alexametrics
25.1 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Indonesia dan Rusia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama

JAKARTA – Indonesia dan Rusia sepakat meningkatkan kerja sama konkret di berbagai bidang. Komitmen dalam rangka mendorong upaya pemulihan ekonomi.

Komitmen ini terungkap dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia Y.M. Ibu Lyudmila Georgievna Vorobieva, di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (23/12).

Dalam pertemuan tersebut, dibahas beberapa isu kerja sama strategis kedua negara. Antara lain, mengenai rencana penyelenggaraan sidang komisi bersama (SKB) di bidang perdagangan, ekonomi, dan teknik ke-13 RI-Rusia back-to-back dengan rencana Pameran Industri INNOPROM: Industrial Exposition dan Business Dialogue. Untuk kali pertama akan diselenggarakan di Jakarta pada 10–12 Maret 2022.

Selain menghadirkan pelaku industri dari kedua negara, pameran direncanakan akan menghadirkan para pelaku usaha dan industri dari kawasan Eurasia dan kawasan Asia Tengah. Juga, beberapa perusahaan dari kawasan Asia Tenggara lainnya.

Menko Airlangga mengungkapkan, dua kegiatan ini akan memainkan peran penting sebagai platform of collaboration dalam upaya meningkatkan hubungan dan kerja sama konkret di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, dan industri antara Indonesia dengan Rusia. Terlebih kegiatan akan berlangsung di masa Presidensi Indonesia di G20.

Baca Juga :  Direktur Radar Madura Online Berencana Bikin Radar Madura Mall

Di samping event bersama yang tengah dimatangkan oleh kedua negara, Menko Perekonomian RI dan Duta Besar Federasi Rusia untuk RI juga membahas berbagai isu dan potensi kerja sama strategis yang menjadi perhatian kedua negara. Antara lain kerja sama di bidang industri kedirgantaraan dan antariksa, energi, infrastruktur transportasi dan perkeretaapian, industri perkapalan, produk peternakan serta platform ekonomi digital.

Secara khusus juga dibahas upaya penanganan pandemi Covid-19. Pemerintah Rusia menyatakan kesiapannya untuk mendorong kerja sama pengembangan vaksin Covid-19 di tanah air melalui Sputnik-V dan obat-obatan therapeutic lainnya.

Kedua negara mencatat tren positif dalam perdagangan bilateral. Pada periode Januari–Oktober 2021 tercatat kenaikan neraca perdagangan 44,33 persen atau senilai US$2,21 miliar dibandingkan periode tahun sebelumnya yang tercatat US$1,53 miliar. Salah satu komoditas unggulan Indonesia yang diekspor ke Rusia yakni minyak sawit yang mengalami peningkatan relatif tinggi.

Di bidang investasi, Rusia yang saat ini menempati peringkat ke-37 negara investor di Indonesia, diharapkan dapat meningkatkan investasinya di Indonesia. Total investasi Rusia di Indonesia pada triwulan ke-3 2021 telah mencapai US$9,2 juta dalam 280 proyek.

Baca Juga :  Pasangan Harus Bebas Covid-19

Menurut Menko Airlangga, masih banyak potensi kerja sama perdagangan dan investasi yang dapat dijajaki dan dieksplorasi lebih lanjut oleh kedua negara. Salah satu kerja sama investasi yang saat ini sedang berjalan terkait pembangunan kilang minyak di Tuban, Jawa Timur, dan Blok Natuna yang diharapkan dapat terealisasi sesuai rencana.

Kedua negara juga sepakat untuk lebih mendorong kerja sama di bidang energi baru dan terbarukan seperti energi hidro dan hidrogen serta pembangunan floating power plant sebagai langkah bersama dalam pengurangan emisi karbon. Di samping isu bilateral, kedua pihak juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama melalui forum global. Terutama melalui Presidensi Indonesia di G20 dan partisipasi Rusia pada pameran World Expo.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Edi P. Pambudi serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika, dan Timur Tengah Fajar Wirawan Harijo. Sementara, Duta Besar Lyudmila disertai Kepala Trade Representative of the Russian Federation in the Republic of Indonesia dan wakilnya serta Sekretaris III pada Kedubes Federasi Rusia di Jakarta. (ekon.go.id/luq)

JAKARTA – Indonesia dan Rusia sepakat meningkatkan kerja sama konkret di berbagai bidang. Komitmen dalam rangka mendorong upaya pemulihan ekonomi.

Komitmen ini terungkap dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia Y.M. Ibu Lyudmila Georgievna Vorobieva, di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (23/12).

Dalam pertemuan tersebut, dibahas beberapa isu kerja sama strategis kedua negara. Antara lain, mengenai rencana penyelenggaraan sidang komisi bersama (SKB) di bidang perdagangan, ekonomi, dan teknik ke-13 RI-Rusia back-to-back dengan rencana Pameran Industri INNOPROM: Industrial Exposition dan Business Dialogue. Untuk kali pertama akan diselenggarakan di Jakarta pada 10–12 Maret 2022.


Selain menghadirkan pelaku industri dari kedua negara, pameran direncanakan akan menghadirkan para pelaku usaha dan industri dari kawasan Eurasia dan kawasan Asia Tengah. Juga, beberapa perusahaan dari kawasan Asia Tenggara lainnya.

Menko Airlangga mengungkapkan, dua kegiatan ini akan memainkan peran penting sebagai platform of collaboration dalam upaya meningkatkan hubungan dan kerja sama konkret di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, dan industri antara Indonesia dengan Rusia. Terlebih kegiatan akan berlangsung di masa Presidensi Indonesia di G20.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Kemajuan Iptek Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Inovasi

Di samping event bersama yang tengah dimatangkan oleh kedua negara, Menko Perekonomian RI dan Duta Besar Federasi Rusia untuk RI juga membahas berbagai isu dan potensi kerja sama strategis yang menjadi perhatian kedua negara. Antara lain kerja sama di bidang industri kedirgantaraan dan antariksa, energi, infrastruktur transportasi dan perkeretaapian, industri perkapalan, produk peternakan serta platform ekonomi digital.

Secara khusus juga dibahas upaya penanganan pandemi Covid-19. Pemerintah Rusia menyatakan kesiapannya untuk mendorong kerja sama pengembangan vaksin Covid-19 di tanah air melalui Sputnik-V dan obat-obatan therapeutic lainnya.

Kedua negara mencatat tren positif dalam perdagangan bilateral. Pada periode Januari–Oktober 2021 tercatat kenaikan neraca perdagangan 44,33 persen atau senilai US$2,21 miliar dibandingkan periode tahun sebelumnya yang tercatat US$1,53 miliar. Salah satu komoditas unggulan Indonesia yang diekspor ke Rusia yakni minyak sawit yang mengalami peningkatan relatif tinggi.

Di bidang investasi, Rusia yang saat ini menempati peringkat ke-37 negara investor di Indonesia, diharapkan dapat meningkatkan investasinya di Indonesia. Total investasi Rusia di Indonesia pada triwulan ke-3 2021 telah mencapai US$9,2 juta dalam 280 proyek.

Baca Juga :  Partai Golkar Komitmen Sukseskan Kerja Pemerintah Tangani Covid-19

Menurut Menko Airlangga, masih banyak potensi kerja sama perdagangan dan investasi yang dapat dijajaki dan dieksplorasi lebih lanjut oleh kedua negara. Salah satu kerja sama investasi yang saat ini sedang berjalan terkait pembangunan kilang minyak di Tuban, Jawa Timur, dan Blok Natuna yang diharapkan dapat terealisasi sesuai rencana.

Kedua negara juga sepakat untuk lebih mendorong kerja sama di bidang energi baru dan terbarukan seperti energi hidro dan hidrogen serta pembangunan floating power plant sebagai langkah bersama dalam pengurangan emisi karbon. Di samping isu bilateral, kedua pihak juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama melalui forum global. Terutama melalui Presidensi Indonesia di G20 dan partisipasi Rusia pada pameran World Expo.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Edi P. Pambudi serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika, dan Timur Tengah Fajar Wirawan Harijo. Sementara, Duta Besar Lyudmila disertai Kepala Trade Representative of the Russian Federation in the Republic of Indonesia dan wakilnya serta Sekretaris III pada Kedubes Federasi Rusia di Jakarta. (ekon.go.id/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/