alexametrics
24 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Wajah Baru BOD Bank Bukopin

MADURA – Bank Bukopin kembali menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Selasa, 25 Agustus 2020. Kegiatan tersebut dalam rangka meminta persetujuan para pemegang saham guna menjalankan aksi korporasi selanjutnya.

Sebelumnya, Bank Bukopin menyelesaikan Aksi Korporasi dalam rangka penguatan modal perseroan melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) V. Kegiatan tersebut selesai Senin, 27 Juli lalu.

Atas hasil tersebut, perseroan berhasil mendapat dukungan permodalan dari Kookmin Bank (KB) dan pemegang saham lainnya. Kemudian, menjadikan KB sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 33.90 persen.

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono mengatakan, aksi korporasi itu sebagai bentuk penguatan fundamental Bank Bukopin. Sebab, pandemi Covid-19 berdampak pada laju bisnis industri, terutama pada sektor perbankan. Pelaku industri melakukan penyesuaian yang berdampak pada aktivitas perseroan.

Guna menstimulus industri, Bank Bukopin melakukan ekspansi masif yang ditopang dengan fundamental likuiditas yang kokoh. Empat agenda yang dibahas dalam RUPSLB itu. Hasilnya, diminta persetujuan pada pemegang saham.

Perinciannya, persetujuan atas penyesuaian pasal 3 anggaran dasar perseroan, persetujuan atas perubahan pasal 4 ayat 1 dan 2 anggaran dasar perseroan. Lalu, persetujuan atas aksi korporasi perseroan melalui skema Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), dan persetujuan perubahan susunan anggota direksi dan dewan komisaris perseroan.

Baca Juga :  KB Bukopin Siap Jadi Bintang Finansial

”Dalam agenda pertama, perseroan meminta persetujuan kepada para pemegang saham untuk melakukan penyesuaian Anggaran Dasar Bank Bukopin pada Pasal 3. Hal tersebut perlu dilakukan sehubungan dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha perseroan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2017,” terangnya Rabu (26/8).

Pada agenda kedua, perseroan meminta persetujuan para pemegang saham untuk melakukan perubahan pada pasal 4 ayat 1 dan 2 Anggaran Dasar. Perubahan tersebut untuk peningkatan modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor pada perseroan dalam kaitannya dengan pelaksanaan PMTHMETD.

Hasil pelaksanaan PMTHMETD, modal dasar perseroan akan bertambah hingga kisaran Rp 3,5 triliun. Sebelumnya, berada pada posisi Rp 2,5 triliun.

Pada agenda berikutnya, perseroan meminta persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan aksi korporasi melalui skema PMTHMETD. Dalam aksi tersebut perseroan akan menerbitkan sejumlah saham baru yang akan diserap langsung oleh KB hingga porsi kepemilikan sahamnya mencapai 67 persen di Bank Bukopin.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen KB dalam memberikan kontribusinya terhadap penguatan fundamental Bank Bukopin, sehingga kinerja perseroan dapat tumbuh berkelanjutan. Bank Bukopin berhasil mendapat restu dari para pemegang saham yang hadir dalam rapat untuk segera melaksanakan Aksi Korporasi ini. Sebanyak 96,12 persen suara dari seluruh pemegang saham yang hadir dalam rapat setuju atas aksi tersebut.

Baca Juga :  Airlangga: KUR untuk Optimalisasi Pusat Inkubasi Bisnis di Kampus

”Agenda terakhir dalam rapat ini membahas mengenai perubahan susunan anggota direksi dan komisaris perseroan. Bank Bukopin melalui Komite Nominasi dan Remunerasi merekomendasikan delapan nama baru,” terang Rivan.

Terdapat lima nama yang berasal dari KB yang akan menduduki posisi Komisaris dan Direksi Perseroan. Tiga nama lainnya berasal dari masing-masing perwakilan Manajemen Bank Bukopin, KB, dan BNI yang mewakili pemerintah.

RUPSLB PT Bank Bukopin Tbk 2020 memutuskan komposisi dewan komisaris dan direksi periode 2019–2024. Untuk dewan komisaris, posisi komisaris utama independen diisi Mustafa Abubakar. Nanang Supriyatno, Deddy SA Kodir, Susiwijono, dan Chang Su Choi sebagai komisaris.

Sementara Sapto Amal Damandari, Bo Youl Oh, dan Hae Wang Lee sebagai komisaris independen. Struktur itu efektif sejak ditetapkan oleh perseroan setelah memenuhi semua persyaratan yang diatur dalam POJK Nomor 27/POJK.03/2016, No.37/POJK.03/2017 dan/atau perundang-undangan lainnya yang berlaku.

Untuk jajaran direksi, Direktur Utama Rivan A. Purwantono. Kemudian, Adhi Brahmantya, Ji Kyu Jang, Euihyun Shin, Hari Wurianto, Helmi Fahrudin, Jong Hwan Han, Dodi Widjajanto, dan Sheng Hyup Shin sebagai direktur.

Jajaran direksi itu efektif sejak ditetapkan oleh perseroan setelah memenuhi semua persyaratan yang diatur dalam POJK nomor 27/POJK.03/2016, nomor 37/POJK.03/2017 dan/atau peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku.

MADURA – Bank Bukopin kembali menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Selasa, 25 Agustus 2020. Kegiatan tersebut dalam rangka meminta persetujuan para pemegang saham guna menjalankan aksi korporasi selanjutnya.

Sebelumnya, Bank Bukopin menyelesaikan Aksi Korporasi dalam rangka penguatan modal perseroan melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) V. Kegiatan tersebut selesai Senin, 27 Juli lalu.

Atas hasil tersebut, perseroan berhasil mendapat dukungan permodalan dari Kookmin Bank (KB) dan pemegang saham lainnya. Kemudian, menjadikan KB sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 33.90 persen.


Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono mengatakan, aksi korporasi itu sebagai bentuk penguatan fundamental Bank Bukopin. Sebab, pandemi Covid-19 berdampak pada laju bisnis industri, terutama pada sektor perbankan. Pelaku industri melakukan penyesuaian yang berdampak pada aktivitas perseroan.

Guna menstimulus industri, Bank Bukopin melakukan ekspansi masif yang ditopang dengan fundamental likuiditas yang kokoh. Empat agenda yang dibahas dalam RUPSLB itu. Hasilnya, diminta persetujuan pada pemegang saham.

Perinciannya, persetujuan atas penyesuaian pasal 3 anggaran dasar perseroan, persetujuan atas perubahan pasal 4 ayat 1 dan 2 anggaran dasar perseroan. Lalu, persetujuan atas aksi korporasi perseroan melalui skema Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), dan persetujuan perubahan susunan anggota direksi dan dewan komisaris perseroan.

Baca Juga :  Kaum Hawa Harus Selalu Siaga

”Dalam agenda pertama, perseroan meminta persetujuan kepada para pemegang saham untuk melakukan penyesuaian Anggaran Dasar Bank Bukopin pada Pasal 3. Hal tersebut perlu dilakukan sehubungan dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha perseroan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2017,” terangnya Rabu (26/8).

Pada agenda kedua, perseroan meminta persetujuan para pemegang saham untuk melakukan perubahan pada pasal 4 ayat 1 dan 2 Anggaran Dasar. Perubahan tersebut untuk peningkatan modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor pada perseroan dalam kaitannya dengan pelaksanaan PMTHMETD.

Hasil pelaksanaan PMTHMETD, modal dasar perseroan akan bertambah hingga kisaran Rp 3,5 triliun. Sebelumnya, berada pada posisi Rp 2,5 triliun.

Pada agenda berikutnya, perseroan meminta persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan aksi korporasi melalui skema PMTHMETD. Dalam aksi tersebut perseroan akan menerbitkan sejumlah saham baru yang akan diserap langsung oleh KB hingga porsi kepemilikan sahamnya mencapai 67 persen di Bank Bukopin.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen KB dalam memberikan kontribusinya terhadap penguatan fundamental Bank Bukopin, sehingga kinerja perseroan dapat tumbuh berkelanjutan. Bank Bukopin berhasil mendapat restu dari para pemegang saham yang hadir dalam rapat untuk segera melaksanakan Aksi Korporasi ini. Sebanyak 96,12 persen suara dari seluruh pemegang saham yang hadir dalam rapat setuju atas aksi tersebut.

Baca Juga :  Kookmin Bank Dukung Right Issue Bank Bukopin

”Agenda terakhir dalam rapat ini membahas mengenai perubahan susunan anggota direksi dan komisaris perseroan. Bank Bukopin melalui Komite Nominasi dan Remunerasi merekomendasikan delapan nama baru,” terang Rivan.

Terdapat lima nama yang berasal dari KB yang akan menduduki posisi Komisaris dan Direksi Perseroan. Tiga nama lainnya berasal dari masing-masing perwakilan Manajemen Bank Bukopin, KB, dan BNI yang mewakili pemerintah.

RUPSLB PT Bank Bukopin Tbk 2020 memutuskan komposisi dewan komisaris dan direksi periode 2019–2024. Untuk dewan komisaris, posisi komisaris utama independen diisi Mustafa Abubakar. Nanang Supriyatno, Deddy SA Kodir, Susiwijono, dan Chang Su Choi sebagai komisaris.

Sementara Sapto Amal Damandari, Bo Youl Oh, dan Hae Wang Lee sebagai komisaris independen. Struktur itu efektif sejak ditetapkan oleh perseroan setelah memenuhi semua persyaratan yang diatur dalam POJK Nomor 27/POJK.03/2016, No.37/POJK.03/2017 dan/atau perundang-undangan lainnya yang berlaku.

Untuk jajaran direksi, Direktur Utama Rivan A. Purwantono. Kemudian, Adhi Brahmantya, Ji Kyu Jang, Euihyun Shin, Hari Wurianto, Helmi Fahrudin, Jong Hwan Han, Dodi Widjajanto, dan Sheng Hyup Shin sebagai direktur.

Jajaran direksi itu efektif sejak ditetapkan oleh perseroan setelah memenuhi semua persyaratan yang diatur dalam POJK nomor 27/POJK.03/2016, nomor 37/POJK.03/2017 dan/atau peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/