alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Ajak Generasi Milenial Edukasi Masyarakat

MASYARAKAT tidak perlu panik berlebihan, tapi tetap waspada. Sebab, rantai penularan Covid-19 bisa diputus. Usaha tersebut akan berjalan maksimal jika semua pihak terlibat dan disiplin. Kalangan pemuda juga punya peran penting dalam melawan virus korona.

Ketua PC GP Ansor Sampang Khoiron Zaini mengatakan, masalah yang berkaitan dengan persebaran Covid-19 harus diatasi bersama-sama. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah harus dipatuhi. Hal itu juga perlu didorong oleh generasi milenial.

Masyarakat yang tinggal di pedesaan belum sepenuhnya mengerti bahaya virus korona. Sementara perbarannya pesat. Apalagi, saat ini banyak perantau di zona merah berdatangan ke Madura.

”Ini juga berpengaruh pada tingkat kewaspadaan masyarakat dalam mengantisipasi persebarannya. Makanya, kami mengajak pemuda ikut andil dalam melakukan pencegahan Covid-19 yang sedang mewabah di Indonesia,” katanya kemarin (30/3).

Menurut dia, banyak cara yang bisa dilakukan generasi milenial untuk mengantisipasi persebaran virus korona. Di antaranya, memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya hidup sehat, menjaga kebersihan, dan berdiam di rumah dalam rangka mengikuti imbauan pemerintah.

Sementara itu, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bangkalan juga terlibat dalam mengantisipasi pencegahan Covid-19. Ketua Bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan IPM Bangkalan Ricky Badrut Tamam menyampaikan, sebagai pemuda, pihaknya akan memberikan instruksi pendampingan kepada pemuda dan masyarakat agar lebih kebal dan selektif menerima informasi.

”Basis pemuda hari ini adalah Android. Jadi, pendampingan ini penting dilakukan agar mengurangi keresahan masyarakat saat menerima berita tidak benar,” katanya.

Ajakan juga disampaikan Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan Akhmad Hokim. Dia mengutarakan, pemuda harus berperan aktif untuk mencegah meluasnya Covid-19. Apalagi, Pamekasan sudah masuk zona merah. ”Pemuda harus mengikuti saran pemerintah dalam situasi ini,” imbaunya.

Baca Juga :  Dua Srikandi PLN Ikut Dirikan Tower Listrik Darurat

Selain itu, pemuda harus aktif menyosialisasikan pemahaman tentang Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. ”Masyarakat, utamanya di pedesaan, butuh pemahaman soal itu karena soalah-olah masyarakat di desa-desa ini masih meremehkan,” bebernya.

Hokim menyampaikan bahwa yang perlu dideteksi dalam kondisi Pamekasan menjadi zona merah adalah orang luar yang datang ke Pamekasan. Sebagaimana pasien positif yang punya riwayat bepergian dari luar. Agar terdeteksi dan segera terputus mata rantai kemungkinan persebarannya.

Di tempat terpisah, Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep Hariyanto meminta pemerintah melakukan penanganan cepat dan tepat. Dengan begitu, Covid-19 tidak menular dan menyebar di Kota Keris. Sumenep yang terdiri atas banyak pulau perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah.

Mengingat, mobilitas warga, khususnya di kepulauan, sering kali ke lintas daerah. Misalnya, ke Banyuwangi, Situbondo, Bali, dan daerah lainnya. Terlebih, banyak jalur pelabuhan kecil bagi perahu masyarakat.

Untuk itu, pemerintah dari semua lapisan perlu mengambil langkah tegas guna mengawasi pergerakan dan aktivitas masyarakat. Terutama yang melakukan perjalanan ke daerah terkonfirmasi penularan Covid-19.

”Daerah kepulauan di Sumenep ini paling rentan. Sebab, pengawasan dan pemantauan tidak seketat di daratan,” kata Hariyanto.

