alexametrics
29.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Menko Airlangga Beri Apresiasi Penerima Program Kartu Prakerja di Palu

SULTENG – Dalam lawatannya ke Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berkesempatan berdialog dengan perwakilan alumni program Kartu Prakerja. Kegiatan temu alumni program Kartu Prakerja tersebut digelar di Kota Palu, Jumat (27/8).

“Tingginya animo masyarakat terhadap Kartu Prakerja membuktikan bahwa program tersebut sesuai dengan minat dan kebutuhan masyarakat,” ujar Menko Airlangga.

Dalam kegiatan temu alumni program Kartu Prakerja yang dimoderatori Rudy Salahuddin (Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) tersebut, juga memberi kesempatan kepada tiga alumni program Kartu Prakerja menceritakan kisah perjuangan mereka di hadapan Menko Airlangga.

Hidayat, salah seorang peserta program Kartu Prakerja mengaku pernah bangkrut ketika berwirausaha ternak ayam kampung. Lalu, mengambil pelatihan menjadi web designer. Hidayat merupakan alumni program Kartu Prakerja gelombang kedua. “Pelatihan yang saya ikuti sangat berguna. Saat ini saya bekerja di kantor Pemprov Sulteng sebagai teknisi IT,” ucapnya.

Menko Airlangga lalu berbincang dengan Eko, peserta program Kartu Prakerja Gelombang 2. Eko sebelumnya pernah terdampak pengurangan karyawan akibat pandemi Covid-19. Pelatihan konten marketing untuk bisnis serta kursus Bahasa Inggris dipilih Eko untuk meningkatkan kemampuannya.

Dana insentif yang diterima Eko dijadikan modal usaha ternak ayam dengan membeli bibit ayam. Namun usaha yang sempat berjalan beberapa waktu itu terkendala akibat wabah penyakit ayam Akibatnya, usahanya terhenti. Hal itu tidak membuat Eko patah semangat. Dia kembali mencoba menjalankan usaha kerajinan tangan dan budidaya ikan cupang sambil bekerja sebagai pengemudi ojek online.

Baca Juga :  Menyambut Reaktivasi Rel Kereta Madura

“Program Kartu Prakerja telah memperlihatkan keberhasilan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah pandemi,” kata Airlangga.

Manfaat Program Kartu Prakerja juga dirasakan oleh Sahril yang merupakan alumni program Kartu Prakerja Gelombang 2. Pada awal pandemi Covid-19, Sahril sempat dirumahkan dari pekerjaannya sebagai captain pada bagian service sebuah hotel di Kota Palu. Dia lalu mengambil dua pelatihan yang salah satunya tentang kewirausahaan. Sahril berharap pelatihannya akan berguna ketika ia sudah cukup mengumpulkan modal untuk berwirausaha.

Keberhasilan Program Kartu Prakerja juga didukung oleh hasil riset yang melibatkan 2.000 responden. Dimana 98,7 persen penerima program merasa mendapat manfaat dari pelatihan program ini dan 92,6 persen penerima menyatakan pelatihan di program Kartu Prakerja dapat diaplikasikan di tempat kerja.

Program Kartu Prakerja dalam perjalanannya juga mampu mendorong perluasan literasi digital masyarakat dan terbukti ikut serta mengakselerasi inklusi keuangan. Sebanyak 27 persen peserta yang sebelumnya tidak memiliki rekening bank atau e-wallet, kini sudah memiliki rekening.

Selain itu, survey Bank Dunia pada Desember 2020 yang melibatkan 15.238 pedagang online dengan mayoritas pedagang mikro-kecil menyebutkan, 33 persen di antaranya menerima insentif tunai dari program Kartu Prakerja. Selain itu, program Kartu Prakerja juga menjawab kebutuhan utama para pedagang terkait dengan pelatihan, pengetahuan, serta keterampilan digital.

Baca Juga :  Waspadai Pungli Pemasangan kWh Meter

“Saya sangat mengapresiasi para alumni program Kartu Prakerja tetap bersemangat mengembangkan kemampuannya dan melihat ini sebagai peluang. Situasi pandemi ini membuat aktivitas kita beralih ke digital. Semangat pantang menyerah ini tentu sangat menginspirasi kita semua,” ujar Airlangga.

Mengakhiri rangkaian kunjungannya, Airlangga mendatangi lokasi usaha milik Steve yang merupakan alumni program Kartu Prakerja gelombang 8. Steve yang mengambil kelas marketing, menggunakan keahlian tersebut untuk menjalankan usaha budidaya ikan lele. Airlangga lalu menyerahkan bantuan berupa mesin pompa air sekaligus menyaksikan pemberian KUR dari Bank BNI kepada alumni program Kartu Prakerja.

“Keberhasilan Kartu Prakerja sangat bergantung kepada bagaimana penerimanya memanfaatkan pelatihan. Karena itu, saya mengajak seluruh penerima Kartu Prakerja agar menggunakan kesempatan ini untuk skilling, upskilling, dan reskilling,” pungkas Airlangga.

Dalam kunjungan tersebut, Airlangga Hartarto didampingi Menteri Perindustrian, Anggota DPR RI, Gubernur Sulteng, Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, dan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan serta perwakilan dari Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BNI. (ltg/fsr/par)

SULTENG – Dalam lawatannya ke Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berkesempatan berdialog dengan perwakilan alumni program Kartu Prakerja. Kegiatan temu alumni program Kartu Prakerja tersebut digelar di Kota Palu, Jumat (27/8).

