alexametrics
21.7 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Tabungan Penjual Es Keliling Rp 100 Juta Ludes

SAMPANG – Warga Kampung Kaseneh, Jalan Kramat, Kelurahan Karang Dalem, Sampang, dilanda kepanikan. Mereka menjerit histeris melihat si jago merah menjilat-jilat  rumah pasangan Ahmad alias Yasa dan Sanah. Asap tebal membubung dari bangunan keluarga pedagang es tersebut.

Nyala api terus berkobar di rumah penduduk yang berdempetan itu. Api melumat habis rumah keluarga Ahmad dan Sanah, 46. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 07.30 Kamis (24/8). Kekhawatiran dan jerit histeris warga pelan-pelan mulai terkontrol setelah petugas pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi.

Dua mobil damkar dan empat petugas damkar tiba di lokasi pukul 09.00. Bersama  warga, petugas damkar bergotong royong memadamkan api. Beruntung, api tidak melalap rumah warga yang lain. Rumah Ahmad dan Sanah sudah tinggal kerangka.

Barang-barang berharga seperti kulkas, sepeda ontel, dan lainnya juga raib dilalap api. Pasutri itu juga menyimpan tabungan uang Rp 100 juta di dalam rumah berdinding tripleks dan kayu itu. ”Seisi rumah kami sudah hangus. Barang-barang berharga juga ikut terbakar. Termasuk uang Rp 100 juta yang kami simpan di rumah,” ucap Ahmad sambil melihat rumahnya yang sudah tak berbentuk itu.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Pemicu Kebakaran Perpustakaan

Saat kebakaran terjadi, isi rumahnya tidak berpenghuni. Pria 50 tahun itu bersama istrinya sedang berjualan es keliling di Pasar Kamisan atau Pasar Sapi di Jalan Samsul Arifin, Kelurahan Banyuanyar. ”Saya diberi tahu tetangga kalau rumah terbakar. Saya langsung bergegas pulang, dan mendapati rumah sudah terbakar,” ujar Ahmad.

Belum ada yang mengetahui asal mula penyebab api menghanguskan rumah Ahmad dan Sanah. Ahmad pun tidak mengetahui rumahnya ludes dilalap si jago merah. Padahal, kata Ahmad, anggota keluarganya meninggalkan rumah dengan kondisi aman dan terkunci.

”Karena pagi sudah masak. Lalu kami pergi ke pasar. Kalau lupa mematikan tungku, tidak,” jelas Ahmad.

Tetangga Ahmad, Ismail, juga tidak mengetahui penyebab kebakaran. Hanya, semua penghuni rumah berada di luar rumah. Tiba-tiba atap rumah Ahmad dan Sanah menyemburkan asap tebal. ”Lalu api terlihat membakar semua bagian rumah. Tetangga-tetangga keluar dari rumahnya dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya,” tukas pria 50 tahun itu.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Sosialisasikan PPKM Darurat

Kasi Ops Damkar Satpol PP Sampang M. Mahtuh Fathurahman tidak berkomentar banyak. Dia hanya menyampaikan, dugaan sementara kebakaran akibat korsleting arus listrik. ”Tidak ada korban jiwa. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta,” terang Fathurahman.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sampang Mohammad Amiruddin menjelaskan, ada bantuan untuk warga yang terkena musibah, termasuk kebakaran. Bantuan tidak berupa fisik. Bantuan setiap keluarga akan diberi Rp 2,5 juta.

Syaratnya, korban bencana melampirkan surat dari kepala desa (Kades), camat, dan bupati. Surat tersebut akan turun ke dinsos maupun BPBD. ”Jadi orangnya yang kami bantu, kalau fisiknya mungkin BPBD,” katanya.

Kepala BPBD Sampang Anang Djoenaedi Santoso menyampaikan, sejak Januari lalu pihaknya sudah tidak menangani penyebab, dampak, dan pasca kebakaran. ”Semuanya sudah ditangani satpol PP dan dinsos,” katanya. 

SAMPANG – Warga Kampung Kaseneh, Jalan Kramat, Kelurahan Karang Dalem, Sampang, dilanda kepanikan. Mereka menjerit histeris melihat si jago merah menjilat-jilat  rumah pasangan Ahmad alias Yasa dan Sanah. Asap tebal membubung dari bangunan keluarga pedagang es tersebut.

Nyala api terus berkobar di rumah penduduk yang berdempetan itu. Api melumat habis rumah keluarga Ahmad dan Sanah, 46. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 07.30 Kamis (24/8). Kekhawatiran dan jerit histeris warga pelan-pelan mulai terkontrol setelah petugas pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi.

Dua mobil damkar dan empat petugas damkar tiba di lokasi pukul 09.00. Bersama  warga, petugas damkar bergotong royong memadamkan api. Beruntung, api tidak melalap rumah warga yang lain. Rumah Ahmad dan Sanah sudah tinggal kerangka.

Barang-barang berharga seperti kulkas, sepeda ontel, dan lainnya juga raib dilalap api. Pasutri itu juga menyimpan tabungan uang Rp 100 juta di dalam rumah berdinding tripleks dan kayu itu. ”Seisi rumah kami sudah hangus. Barang-barang berharga juga ikut terbakar. Termasuk uang Rp 100 juta yang kami simpan di rumah,” ucap Ahmad sambil melihat rumahnya yang sudah tak berbentuk itu.

Baca Juga :  Desak Pemkab Tambah Mobil Damkar

Saat kebakaran terjadi, isi rumahnya tidak berpenghuni. Pria 50 tahun itu bersama istrinya sedang berjualan es keliling di Pasar Kamisan atau Pasar Sapi di Jalan Samsul Arifin, Kelurahan Banyuanyar. ”Saya diberi tahu tetangga kalau rumah terbakar. Saya langsung bergegas pulang, dan mendapati rumah sudah terbakar,” ujar Ahmad.

Belum ada yang mengetahui asal mula penyebab api menghanguskan rumah Ahmad dan Sanah. Ahmad pun tidak mengetahui rumahnya ludes dilalap si jago merah. Padahal, kata Ahmad, anggota keluarganya meninggalkan rumah dengan kondisi aman dan terkunci.

”Karena pagi sudah masak. Lalu kami pergi ke pasar. Kalau lupa mematikan tungku, tidak,” jelas Ahmad.

Tetangga Ahmad, Ismail, juga tidak mengetahui penyebab kebakaran. Hanya, semua penghuni rumah berada di luar rumah. Tiba-tiba atap rumah Ahmad dan Sanah menyemburkan asap tebal. ”Lalu api terlihat membakar semua bagian rumah. Tetangga-tetangga keluar dari rumahnya dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya,” tukas pria 50 tahun itu.

Baca Juga :  Pesantren, Kiai, dan Masyarakat Terhubung Erat

Kasi Ops Damkar Satpol PP Sampang M. Mahtuh Fathurahman tidak berkomentar banyak. Dia hanya menyampaikan, dugaan sementara kebakaran akibat korsleting arus listrik. ”Tidak ada korban jiwa. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta,” terang Fathurahman.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sampang Mohammad Amiruddin menjelaskan, ada bantuan untuk warga yang terkena musibah, termasuk kebakaran. Bantuan tidak berupa fisik. Bantuan setiap keluarga akan diberi Rp 2,5 juta.

Syaratnya, korban bencana melampirkan surat dari kepala desa (Kades), camat, dan bupati. Surat tersebut akan turun ke dinsos maupun BPBD. ”Jadi orangnya yang kami bantu, kalau fisiknya mungkin BPBD,” katanya.

Kepala BPBD Sampang Anang Djoenaedi Santoso menyampaikan, sejak Januari lalu pihaknya sudah tidak menangani penyebab, dampak, dan pasca kebakaran. ”Semuanya sudah ditangani satpol PP dan dinsos,” katanya. 

Artikel Terkait

Most Read

RSU Waru Belum Terdaftar di Kemenkes

Insentif Tahunan Ngendap

Istri Menteri Borong Batik

Artikel Terbaru

/