Selasa, 26 Oct 2021
Radar Madura
Home / Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Polisi Belum Terima Laporan Penembakan

12 Oktober 2021, 05: 19: 09 WIB | editor : Abdul Basri

Polisi Belum Terima Laporan Penembakan

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Satreskrim Polres Bangkalan rupanya belum menerima laporan perihal insiden anak yang tega menembak sang ibunda pada Sabtu (9/10). Buktinya, kasus tersebut hingga kemarin (11/10) belum dilaporkan secara resmi ke institusi kepolisian.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo mengaku tidak mengetahui penembakan tersebut. Institusinya belum menerima laporan resmi dari masayarakat atau keluarga korban. Jika memang ada laporan, dia memastikan bahwa institusinya akan memproses sesuai ketentuan.

”Saya belum menerima laporan. Kalau ada laporan pasti diproses. Apalagi mengancam keselamatan atau nyawa seseorang,” ucapnya mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Alth Alarino.

Baca juga: Pasien Meninggal setelah Melahirkan

Sekadar mengingatkan, suasana Kelurahan Kraton, Kecamatan/Kota Bangkalan, pada Sabtu malam (9/10) geger. Sebab, salah seorang warga setempat bernama Sulastri ditembak anaknya sendiri berinisial RS, 18. Pemicunya, konon karena sang ibunda tidak menuruti permintaan uang yang diajukan RS beberapa jam sebelum kejadian.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), sore harinya RS meminta uang kepada Sulastri. Namun, ibundanya tidak memenuhi permintaan anaknya lantaran tidak memiliki uang. Maklum saja, Sulastri sehari-hari menjadi pemulung. Penghasilannya dari menjual barang bekas.

Karena tidak dituruti, tiba-tiba RS masuk kamar dan mengambil senapan angin. Setelah keluar kamar, dia langsung mengarahkan senapan anginnya kepada kepala ibundanya. ”Saat itu, korban sedang mencuci piring. Tanpa pikir panjang, RS mengarahkan moncong senapannya ke bagian belakang kepala ibunya,” kata tetangga Sulastri yang enggan namanya dikorankan.

Setelah ditembak dari belakang, Sulastri menjerit minta pertolongan. Tidak lama kemudian, warga sekitar mendatangi tempat kejadian perakara (TKP). ”Saat tiba di rumah korban, ternyata yang bersangkutan tidak sadarkan diri dan darah menetes dari kepala bagian belakang,” ungkapnya.

Tanpa pikir panjang, warga membopong Sulastri ke rumahnya. Saat dicek lebih teliti, ternyata ada bekas luka di kepala korban. Mengetahui hal itu, warga mengevakuasi Sulastri ke bidan setempat untuk mendapat perawatan intensif. ”Saat dibawa ke bidan, lalu disarankan dibawa ke rumah sakit. Sebab, lukanya serius dan korban tidak sadarkan diri,” imbuhnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Ketua RT 01, RW 07, Kelurahan Kraton, Abdurrahman membenarkan peristiwa yang dialami salah seorang warganya tersebut. Hanya, dia enggan menjelaskan secara detail kronologinya. ”Iya benar. Cuma, saya tidak tahu secara pasti. Soalnya saat kejadian saya ada kerja bakti. Dan itu (kejadian, Red) masalah internal keluarga,” jelasnya singkat.

(mr/rul/yan/bas/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia