alexametrics
23.2 C
Madura
Thursday, January 20, 2022

Himasos UTM Gelar Seminar Kewirausahaan dan Pelatihan Sablon Digital

BANGKALAN – Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo Madura (FISIB UTM) mengadakan seminar tentang kewirausahaan serta pelatihan sablon, Jumat (3/12). Acara tersebut diikuti pelajar di naungan Yayasan Taman Sari beserta Komunitas Muslimat Nahdlatul Ulama dan Djoerang Batja di Desa Pakaan Dajah, Kecamaan Galis. Tema pelatihan kali ini ”Memulai Pengalaman, Tingkatkan Jiwa Kewirausahaan”.

Direktur Tokoh Barokah Jaya Moh. Fatoni, M.Pd ditunjuk sebagai pemateri dan memberikan bekal kewirausahaan kepada peserta seminar. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan sablon yang dipandu langsung oleh Doni Alfianto selaku ketua Divisi Kewirausahaan Himasos UTM yang juga pemilik toko clothing online anvilian.id.

Ketua Pelaksana M. Fairozi memiliki alasan mengapa sablon dijadikan tema pelatihan seminar. Salah satunya, masih banyak pelajar yang belum mengetahui teknik sablon digital.

”Sablon ini sebuah usaha yang mungkin belum cukup terkenal di sini. Apalagi, sablon yang menggunakan teknologi digital. Melalui seminar ini, saya ingin memperkenalkan teknologi baru yang tentunya dapat dimanfaatkan sebagai modal bagi peserta dalam berwirausaha. Pelatihan sablon kali ini menggunakan metode digital transfer film (DTF). Tujuannya, agar lebih mudah, efisien, dan tidak membutuhkan berbagai alat dan bahan,” ujarnya.

Baca Juga :  Keluar Masuk Madura Harus Nonreaktif

Wakil Dekanat III FISIB UTM Khoirul Rosyadi, S.S., M.Si., Ph.D. memberikan kewenangan penuh kepada Divisi Kewirausahaan Himasos UTM untuk mengadakan acara tersebut. Sebab,  sejalan dengan kurikulum baru dalam program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). ”Kegiatan seminar ini mengandung Indikator Kinerja Utama (IKU) yang masuk dalam kurikulum MBKM yang mewajibkan peserta didik untuk memiliki jiwa kewirausahaan (selain kemampuan yang diperoleh di ruang kelas,” ulasnya.

Koordinator Program Studi Sosiologi (Ko. Prodi), Hasanudin Lubis, S.Sos., M.A. pun sangat mendukung seminar tersebut. ”Pelatihan sablon perlu diberikan. Sebab, sudah memiliki pasar dan menjadi tren atau gaya hidup dalam industri kreatif pada era sekarang dan seterusnya,” harapnya.

Baca Juga :  Pemerintah Harus Serius, Tidak Hanya Mengimbau

”Kegiatan ini dapat dikategorikan sebagai bentuk pengabdian teman-teman Himasos untuk masyarakat sebagaimana fungsi mahasiswa serta program kelembagaan kepada siswa SMA sederajat. Harapanny, bisa menjadi branding Prodi Sosiologi UTM. Untuk mahasiswa sosiologi sendiri dapat merasakan dampak positif dalam belajar manajemen ilmu sablon yang dipelajari,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Taman Sari Drs. KH. Mahrus Ali mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan Himasos UTM. ”Semoga acara ini dapat menambah wawasan semua peserta didik. Semoga dapat mengembangkan jiwa usaha, wawasan atau ilmu, serta tidak lagi membuat mereka bingung usai lulus nanti,” tuturnya.

Dia menambahkan, setelah mengikuti kegiatan tersebut, peserta seminar dapat menambah wawasan tentang industri tekstil. Khususnya sablon yang menjadi salah satu tema pelatihan kali ini. Tujuannya, agar peserta seminar dapat memiliki semangat usaha sejak dini,” pungkasnya. (*)

BANGKALAN – Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo Madura (FISIB UTM) mengadakan seminar tentang kewirausahaan serta pelatihan sablon, Jumat (3/12). Acara tersebut diikuti pelajar di naungan Yayasan Taman Sari beserta Komunitas Muslimat Nahdlatul Ulama dan Djoerang Batja di Desa Pakaan Dajah, Kecamaan Galis. Tema pelatihan kali ini ”Memulai Pengalaman, Tingkatkan Jiwa Kewirausahaan”.

Direktur Tokoh Barokah Jaya Moh. Fatoni, M.Pd ditunjuk sebagai pemateri dan memberikan bekal kewirausahaan kepada peserta seminar. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan sablon yang dipandu langsung oleh Doni Alfianto selaku ketua Divisi Kewirausahaan Himasos UTM yang juga pemilik toko clothing online anvilian.id.

Ketua Pelaksana M. Fairozi memiliki alasan mengapa sablon dijadikan tema pelatihan seminar. Salah satunya, masih banyak pelajar yang belum mengetahui teknik sablon digital.

”Sablon ini sebuah usaha yang mungkin belum cukup terkenal di sini. Apalagi, sablon yang menggunakan teknologi digital. Melalui seminar ini, saya ingin memperkenalkan teknologi baru yang tentunya dapat dimanfaatkan sebagai modal bagi peserta dalam berwirausaha. Pelatihan sablon kali ini menggunakan metode digital transfer film (DTF). Tujuannya, agar lebih mudah, efisien, dan tidak membutuhkan berbagai alat dan bahan,” ujarnya.

Baca Juga :  Event BEM UTM Spektakuler

Wakil Dekanat III FISIB UTM Khoirul Rosyadi, S.S., M.Si., Ph.D. memberikan kewenangan penuh kepada Divisi Kewirausahaan Himasos UTM untuk mengadakan acara tersebut. Sebab,  sejalan dengan kurikulum baru dalam program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). ”Kegiatan seminar ini mengandung Indikator Kinerja Utama (IKU) yang masuk dalam kurikulum MBKM yang mewajibkan peserta didik untuk memiliki jiwa kewirausahaan (selain kemampuan yang diperoleh di ruang kelas,” ulasnya.

Koordinator Program Studi Sosiologi (Ko. Prodi), Hasanudin Lubis, S.Sos., M.A. pun sangat mendukung seminar tersebut. ”Pelatihan sablon perlu diberikan. Sebab, sudah memiliki pasar dan menjadi tren atau gaya hidup dalam industri kreatif pada era sekarang dan seterusnya,” harapnya.

Baca Juga :  SMPN 2 Bangkalan Tanamkan Wawasan Kebangsaan

”Kegiatan ini dapat dikategorikan sebagai bentuk pengabdian teman-teman Himasos untuk masyarakat sebagaimana fungsi mahasiswa serta program kelembagaan kepada siswa SMA sederajat. Harapanny, bisa menjadi branding Prodi Sosiologi UTM. Untuk mahasiswa sosiologi sendiri dapat merasakan dampak positif dalam belajar manajemen ilmu sablon yang dipelajari,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Taman Sari Drs. KH. Mahrus Ali mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan Himasos UTM. ”Semoga acara ini dapat menambah wawasan semua peserta didik. Semoga dapat mengembangkan jiwa usaha, wawasan atau ilmu, serta tidak lagi membuat mereka bingung usai lulus nanti,” tuturnya.

Dia menambahkan, setelah mengikuti kegiatan tersebut, peserta seminar dapat menambah wawasan tentang industri tekstil. Khususnya sablon yang menjadi salah satu tema pelatihan kali ini. Tujuannya, agar peserta seminar dapat memiliki semangat usaha sejak dini,” pungkasnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru