesalkan rekomendasi pencabutan SIP terhadap seorang dokter di tempatnya bekerja. Sebab, sebelumnya tidak pernah ada klarifikasi yang dilakukan POGI Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan. Padahal, bisa saja informasi tersebut hanya fitnah. ”Kok tahu-tahu muncul diberitakan di media. Seharusnya, itu dipanggil dulu,” kata alumnus fakultas hukum UTM itu.

Bachtiar juga menyoal klausul kesepakatan yang dibuat POGI Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan. Di mana rekomendasi sanksi pencabutan SIP dikeluarkan jika ada anggota POGI atau rumah sakit tempat praktik memberikan uang transportasi lebih dari Rp 500 ribu.

”Contoh, saya bekerja di RSIA Glamour, lalu RSIA Glamour misalkan ada kesalahan, masa izin saya yang dicabut, kan logikanya begitu,” ujarnya.

Menurut Bachtiar, permasalahan tersebut dapat dinilai masyarakat hanya persaingan bisnis. Sebab, beberapa anggota POGI yang membubuhkan tanda tangan atas rekomendasi terhadap dr Surya Haskara tersebut juga memiliki rumah sakit. ”Yang berbertanda tangan di situ ada yang punya rumah sakit juga. Akhirnya, kan berkembang ke mana-mana,” imbuhnya.

Untuk rencana pemanggilan yang akan dilayangkan POGI Surabaya, pihaknya menghormati. Bachtiar juga akan meminta dr Surya Haskara memenuhi pemanggilan POGI Cabang Surabaya. ”Pada perinsipnya, kami akan selalu mengikuti dan patuh terkait dengan prosedur. Kami menghormati apabila POGI Cabang Surabaya melakukan pemanggilan. Kami anggap itu bukan pemanggilan, melainkan klarifikasi,” jelasnya.

Sebagai informasi, beberapa hari lalu, POGI mendapat informasi adanya pemberian uang pengganti transportasi melebihi kesepakatan bersama di tempat dr Surya Haskara bekerja. Berdasar laporan yang diterima, RSIA Glamour Husada Kebun memberikan uang transportasi kapada bidan yang merujuk pasien dari Kecamatan Arosbaya. Yakni, Rp 2 juta. Perinciannya, Rp 500 ribu dimasukkan di dalam amplop dan Rp 1,5 juta lainnya diberikan secara langsung.

Atas temuan itu, POGI Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan mengeluarkan rekomendasi pencabutan atau pembekuan SIP dr Surya Haskara.

Rekomendasi pencabutan SIP yang dilayangkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan tersebut tertuang dalam surat nomor 07/sekrt/POGI-CAB.SBY-KM-K.BKL/X/2021. Surat tertanggal Kamis (14/10) tersebut ditandatangani Ketua POGI Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan dr Muliadi Amanullah.

Rekomendasi pencabutan SIP juga disetujui dan ditandatangani anggota serta pengurus POGI Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan yang lain. Di antaranya, dr Muliadi Amanullah, dr Raudatul Hikmah, dr Bambang Soejahjo, dan dr Ummu Hanik.

Kemudian, dr Nur Waqiah, dr Desak Ketut Ayu Aryani, dr M. Taufiq Safiie, dr Ratriana Via Parasti, dr Akhmad Risdianto, dan dr Widjaja Indrachan. Tanda tangan itu dibubuhkan dalam surat bernomor 06/sekrt/POGI-CAB.SBY-KM-K.BKL/X/2021.

(mr/jup/onk/bas/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia