alexametrics
24.3 C
Madura
Friday, May 27, 2022

PPKM Dorong Hasil Terbaik, Makin Banyak Kabupaten/Kota Turun Level

JAKARTA – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan sejak awal Juli 2021 di seluruh Indonesia menunjukkan perbaikan. Indikasinya, jumlah kasus aktif dan tingkat keterisian rumah sakit(BOR) semakin menurun.

Berdasar data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) per 23 Agustus 2021, total kasus Covid-19 nasional sebanyak 290.518 kasus. Wilayah di luar Jawa-Bali berkontribusi kasus aktif sebesar 52,3 persen dan sisanya di Jawa-Bali sebanyak 47,7 persen.

Penurunan kasus aktif secara nasional turun sebesar -35,17 persen. Penurunan tertinggi terjadi di wilayah Nusa Tenggara sebesar -47,07 persen. Selanjutnya, diikuti Jawa-Bali -42,28 persen, Kalimantan -31,30 persen, Sumatera -25,72 persen, Sulawesi -21,02 persen, dan Maluku serta Papua -18,86 persen.

Tingkat kesembuhan (Recovery Rate) nasional mencapai 89,52 persen. Namun lebih tinggi dari global yang mencapai 89,48 persen. Kesembuhan per wilayah adalah Jawa-Bali 91,59 persen, Nusa Tenggara 89,51 persen, Kalimantan 86,54 persen, Sulawesi 85,02 persen, Sumatera 84,40 persen, dan Maluku serta Papua 79,16 persen.

Khusus tingkat kematian (CFR), terdapat beberapa daerah yang persentasenya di atas nasional sebesar 3,19 persen. Sedangkan CFR global 2,09 persen. Data CFR per wilayah, yang masih di atas nasional adalah Jawa-Bali 3,33 persen dan Sumatera 3,27 persen. Sedangkan yang sudah di bawah CFR nasional adalah Kalimantan 3,04 persen, Sulawesi 2,41 persen, Nusa Tenggara 2,20 persen, dan Maluku serta Papua 1,55 persen.

Tingkat keterisian TT (BOR) sudah membaik. Secara nasional BOR TT Covid-19 cukup rendah yaitu 32,9 persen (BOR isolasi 31,5 persen dan BOR intensif 46,9 persen). Untuk daerah luar Jawa-Bali, angka BOR 41,6 persen. Tidak ada yang melebihi 60 persen. Sedangkan untuk wilayah Jawa-Bali BOR sebesar 27,7 persen.

Untuk menjaga BOR masih dapat dilakukan dengan meningkatkan konversi TT untuk Covid-19 dan penyediaan fasilitas isolasi terpusat (Isoter). Termasuk penggunaan kapal PELNI (khusus untuk Isoter luar Jawa – Bali).

Untuk isoter luar Jawa-Bali tersedia kapasitas 42.519 TT dengan BOR 27 persen (per 21 Agustus 2021). Sementara isoter kapal PELNI tersedia lebih dari 3.500 TT (3.596 TT) yang tersebar di enam wilayah. Rinciannya Medan (KM Bukit Raya) 463 TT, Lampung (KM Lawit) 437 TT, Makassar (KM Umsini) 849 TT, Bitung (KM. Tatamailau) 458 TT, Sorong (KM Sirimau) 460 TT, dan Jayapura (KM Tidar) 929 TT.

Untuk luar Jawa Bali juga ada perkembangan level asesmen yang sedikit membaik. Buktinya, 11 provinsi yang semula level asesmen 4 kini tinggal tujuh provinsi. Sedangkan di tingkat kabupaten/kota juga ada perbaikan. Semula, 132 kabupaten/kota level asesmen 4 kini tersisa 104 kabupaten/kota.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Ke-20 Asal Klampis

Kawasan level asesmen 3 naik dari 215 kabupaten/kota menjadi 234 kabupaten/kota. Kawasan level asesmen 2 pun demikian dari 39 kabupaten/kota menjadi 48 kabupaten/kota.

Sementara itu, dari 45 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Level 4 (Periode 9-23 Agustus 2021), terdapat 11 kabupaten/kota membaik dan turun level asesmennya dari 4 menjadi 3. Rinciannya Bengkulu Utara, Merangin, Barito Kuala, Tulang Bawang Barat, Lampung Selatan, Lampung Barat, Ende, Sikka, Siak, Rokan Hulu, dan Dumai.

Kini tersisa 34 kabupaten/kota yang masih tetap berada di level asesmen 4 dan ditetapkan untuk menerapkan PPKM level 4 mulai 24 Agustus sampai 6 September 2021.

“Penentuan level disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan di masing-masing daerah. Berdasar hasil rapat evaluasi yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) setiap pekan,” ucap Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Senin malam (23/8).

Untuk mobilitas masyarakat, mengalami penurunan cukup tajam selama periode 1 Juli sampai 18 Agustus 2021. Namun melandai dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, perlu ditekan kembali agar mobilitas masyarakat dapat dikendalikan. Sehingga penambahan kasus bisa dicegah.

Khusus untuk 45 kabupaten/kota PPKM Level 4 Luar Jawa-Bali, selama bulan Agustus 2021 ini sudah terjadi penurunan mobilitas, namun belum sesuai target. Masih terdapat 19 kabupaten/kota dengan penurunan mobilitas yang masih kurang dari 10 persen. Bahkan, delapan daerah lebih tinggi dari normal (baseline).

Perinciannya Pematang Siantar, Padang, Pekanbaru, Jambi, Bandar Lampung, Jayapura, Sumba Timur, dan Kota Kupang. Namun demikian, terdapat 3 kabupaten/kota yang penurunannya sudah cukup signifikan atau lebih dari 30 persen. Rinciannya Kutai Kartanegara minus 41,3 persen, Palu minus 34,4 persen, Bengkulu Utara minus 34,0 persen.

Selain itu, program vaksinasi nasional per 22 Agustus 2021 telah disuntikan sebanyak 90,61 juta dosis. Rinciannya 57,96 juta suntikan pertama dan 32,2 juta dosis suntikan kedua serta 448,95 ribu suntikan ketiga (untuk para tenaga kesehatan).

“Untuk menjaga keseimbangan antara aspek Kesehatan (penanganan Covid-19) dan aspek Pemulihan Ekonomi atau menyeimbangkan “gas dan rem”, pemerintah melakukan beberapa penyesuaian dalam pengaturan mobilitas dan aktivitas masyarakat dalam PPKM Level 4 di Luar Jawa Bali. Seluruh aktivitas/kegiatan harus menerapkan prokes secara ketat dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi,” jelas Airlangga.

Ada beberapa penyesuaian pengaturan untuk PPKM Level 4 di luar Jawa Bali. Di antara lain tempat kerja/perkantoran dapat melakukan WFO maksimal 25 persen dari kapasitas, dengan prokes secara ketat. Bila menjadi klaster akan ditutup selama lima hari.

Tempat Ibadah dapat mengadakan kegiatan peribadatan, maksimal 25 persen dari kapasitas atau maksimal 30 sampai 50 orang dengan prokes secara ketat. Tentunya, harus memperhatikan pengaturan teknis dari kementerian agama.

Baca Juga :  Minimalkan Dampak Pandemi Covid-19, Pemda Lakukan Refocusing Anggaran

“Restoran/kafe diperbolehkan makan di tempat, dengan maksimal 25 persen kapasitas. Ketentuannya dua orang per meja, dan pembatasan jam operasional hingga pukul 20.00,” ulas Airlangga.

Pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan diizinkan beroperasi 50 perse  dari kapasitas, jam operasional pukul 10.00 sampai pukul 20.00, menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau penerapan prokes yang diatur oleh pemerintah daerah.

Fasilitas umum (area publik, taman/tempat wisata umum) diizinkan beroperasi 25 persen dari kapasitas, menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau penerapan prokes yang diatur oleh pemerintah daerah.

Kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan diizinkan beroperasi 25 persen dari kapasitas, menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau penerapan prokes yang diatur oleh pemerintah daerah.

