alexametrics
29.5 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Pemerintah Dorong Kemitraan yang Saling Menguntungkan

SULAWESI TENGGARA – Pemerintah terus mendorong program hilirisasi industri dengan mengurangi ekspor bahan mentah atau raw material. Itu dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah di sektor industri dan daya saing perekonomian nasional. Program hilirisasi dengan pemanfaatan alih teknologi penting dilakukan dengan memanfaatkan hasil sumber daya alam serta menjaga lingkungan.

“Berkali-kali saya sampaikan stop ekspor nikel. Tahun depan stop bahan mentah bauksit, tahun depan kita akan stop ekspor minerba lainnya. Kita berhenti ekspor bahan mentah yang tidak membawa nilai tambah besar bagi negara,” ucap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Peninjauan Pabrik Ferronickel dan Stainless Steel serta Peresmian PT Gunbuster Nickel Industry di Kabupaten Konawe.

Presiden Jokowi mendukung jika ada investor yang ingin membangun industri hilirisasi bauksit dalam setahun ke depan ini. Presiden juga mengimbau pemerintah daerah agar selalu menjaga iklim investasi di wilayahnya masing-masing. Sebab dari industri tersebut, pemerintah daerah akan mendapatkan pajak, lapangan pekerjaan dan memperoleh devisa yang tidak sedikit.

“Berikan keamanan bagi investor untuk menjalankan aktivitas usahanya. Sehingga bisa meningkatkan nilai investasinya di masa mendatang. Lapangan pekerjaan dan peluang UMKM baru akan terbentuk. Pada akhirnya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di provinsi maupun kabupaten,” ujar Presiden Jokowi.

Indonesia memiliki cadangan nikel nomor 1 di dunia yang mencapai 21 juta ton atau 24 % dari total cadangan dunia. Produksi nikel Indonesia di 2020 mencapai 781 ribu ton atau 31,8 % dari produksi nikel dunia. Ke depan, produksi nikel tersebut diperkirakan akan terus meningkat (baik untuk produksi nickel pig iron maupun pemrosesan highpressure-acid-leach dari bijih berkadar rendah).

Baca Juga :  Lima Ribu Lebih Buruh Di-PHK

Peningkatan nilai tambah dari bijih nikel menjadi produk ferronickel adalah 14 kali. Dan jika menjadi billet stainless steel akan mencapai 19 kali. Saat ini, smelter nikel yang beroperasi telah mencapai investasi sebesar US$ 15,7 miliar, dengan kapasitas ferronickel yang dihasilkan mencapai 969 ribu ton per tahun.

Ekspor produk ferronickel juga meningkat sangat pesat dari tahun ke tahun. Pada 2020 mencapai US$ 4,7 miliar dan pada periode Januari hingga Oktober 2021 mencapai US$ 5,6 miliar. Berdasar data World Top Export, saat ini ekspor produk berbasis nikel (stainless steel slab, stainless billet dan stainless steel coil) Indonesia menempati peringkat 1 dunia. Total ekspor 2020 senilai US$ 1,63 miliar dan berada di peringkat 4 dalam produksi dunia.

“Kemitraan yang saling menguntungkan antara industri dengan masyarakat akan membawa kemajuan bersama. Hal itu berdampak langsung kepada pertumbuhan industri, penyerapan tenaga kerja, peningkatan kesejahteran masyarakat melalui kewirausahaan, sekaligus meningkatkan infrastruktur sosial masyarakat,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan laporan kepada Presiden Jokowi.

PT Gunbuster Nickel Industry yang telah diresmikan merupakan industri smelter yang terletak di Kabupaten Morowali Utara. Perusahaan tersebut diharapkan menghasilkan ferronickel dengan kapasitas produksi 1,8 juta ton per tahun. Dengan ditambahnya investasi pada PT Gunbuster Nickel Industry, program hilirisasi mineral berbasis sumber daya alam akan semakin cepat tercapai.

Baca Juga :  Menko Airlangga: BT-PKLW di NTB Paling Cepat dan Tepat Sasaran

Hal ini melengkapi lini produksi yang sebelumnya dilakukan di smelter PT Obsidian Stainless Steel Konawe, Sulawesi Tenggara. Perusahaan tersebut merupakan smelter penghasil ferronickel dengan kapasitas produksi 2,2 juta ton per tahun dan billet stainless steel dengan kapasitas produksi 3 juta ton per tahun. Sementara, PT Virtue Dragon Nickel Industry merupakan smelter penghasil ferronickel dengan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun.

Ketiga perusahaan smelter tersebut akan menjadi bagian rencana pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku mineral di dalam negeri.  PT Obsidian Stainless Steel, PT Virtue Dragon Nickel Industry, dan PT Gunbuster Nickel Industry, telah berinvestasi sebesar US$ 8 miliar dan menyerap tenaga kerja lebih kurang 27 ribu orang.