Selain itu, dia mendesak pemerintah memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi petugas yang diterjunkan menangani Covid-19. ”Sudah ada yang positif di Pamekasan. Artinya, potensi penularan ini sangat besar di Madura,” pintanya.

Baca Juga :  Penggunaan Masker Belum Merata

Dari Bumi Gerbang Salam, Ketua DPC GMNI Pamekasan Hasan Basri meminta pemerintah segera mendinginkan suasana. Tujuannya, agar tidak menimbulkan kepanikan berlebih sehingga mengganggu psikologis masyarakat.

Pemeritah juga segera mendatangkan alat rapid test yang akurat untuk melakukan tes masal. Mengingat, salah seorang pasien meninggal yang sempat dirawat di RSUD dr Slamet Martodirdjo dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Melalui tes masal itu, kondisi kesehatan masyarakat bisa diketahui secepatnya. Kejadian disinformasi seperti yang terjadi pada pasien positif korona itu tidak akan terulang kembali. ”Pemerintah juga harus memastikan persediaan kebutuhan pangan,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bangkalan Asmir Royhan mengatakan, pandemi Covid-19 harus siatasi dengan ekstra. Sebab, jika tidak bisa memberikan edukasi dan informasi yang baik, kemungkinan masyarakat lebih panik. ”Kami kira ujung tombak pencegahannya memang ada di petugas kesehatan. Selain itu, harus ada edukasi untuk masyarakat,” terangnya.

Menurut Asmir, peran pemuda saat ini juga menjadi ujung tombak. Jika mereka yang saat ini berstatus sebagai pemuda, apalagi mahasiswa, hanya melakukan social distancing dengan cara rebahan dan tidak bijak bersosial media, imbasnya akan dirasakan oleh masyarakat.

”Kami juga mendorong kader kami dan pemuda di Bangkalan agar lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat di sekitarnya. Sebab, pemerintah tidak bisa menjangkau sampai sedalam ini,” tandasnya. (bil/hel/ky)

MASYARAKAT tidak perlu panik berlebihan, tapi tetap waspada. Sebab, rantai penularan Covid-19 bisa diputus. Usaha tersebut akan berjalan maksimal jika semua pihak terlibat dan disiplin. Kalangan pemuda juga punya peran penting dalam melawan virus korona.

Ketua PC GP Ansor Sampang Khoiron Zaini mengatakan, masalah yang berkaitan dengan persebaran Covid-19 harus diatasi bersama-sama. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah harus dipatuhi. Hal itu juga perlu didorong oleh generasi milenial.

Masyarakat yang tinggal di pedesaan belum sepenuhnya mengerti bahaya virus korona. Sementara perbarannya pesat. Apalagi, saat ini banyak perantau di zona merah berdatangan ke Madura.


”Ini juga berpengaruh pada tingkat kewaspadaan masyarakat dalam mengantisipasi persebarannya. Makanya, kami mengajak pemuda ikut andil dalam melakukan pencegahan Covid-19 yang sedang mewabah di Indonesia,” katanya kemarin (30/3).

Menurut dia, banyak cara yang bisa dilakukan generasi milenial untuk mengantisipasi persebaran virus korona. Di antaranya, memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya hidup sehat, menjaga kebersihan, dan berdiam di rumah dalam rangka mengikuti imbauan pemerintah.

Sementara itu, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bangkalan juga terlibat dalam mengantisipasi pencegahan Covid-19. Ketua Bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan IPM Bangkalan Ricky Badrut Tamam menyampaikan, sebagai pemuda, pihaknya akan memberikan instruksi pendampingan kepada pemuda dan masyarakat agar lebih kebal dan selektif menerima informasi.

”Basis pemuda hari ini adalah Android. Jadi, pendampingan ini penting dilakukan agar mengurangi keresahan masyarakat saat menerima berita tidak benar,” katanya.

Ajakan juga disampaikan Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan Akhmad Hokim. Dia mengutarakan, pemuda harus berperan aktif untuk mencegah meluasnya Covid-19. Apalagi, Pamekasan sudah masuk zona merah. ”Pemuda harus mengikuti saran pemerintah dalam situasi ini,” imbaunya.

Baca Juga :  Airlangga dan Ganjar Ziarah ke Kiai Ageng Gribig Jatinom

Selain itu, pemuda harus aktif menyosialisasikan pemahaman tentang Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. ”Masyarakat, utamanya di pedesaan, butuh pemahaman soal itu karena soalah-olah masyarakat di desa-desa ini masih meremehkan,” bebernya.

Hokim menyampaikan bahwa yang perlu dideteksi dalam kondisi Pamekasan menjadi zona merah adalah orang luar yang datang ke Pamekasan. Sebagaimana pasien positif yang punya riwayat bepergian dari luar. Agar terdeteksi dan segera terputus mata rantai kemungkinan persebarannya.

Di tempat terpisah, Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep Hariyanto meminta pemerintah melakukan penanganan cepat dan tepat. Dengan begitu, Covid-19 tidak menular dan menyebar di Kota Keris. Sumenep yang terdiri atas banyak pulau perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah.

Mengingat, mobilitas warga, khususnya di kepulauan, sering kali ke lintas daerah. Misalnya, ke Banyuwangi, Situbondo, Bali, dan daerah lainnya. Terlebih, banyak jalur pelabuhan kecil bagi perahu masyarakat.

Untuk itu, pemerintah dari semua lapisan perlu mengambil langkah tegas guna mengawasi pergerakan dan aktivitas masyarakat. Terutama yang melakukan perjalanan ke daerah terkonfirmasi penularan Covid-19.

”Daerah kepulauan di Sumenep ini paling rentan. Sebab, pengawasan dan pemantauan tidak seketat di daratan,” kata Hariyanto.

Selain itu, dia mendesak pemerintah memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi petugas yang diterjunkan menangani Covid-19. ”Sudah ada yang positif di Pamekasan. Artinya, potensi penularan ini sangat besar di Madura,” pintanya.

Baca Juga :  Penggunaan Masker Belum Merata

Dari Bumi Gerbang Salam, Ketua DPC GMNI Pamekasan Hasan Basri meminta pemerintah segera mendinginkan suasana. Tujuannya, agar tidak menimbulkan kepanikan berlebih sehingga mengganggu psikologis masyarakat.

Pemeritah juga segera mendatangkan alat rapid test yang akurat untuk melakukan tes masal. Mengingat, salah seorang pasien meninggal yang sempat dirawat di RSUD dr Slamet Martodirdjo dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Melalui tes masal itu, kondisi kesehatan masyarakat bisa diketahui secepatnya. Kejadian disinformasi seperti yang terjadi pada pasien positif korona itu tidak akan terulang kembali. ”Pemerintah juga harus memastikan persediaan kebutuhan pangan,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bangkalan Asmir Royhan mengatakan, pandemi Covid-19 harus siatasi dengan ekstra. Sebab, jika tidak bisa memberikan edukasi dan informasi yang baik, kemungkinan masyarakat lebih panik. ”Kami kira ujung tombak pencegahannya memang ada di petugas kesehatan. Selain itu, harus ada edukasi untuk masyarakat,” terangnya.

Menurut Asmir, peran pemuda saat ini juga menjadi ujung tombak. Jika mereka yang saat ini berstatus sebagai pemuda, apalagi mahasiswa, hanya melakukan social distancing dengan cara rebahan dan tidak bijak bersosial media, imbasnya akan dirasakan oleh masyarakat.

”Kami juga mendorong kader kami dan pemuda di Bangkalan agar lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat di sekitarnya. Sebab, pemerintah tidak bisa menjangkau sampai sedalam ini,” tandasnya. (bil/hel/ky)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/