Resepsi pernikahan dan hajatan (kemasyarakatan) maksimal 25 persen dari kapasitas atau 30 (tiga puluh) orang, tidak ada hidangan makanan di tempat, dengan penerapan prokes yang diatur oleh pemerintah daerah.

Industri orientasi ekspor dan penunjangnya, dapat beroperasi 100 persen, penerapan prokes secara ketat. Apabila menjadi klaster baru Covid-19 maka akan ditutup selama lima hari.

Realisasi Program Perlindungan Sosial (Perlinsos), pemerintah telah menyalurkan program bantuan beras Bulog (10 kilogram per kepala keluarga) di 2021 dengan target 28,8 juta keluarga. Tahap I selesai disalurkan 20 juta keluarga, kemudian tahap 2 sebanyak 8,8 juta keluarga dalam proses penyaluran.

Bantuan Subsidi Upah atau BSU (Rp 1 juta per pekerja), dengan target 8,8 juta sektor non kritikal di PPKM level 3 dan 4 yang disalurkan dalam lima tahap. Tahap 1 telah selesai disalurkan untuk 947.669 penerima, dan tahap 2 untuk 1,25 juta pekerja sudah disalurkan sejak 19 Agustus 2021.

Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) per 11 Ags 2021 sudah terealisasi Rp 14,21 triliun untuk 11,84 juta pelaku usaha mikro (92,52 persen dari total anggaran Rp 15,36 triliun). Lalu, Kartu Prakerja Batch 18 yang pendaftarannya sudah berakhir pada 19 Agustus 2021 dengan jumlah pendaftar 3.181.661 dan akan diterima 800.000 orang.

“Jumlah pendaftar Kartu Prakerja untuk Batch 1 sampai 18 di tahun 2021 adalah 67,6 juta orang. Pada semester 1 – 2021 (Batch 12-17), jumlah penerimanya sebanyak 2.772.880 orang. Pada semester 2 – 2021 (Batch 18 – dst) jumlah penerimanya ditargetkan sebanyak 3,1 juta orang, dengan penambahan anggaran Rp1,2 triliun,” tutup Menko Airlangga.

Turut hadir dalam Konferensi Pers tersebut antara lain Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (rep/fsr/hls/par)

JAKARTA – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan sejak awal Juli 2021 di seluruh Indonesia menunjukkan perbaikan. Indikasinya, jumlah kasus aktif dan tingkat keterisian rumah sakit(BOR) semakin menurun.

Berdasar data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) per 23 Agustus 2021, total kasus Covid-19 nasional sebanyak 290.518 kasus. Wilayah di luar Jawa-Bali berkontribusi kasus aktif sebesar 52,3 persen dan sisanya di Jawa-Bali sebanyak 47,7 persen.

Penurunan kasus aktif secara nasional turun sebesar -35,17 persen. Penurunan tertinggi terjadi di wilayah Nusa Tenggara sebesar -47,07 persen. Selanjutnya, diikuti Jawa-Bali -42,28 persen, Kalimantan -31,30 persen, Sumatera -25,72 persen, Sulawesi -21,02 persen, dan Maluku serta Papua -18,86 persen.


Tingkat kesembuhan (Recovery Rate) nasional mencapai 89,52 persen. Namun lebih tinggi dari global yang mencapai 89,48 persen. Kesembuhan per wilayah adalah Jawa-Bali 91,59 persen, Nusa Tenggara 89,51 persen, Kalimantan 86,54 persen, Sulawesi 85,02 persen, Sumatera 84,40 persen, dan Maluku serta Papua 79,16 persen.

Khusus tingkat kematian (CFR), terdapat beberapa daerah yang persentasenya di atas nasional sebesar 3,19 persen. Sedangkan CFR global 2,09 persen. Data CFR per wilayah, yang masih di atas nasional adalah Jawa-Bali 3,33 persen dan Sumatera 3,27 persen. Sedangkan yang sudah di bawah CFR nasional adalah Kalimantan 3,04 persen, Sulawesi 2,41 persen, Nusa Tenggara 2,20 persen, dan Maluku serta Papua 1,55 persen.