Selain Menteri Perindustrian, acara tersebut dihadiri Menteri Investasi/Kepala BKPM, Sekretaris Kabinet, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Gubernur Sulawesi Tenggara, Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Konawe, Bupati Morowali Utara, Board of Commisioner PT Gunbuster Nickel Industry, Direktur Utama PT Gunbuster Nickel Industry, dan Direktur Utama PT Virtue Dragon Nickel Industry. (rep/fsr/par)

- Advertisement -

SULAWESI TENGGARA – Pemerintah terus mendorong program hilirisasi industri dengan mengurangi ekspor bahan mentah atau raw material. Itu dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah di sektor industri dan daya saing perekonomian nasional. Program hilirisasi dengan pemanfaatan alih teknologi penting dilakukan dengan memanfaatkan hasil sumber daya alam serta menjaga lingkungan.

“Berkali-kali saya sampaikan stop ekspor nikel. Tahun depan stop bahan mentah bauksit, tahun depan kita akan stop ekspor minerba lainnya. Kita berhenti ekspor bahan mentah yang tidak membawa nilai tambah besar bagi negara,” ucap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Peninjauan Pabrik Ferronickel dan Stainless Steel serta Peresmian PT Gunbuster Nickel Industry di Kabupaten Konawe.

Presiden Jokowi mendukung jika ada investor yang ingin membangun industri hilirisasi bauksit dalam setahun ke depan ini. Presiden juga mengimbau pemerintah daerah agar selalu menjaga iklim investasi di wilayahnya masing-masing. Sebab dari industri tersebut, pemerintah daerah akan mendapatkan pajak, lapangan pekerjaan dan memperoleh devisa yang tidak sedikit.


“Berikan keamanan bagi investor untuk menjalankan aktivitas usahanya. Sehingga bisa meningkatkan nilai investasinya di masa mendatang. Lapangan pekerjaan dan peluang UMKM baru akan terbentuk. Pada akhirnya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di provinsi maupun kabupaten,” ujar Presiden Jokowi.

Indonesia memiliki cadangan nikel nomor 1 di dunia yang mencapai 21 juta ton atau 24 % dari total cadangan dunia. Produksi nikel Indonesia di 2020 mencapai 781 ribu ton atau 31,8 % dari produksi nikel dunia. Ke depan, produksi nikel tersebut diperkirakan akan terus meningkat (baik untuk produksi nickel pig iron maupun pemrosesan highpressure-acid-leach dari bijih berkadar rendah).

Baca Juga :  Menko Airlangga Ajak Ulama Sukseskan Prokes Lebaran Idul Adha

Peningkatan nilai tambah dari bijih nikel menjadi produk ferronickel adalah 14 kali. Dan jika menjadi billet stainless steel akan mencapai 19 kali. Saat ini, smelter nikel yang beroperasi telah mencapai investasi sebesar US$ 15,7 miliar, dengan kapasitas ferronickel yang dihasilkan mencapai 969 ribu ton per tahun.

Ekspor produk ferronickel juga meningkat sangat pesat dari tahun ke tahun. Pada 2020 mencapai US$ 4,7 miliar dan pada periode Januari hingga Oktober 2021 mencapai US$ 5,6 miliar. Berdasar data World Top Export, saat ini ekspor produk berbasis nikel (stainless steel slab, stainless billet dan stainless steel coil) Indonesia menempati peringkat 1 dunia. Total ekspor 2020 senilai US$ 1,63 miliar dan berada di peringkat 4 dalam produksi dunia.

“Kemitraan yang saling menguntungkan antara industri dengan masyarakat akan membawa kemajuan bersama. Hal itu berdampak langsung kepada pertumbuhan industri, penyerapan tenaga kerja, peningkatan kesejahteran masyarakat melalui kewirausahaan, sekaligus meningkatkan infrastruktur sosial masyarakat,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan laporan kepada Presiden Jokowi.

PT Gunbuster Nickel Industry yang telah diresmikan merupakan industri smelter yang terletak di Kabupaten Morowali Utara. Perusahaan tersebut diharapkan menghasilkan ferronickel dengan kapasitas produksi 1,8 juta ton per tahun. Dengan ditambahnya investasi pada PT Gunbuster Nickel Industry, program hilirisasi mineral berbasis sumber daya alam akan semakin cepat tercapai.

Baca Juga :  Menko Airlangga Apresiasi Terobosan Pemprov Kalsel

Hal ini melengkapi lini produksi yang sebelumnya dilakukan di smelter PT Obsidian Stainless Steel Konawe, Sulawesi Tenggara. Perusahaan tersebut merupakan smelter penghasil ferronickel dengan kapasitas produksi 2,2 juta ton per tahun dan billet stainless steel dengan kapasitas produksi 3 juta ton per tahun. Sementara, PT Virtue Dragon Nickel Industry merupakan smelter penghasil ferronickel dengan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun.

Ketiga perusahaan smelter tersebut akan menjadi bagian rencana pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku mineral di dalam negeri.  PT Obsidian Stainless Steel, PT Virtue Dragon Nickel Industry, dan PT Gunbuster Nickel Industry, telah berinvestasi sebesar US$ 8 miliar dan menyerap tenaga kerja lebih kurang 27 ribu orang.

Selain Menteri Perindustrian, acara tersebut dihadiri Menteri Investasi/Kepala BKPM, Sekretaris Kabinet, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Gubernur Sulawesi Tenggara, Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Konawe, Bupati Morowali Utara, Board of Commisioner PT Gunbuster Nickel Industry, Direktur Utama PT Gunbuster Nickel Industry, dan Direktur Utama PT Virtue Dragon Nickel Industry. (rep/fsr/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/