alexametrics
21 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Preservasi Jalan Nasional Rp 92 M

SURABAYA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya mendapatkan dana jumbo untuk preservasi jalan nasional di Madura. Tahun ini, pemeliharaan jalan nasional sepanjang 322 kilometer di Pulau Garam digerojok Rp 92 miliar (M).

BBPJN VIII Surabaya mendapat jatah Rp 92 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) untuk preservasi jalan nasional di Madura. Proyek tersebut dipecah menjadi tiga paket.

Paket satu yakni preservasi jalan raya Kamal–Bangkalan–Kota Sampang dengan pagu anggaran Rp 29.871.947.000. PT Bima Sakti Adhinata menjadi pemenang lelang proyek ini dengan harga terkoreksi Rp 22.476.604.000.

Paket kedua yaitu preservasi jalan raya Sampang–Pamekasan–Sumenep senilai Rp 29.655.951.000. Lelang proyek ini dimenangkan PT Pembangunan Makmur Santoso dengan harga terkoreksi Rp 24.983.270.650.

Paket ketiga adalah preservasi jalan raya Bangkalan–Tanjungbumi–Pamekasan–Sumenep dengan pagu anggaran Rp 32.475.349.000. PT Jatiwangi menjadi pemenang lelang fisik proyek ini dengan harga terkoreksi Rp 28.846.858.000.

Kabid Preservasi dan Peralatan I BBPJN VIII Surabaya Sodeli menyampaikan, jalan nasional di wilayah Madura sepanjang 322 kilometer yang dibagi menjadi tiga pejabat pembuat komitmen (PPK). Yakni, PPK Bangkalan–Tanjungbumi–Pamekasan–Sumenep, PPK Kamal–Bangkalan–Kota Sampang, dan PPK Sampang–Pamekasan–Sumenep. ”Itu untuk menjaga kemantapan jalan,” katanya.

Baca Juga :  Wajib Layani Pasien Miskin Emergency

Dia membenarkan memiliki anggaran Rp 92 miliar untuk perbaikan jalan nasional di Madura. Identifikasi pelaksanaan sudah dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan jalan. ”Kalau kami tangani semua, uangnya tidak cukup. Jadi kami melakukan perbaikan skala prioritas,” ucapnya.

Sodeli menyatakan, lelang tiga paket proyek preservasi jalan nasional di Madura telah rampung. Saat ini mulai pelaksanaan proyek. ”Pengerjaan sampai 31 Desember 2019,” ungkapnya.

BBPJN VIII menginginkan jalan nasional di Madura baik secara keseluruhan. Untuk mewujudkan hal itu, sedikitnya dibutuhkan Rp 300 miliar. Dengan hitung-hitungan 1 kilometer butuh biaya Rp 1 miliar. ”Itu hanya pengembalian kondisi, bukan termasuk pelebaran jalan,” jelasnya.

Pelaksanaan preservasi jalan nasional di lapangan, klaim Sodeli, sudah ada konsultan supervisi dari satuan kerja perencanaan dan pengawasan jalan nasional (satker P2JN) sebagai direksi teknis. Sementara BBPJN sebagai direksi pekerjaan.

”Secara teknis konsultan supervisi melakukan pengendalian pengawasan. Sesuai SOP, apa saja yang dikerjakan pelaksana proyek, ada pemeriksaan konsultan, baru ke PPK. Sehingga, kondisi aman dan dikerjakan sesuai RAB,” paparnya.

Baca Juga :  Jelang RUPS, Sinergitas KB Kookmin dan Bosowa Kian Menguat

Menurut Sodeli, pemicu jalan nasional di Madura cepat rusak karena usianya di atas sepuluh tahun. Karena itu, sudah waktunya dilakukan peningkatan jalan. ”Setiap tahun aspal akan hilang lantaran menguap. Hujan turun aspalnya sudah tidak ada perekatnya. Kalau seperti itu, muncullah lubang di jalan,” jelas dia saat ditemui RadarMadura.id di ruang kerjanya.

Pemicu lainnya yakni banyak kendaraan mengangkut barang melebihi muatan. ”Bukan yang nambal yang tidak benar. Baru ditambal rusak karena banyak kendaraan melebihi muatan,” imbuhnya.

BBPJN, tegas Sodeli, telah mengirim surat ke Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah IX Jawa Timur (Jatim) Kementerian Perhubungan. Namun, tetap saja masih banyak kendaraan mengangkut barang melebihi muatan.

Lalu, kapan jalan nasional di Madura dilakukan peningkatan secara total? Sodeli menjelaskan, sampai saat ini BBPJN mendapatkan alokasi dana terbatas. Pihaknya akan mengusulkan ke pemerintah pusat. BBPJN butuh dukungan dan dorongan dari semua pihak agar peningkatan jalan nasional secara total bisa terwujud. ”Sambung doa ya,” ucap dia.

SURABAYA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya mendapatkan dana jumbo untuk preservasi jalan nasional di Madura. Tahun ini, pemeliharaan jalan nasional sepanjang 322 kilometer di Pulau Garam digerojok Rp 92 miliar (M).

BBPJN VIII Surabaya mendapat jatah Rp 92 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) untuk preservasi jalan nasional di Madura. Proyek tersebut dipecah menjadi tiga paket.

Paket satu yakni preservasi jalan raya Kamal–Bangkalan–Kota Sampang dengan pagu anggaran Rp 29.871.947.000. PT Bima Sakti Adhinata menjadi pemenang lelang proyek ini dengan harga terkoreksi Rp 22.476.604.000.

Paket kedua yaitu preservasi jalan raya Sampang–Pamekasan–Sumenep senilai Rp 29.655.951.000. Lelang proyek ini dimenangkan PT Pembangunan Makmur Santoso dengan harga terkoreksi Rp 24.983.270.650.

Paket ketiga adalah preservasi jalan raya Bangkalan–Tanjungbumi–Pamekasan–Sumenep dengan pagu anggaran Rp 32.475.349.000. PT Jatiwangi menjadi pemenang lelang fisik proyek ini dengan harga terkoreksi Rp 28.846.858.000.

Kabid Preservasi dan Peralatan I BBPJN VIII Surabaya Sodeli menyampaikan, jalan nasional di wilayah Madura sepanjang 322 kilometer yang dibagi menjadi tiga pejabat pembuat komitmen (PPK). Yakni, PPK Bangkalan–Tanjungbumi–Pamekasan–Sumenep, PPK Kamal–Bangkalan–Kota Sampang, dan PPK Sampang–Pamekasan–Sumenep. ”Itu untuk menjaga kemantapan jalan,” katanya.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Juli, Program Vaksinasi Ditarget Capai 1 Juta Sehari

Dia membenarkan memiliki anggaran Rp 92 miliar untuk perbaikan jalan nasional di Madura. Identifikasi pelaksanaan sudah dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan jalan. ”Kalau kami tangani semua, uangnya tidak cukup. Jadi kami melakukan perbaikan skala prioritas,” ucapnya.

Sodeli menyatakan, lelang tiga paket proyek preservasi jalan nasional di Madura telah rampung. Saat ini mulai pelaksanaan proyek. ”Pengerjaan sampai 31 Desember 2019,” ungkapnya.

BBPJN VIII menginginkan jalan nasional di Madura baik secara keseluruhan. Untuk mewujudkan hal itu, sedikitnya dibutuhkan Rp 300 miliar. Dengan hitung-hitungan 1 kilometer butuh biaya Rp 1 miliar. ”Itu hanya pengembalian kondisi, bukan termasuk pelebaran jalan,” jelasnya.

Pelaksanaan preservasi jalan nasional di lapangan, klaim Sodeli, sudah ada konsultan supervisi dari satuan kerja perencanaan dan pengawasan jalan nasional (satker P2JN) sebagai direksi teknis. Sementara BBPJN sebagai direksi pekerjaan.

”Secara teknis konsultan supervisi melakukan pengendalian pengawasan. Sesuai SOP, apa saja yang dikerjakan pelaksana proyek, ada pemeriksaan konsultan, baru ke PPK. Sehingga, kondisi aman dan dikerjakan sesuai RAB,” paparnya.

Baca Juga :  Airlangga dan Ganjar Ziarah ke Kiai Ageng Gribig Jatinom

Menurut Sodeli, pemicu jalan nasional di Madura cepat rusak karena usianya di atas sepuluh tahun. Karena itu, sudah waktunya dilakukan peningkatan jalan. ”Setiap tahun aspal akan hilang lantaran menguap. Hujan turun aspalnya sudah tidak ada perekatnya. Kalau seperti itu, muncullah lubang di jalan,” jelas dia saat ditemui RadarMadura.id di ruang kerjanya.

Pemicu lainnya yakni banyak kendaraan mengangkut barang melebihi muatan. ”Bukan yang nambal yang tidak benar. Baru ditambal rusak karena banyak kendaraan melebihi muatan,” imbuhnya.

BBPJN, tegas Sodeli, telah mengirim surat ke Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah IX Jawa Timur (Jatim) Kementerian Perhubungan. Namun, tetap saja masih banyak kendaraan mengangkut barang melebihi muatan.

Lalu, kapan jalan nasional di Madura dilakukan peningkatan secara total? Sodeli menjelaskan, sampai saat ini BBPJN mendapatkan alokasi dana terbatas. Pihaknya akan mengusulkan ke pemerintah pusat. BBPJN butuh dukungan dan dorongan dari semua pihak agar peningkatan jalan nasional secara total bisa terwujud. ”Sambung doa ya,” ucap dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/