Tingkat keterisian TT (BOR) sudah membaik. Secara nasional BOR TT Covid-19 cukup rendah yaitu 32,9 persen (BOR isolasi 31,5 persen dan BOR intensif 46,9 persen). Untuk daerah luar Jawa-Bali, angka BOR 41,6 persen. Tidak ada yang melebihi 60 persen. Sedangkan untuk wilayah Jawa-Bali BOR sebesar 27,7 persen.

Untuk menjaga BOR masih dapat dilakukan dengan meningkatkan konversi TT untuk Covid-19 dan penyediaan fasilitas isolasi terpusat (Isoter). Termasuk penggunaan kapal PELNI (khusus untuk Isoter luar Jawa – Bali).

Untuk isoter luar Jawa-Bali tersedia kapasitas 42.519 TT dengan BOR 27 persen (per 21 Agustus 2021). Sementara isoter kapal PELNI tersedia lebih dari 3.500 TT (3.596 TT) yang tersebar di enam wilayah. Rinciannya Medan (KM Bukit Raya) 463 TT, Lampung (KM Lawit) 437 TT, Makassar (KM Umsini) 849 TT, Bitung (KM. Tatamailau) 458 TT, Sorong (KM Sirimau) 460 TT, dan Jayapura (KM Tidar) 929 TT.

Untuk luar Jawa Bali juga ada perkembangan level asesmen yang sedikit membaik. Buktinya, 11 provinsi yang semula level asesmen 4 kini tinggal tujuh provinsi. Sedangkan di tingkat kabupaten/kota juga ada perbaikan. Semula, 132 kabupaten/kota level asesmen 4 kini tersisa 104 kabupaten/kota.

Baca Juga :  Kejari Punya PR Tunggakan Kasus

Kawasan level asesmen 3 naik dari 215 kabupaten/kota menjadi 234 kabupaten/kota. Kawasan level asesmen 2 pun demikian dari 39 kabupaten/kota menjadi 48 kabupaten/kota.

Sementara itu, dari 45 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Level 4 (Periode 9-23 Agustus 2021), terdapat 11 kabupaten/kota membaik dan turun level asesmennya dari 4 menjadi 3. Rinciannya Bengkulu Utara, Merangin, Barito Kuala, Tulang Bawang Barat, Lampung Selatan, Lampung Barat, Ende, Sikka, Siak, Rokan Hulu, dan Dumai.

Kini tersisa 34 kabupaten/kota yang masih tetap berada di level asesmen 4 dan ditetapkan untuk menerapkan PPKM level 4 mulai 24 Agustus sampai 6 September 2021.

“Penentuan level disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan di masing-masing daerah. Berdasar hasil rapat evaluasi yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) setiap pekan,” ucap Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Senin malam (23/8).

Untuk mobilitas masyarakat, mengalami penurunan cukup tajam selama periode 1 Juli sampai 18 Agustus 2021. Namun melandai dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, perlu ditekan kembali agar mobilitas masyarakat dapat dikendalikan. Sehingga penambahan kasus bisa dicegah.

Khusus untuk 45 kabupaten/kota PPKM Level 4 Luar Jawa-Bali, selama bulan Agustus 2021 ini sudah terjadi penurunan mobilitas, namun belum sesuai target. Masih terdapat 19 kabupaten/kota dengan penurunan mobilitas yang masih kurang dari 10 persen. Bahkan, delapan daerah lebih tinggi dari normal (baseline).

Perinciannya Pematang Siantar, Padang, Pekanbaru, Jambi, Bandar Lampung, Jayapura, Sumba Timur, dan Kota Kupang. Namun demikian, terdapat 3 kabupaten/kota yang penurunannya sudah cukup signifikan atau lebih dari 30 persen. Rinciannya Kutai Kartanegara minus 41,3 persen, Palu minus 34,4 persen, Bengkulu Utara minus 34,0 persen.

Selain itu, program vaksinasi nasional per 22 Agustus 2021 telah disuntikan sebanyak 90,61 juta dosis. Rinciannya 57,96 juta suntikan pertama dan 32,2 juta dosis suntikan kedua serta 448,95 ribu suntikan ketiga (untuk para tenaga kesehatan).