“Tingginya animo masyarakat terhadap Kartu Prakerja membuktikan bahwa program tersebut sesuai dengan minat dan kebutuhan masyarakat,” ujar Menko Airlangga.

Dalam kegiatan temu alumni program Kartu Prakerja yang dimoderatori Rudy Salahuddin (Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) tersebut, juga memberi kesempatan kepada tiga alumni program Kartu Prakerja menceritakan kisah perjuangan mereka di hadapan Menko Airlangga.


Hidayat, salah seorang peserta program Kartu Prakerja mengaku pernah bangkrut ketika berwirausaha ternak ayam kampung. Lalu, mengambil pelatihan menjadi web designer. Hidayat merupakan alumni program Kartu Prakerja gelombang kedua. “Pelatihan yang saya ikuti sangat berguna. Saat ini saya bekerja di kantor Pemprov Sulteng sebagai teknisi IT,” ucapnya.

Menko Airlangga lalu berbincang dengan Eko, peserta program Kartu Prakerja Gelombang 2. Eko sebelumnya pernah terdampak pengurangan karyawan akibat pandemi Covid-19. Pelatihan konten marketing untuk bisnis serta kursus Bahasa Inggris dipilih Eko untuk meningkatkan kemampuannya.

Dana insentif yang diterima Eko dijadikan modal usaha ternak ayam dengan membeli bibit ayam. Namun usaha yang sempat berjalan beberapa waktu itu terkendala akibat wabah penyakit ayam Akibatnya, usahanya terhenti. Hal itu tidak membuat Eko patah semangat. Dia kembali mencoba menjalankan usaha kerajinan tangan dan budidaya ikan cupang sambil bekerja sebagai pengemudi ojek online.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Bansos untuk Wilayah PPKM

“Program Kartu Prakerja telah memperlihatkan keberhasilan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah pandemi,” kata Airlangga.

Manfaat Program Kartu Prakerja juga dirasakan oleh Sahril yang merupakan alumni program Kartu Prakerja Gelombang 2. Pada awal pandemi Covid-19, Sahril sempat dirumahkan dari pekerjaannya sebagai captain pada bagian service sebuah hotel di Kota Palu. Dia lalu mengambil dua pelatihan yang salah satunya tentang kewirausahaan. Sahril berharap pelatihannya akan berguna ketika ia sudah cukup mengumpulkan modal untuk berwirausaha.

Keberhasilan Program Kartu Prakerja juga didukung oleh hasil riset yang melibatkan 2.000 responden. Dimana 98,7 persen penerima program merasa mendapat manfaat dari pelatihan program ini dan 92,6 persen penerima menyatakan pelatihan di program Kartu Prakerja dapat diaplikasikan di tempat kerja.

Program Kartu Prakerja dalam perjalanannya juga mampu mendorong perluasan literasi digital masyarakat dan terbukti ikut serta mengakselerasi inklusi keuangan. Sebanyak 27 persen peserta yang sebelumnya tidak memiliki rekening bank atau e-wallet, kini sudah memiliki rekening.

Selain itu, survey Bank Dunia pada Desember 2020 yang melibatkan 15.238 pedagang online dengan mayoritas pedagang mikro-kecil menyebutkan, 33 persen di antaranya menerima insentif tunai dari program Kartu Prakerja. Selain itu, program Kartu Prakerja juga menjawab kebutuhan utama para pedagang terkait dengan pelatihan, pengetahuan, serta keterampilan digital.

Baca Juga :  Menko Airlangga Ajak Kadin Lihat Kemandirian Jangka Panjang

“Saya sangat mengapresiasi para alumni program Kartu Prakerja tetap bersemangat mengembangkan kemampuannya dan melihat ini sebagai peluang. Situasi pandemi ini membuat aktivitas kita beralih ke digital. Semangat pantang menyerah ini tentu sangat menginspirasi kita semua,” ujar Airlangga.

Mengakhiri rangkaian kunjungannya, Airlangga mendatangi lokasi usaha milik Steve yang merupakan alumni program Kartu Prakerja gelombang 8. Steve yang mengambil kelas marketing, menggunakan keahlian tersebut untuk menjalankan usaha budidaya ikan lele. Airlangga lalu menyerahkan bantuan berupa mesin pompa air sekaligus menyaksikan pemberian KUR dari Bank BNI kepada alumni program Kartu Prakerja.

“Keberhasilan Kartu Prakerja sangat bergantung kepada bagaimana penerimanya memanfaatkan pelatihan. Karena itu, saya mengajak seluruh penerima Kartu Prakerja agar menggunakan kesempatan ini untuk skilling, upskilling, dan reskilling,” pungkas Airlangga.

Dalam kunjungan tersebut, Airlangga Hartarto didampingi Menteri Perindustrian, Anggota DPR RI, Gubernur Sulteng, Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, dan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan serta perwakilan dari Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BNI. (ltg/fsr/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Hujan, PT Garam Tunda Produksi

Pemdes Sergang Putuskan Kelola Makam Kuno

Dewan Minta BPK Lakukan Audit

Artikel Terbaru

/