alexametrics
22.2 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Airlangga Hartarto Ungkap Strategi Ekonomi Tetap Tumbuh saat PPKM

JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, ada sejumlah faktor yang bisa menjadi mesin penggerak perekonomian nasional di masa penerapan PPKM level 4. Mesin utama yang bisa menggerakkan perekonomian nasional saat ini adalah konsumsi domestik di Indonesia.

Menurut dia, adanya sedikit penekanan mobilitas masyarakat pada penerapan PPKM level 4 memengaruhi tingkat konsumsi domestik. Namun, pemerintah telah mengantisipasi agar tingkat konsumsi domestik masyarakat tetap terjaga selama PPKM level 4 yang diperpanjang hingga 2 Agustus mendatang melalui berbagai bantuan sosial.

”Selain konsumsi domestik, mesin penggerak ekonomi nasional juga terletak pada belanja pemerintah. Belanja pemerintah itu terus kita kondisikan agar serapan anggarannya bisa tercapai. Sehingga, diharapkan terdapat pertumbuhan dalam belanja pemerintah,” ujar Airlangga Hartarto saat menghadiri sebuah acara di salah satu TV pada Senin malam (26/7).

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi, Bergantung pada Efektivitas Penanganan Covid-19

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menambahkan, penggerak perekonomian ketiga yakni investasi. Ditegaskan, pemerintah menjaga agar investasi terus masuk ke Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah implementasi online single submission untuk memudahkan investasi masuk ke Indonesia.

Selain itu, ekspor juga menjadi salah satu mesin tambahan untuk menggerakkan roda perekonomian nasional. *Dengan komoditas yang baik. Sehingga demand-nya meningkat. Diharapkan bisa menjadi buffer terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutur Airlangga.

Dijelaskan, salah satu akselerator untuk perekonomian nasional yang akan didorong adalah digitalisasi. Saat ini perekonomian digital sudah mencapai 44 miliar dolar AS. Pada 2025, diharapkan sudah mencapai 125 miliar dolar.

Baca Juga :  Airlangga Hartarto: Forum ASEAN-Rusia Dukung Stabilitas Ekonomi

”Inilah yang pemerintah terus dorong, dan diharapkan pada akhir tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di level 3,7 persen sampai dengan 4,5 persen. Masih positif,” kata Airlangga.

Namun, pemerintah juga meminta seluruh pihak bekerja sama agar persebaran Covid-19 bisa terkendali dengan disiplin PPKM level 4. Terutama masyarakat, pimpinan perusahaan, dan pemerintah daerah. ”Sebab, pemerintah pusat sudah menyiapkan agar mesin penggerak perekonomian nasional tetap tumbuh,” pungkasnya. (*/par)

- Advertisement -

JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, ada sejumlah faktor yang bisa menjadi mesin penggerak perekonomian nasional di masa penerapan PPKM level 4. Mesin utama yang bisa menggerakkan perekonomian nasional saat ini adalah konsumsi domestik di Indonesia.

Menurut dia, adanya sedikit penekanan mobilitas masyarakat pada penerapan PPKM level 4 memengaruhi tingkat konsumsi domestik. Namun, pemerintah telah mengantisipasi agar tingkat konsumsi domestik masyarakat tetap terjaga selama PPKM level 4 yang diperpanjang hingga 2 Agustus mendatang melalui berbagai bantuan sosial.

”Selain konsumsi domestik, mesin penggerak ekonomi nasional juga terletak pada belanja pemerintah. Belanja pemerintah itu terus kita kondisikan agar serapan anggarannya bisa tercapai. Sehingga, diharapkan terdapat pertumbuhan dalam belanja pemerintah,” ujar Airlangga Hartarto saat menghadiri sebuah acara di salah satu TV pada Senin malam (26/7).

Baca Juga :  Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Bisa Capai 7-8 Persen


Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menambahkan, penggerak perekonomian ketiga yakni investasi. Ditegaskan, pemerintah menjaga agar investasi terus masuk ke Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah implementasi online single submission untuk memudahkan investasi masuk ke Indonesia.

Selain itu, ekspor juga menjadi salah satu mesin tambahan untuk menggerakkan roda perekonomian nasional. *Dengan komoditas yang baik. Sehingga demand-nya meningkat. Diharapkan bisa menjadi buffer terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutur Airlangga.

Dijelaskan, salah satu akselerator untuk perekonomian nasional yang akan didorong adalah digitalisasi. Saat ini perekonomian digital sudah mencapai 44 miliar dolar AS. Pada 2025, diharapkan sudah mencapai 125 miliar dolar.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi, Bergantung pada Efektivitas Penanganan Covid-19

”Inilah yang pemerintah terus dorong, dan diharapkan pada akhir tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di level 3,7 persen sampai dengan 4,5 persen. Masih positif,” kata Airlangga.

Namun, pemerintah juga meminta seluruh pihak bekerja sama agar persebaran Covid-19 bisa terkendali dengan disiplin PPKM level 4. Terutama masyarakat, pimpinan perusahaan, dan pemerintah daerah. ”Sebab, pemerintah pusat sudah menyiapkan agar mesin penggerak perekonomian nasional tetap tumbuh,” pungkasnya. (*/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/