“Untuk menjaga keseimbangan antara aspek Kesehatan (penanganan Covid-19) dan aspek Pemulihan Ekonomi atau menyeimbangkan “gas dan rem”, pemerintah melakukan beberapa penyesuaian dalam pengaturan mobilitas dan aktivitas masyarakat dalam PPKM Level 4 di Luar Jawa Bali. Seluruh aktivitas/kegiatan harus menerapkan prokes secara ketat dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi,” jelas Airlangga.

Ada beberapa penyesuaian pengaturan untuk PPKM Level 4 di luar Jawa Bali. Di antara lain tempat kerja/perkantoran dapat melakukan WFO maksimal 25 persen dari kapasitas, dengan prokes secara ketat. Bila menjadi klaster akan ditutup selama lima hari.

Tempat Ibadah dapat mengadakan kegiatan peribadatan, maksimal 25 persen dari kapasitas atau maksimal 30 sampai 50 orang dengan prokes secara ketat. Tentunya, harus memperhatikan pengaturan teknis dari kementerian agama.

Baca Juga :  PTM Bakal Digelar, Gubernur Khofifah Minta Disiplin Terapkan Prokes

“Restoran/kafe diperbolehkan makan di tempat, dengan maksimal 25 persen kapasitas. Ketentuannya dua orang per meja, dan pembatasan jam operasional hingga pukul 20.00,” ulas Airlangga.

Pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan diizinkan beroperasi 50 perse  dari kapasitas, jam operasional pukul 10.00 sampai pukul 20.00, menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau penerapan prokes yang diatur oleh pemerintah daerah.

Fasilitas umum (area publik, taman/tempat wisata umum) diizinkan beroperasi 25 persen dari kapasitas, menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau penerapan prokes yang diatur oleh pemerintah daerah.

Kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan diizinkan beroperasi 25 persen dari kapasitas, menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau penerapan prokes yang diatur oleh pemerintah daerah.

Resepsi pernikahan dan hajatan (kemasyarakatan) maksimal 25 persen dari kapasitas atau 30 (tiga puluh) orang, tidak ada hidangan makanan di tempat, dengan penerapan prokes yang diatur oleh pemerintah daerah.

Industri orientasi ekspor dan penunjangnya, dapat beroperasi 100 persen, penerapan prokes secara ketat. Apabila menjadi klaster baru Covid-19 maka akan ditutup selama lima hari.

Realisasi Program Perlindungan Sosial (Perlinsos), pemerintah telah menyalurkan program bantuan beras Bulog (10 kilogram per kepala keluarga) di 2021 dengan target 28,8 juta keluarga. Tahap I selesai disalurkan 20 juta keluarga, kemudian tahap 2 sebanyak 8,8 juta keluarga dalam proses penyaluran.

Bantuan Subsidi Upah atau BSU (Rp 1 juta per pekerja), dengan target 8,8 juta sektor non kritikal di PPKM level 3 dan 4 yang disalurkan dalam lima tahap. Tahap 1 telah selesai disalurkan untuk 947.669 penerima, dan tahap 2 untuk 1,25 juta pekerja sudah disalurkan sejak 19 Agustus 2021.

Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) per 11 Ags 2021 sudah terealisasi Rp 14,21 triliun untuk 11,84 juta pelaku usaha mikro (92,52 persen dari total anggaran Rp 15,36 triliun). Lalu, Kartu Prakerja Batch 18 yang pendaftarannya sudah berakhir pada 19 Agustus 2021 dengan jumlah pendaftar 3.181.661 dan akan diterima 800.000 orang.

“Jumlah pendaftar Kartu Prakerja untuk Batch 1 sampai 18 di tahun 2021 adalah 67,6 juta orang. Pada semester 1 – 2021 (Batch 12-17), jumlah penerimanya sebanyak 2.772.880 orang. Pada semester 2 – 2021 (Batch 18 – dst) jumlah penerimanya ditargetkan sebanyak 3,1 juta orang, dengan penambahan anggaran Rp1,2 triliun,” tutup Menko Airlangga.

Turut hadir dalam Konferensi Pers tersebut antara lain Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (rep/fsr/hls/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/