alexametrics
25.1 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Agustus Puncak Kemarau, Karang Penang Terparah

Masa darurat kekeringan di Jawa Timur, termasuk Sampang, kiranya berlangsung lama. Sebab, musim penghujan belum tiba. Bahkan bulan depan diprediksi menjadi puncak kemarau.

 

KONDISI tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Gubernur Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh kabupaten/kota yang daerahnya terdampak kekeringan melakukan pemetaan secara detail. Setiap saat harus ada pembaruan data mengenai daerah kering.

Termasuk identifikasi mengenai jenis kekeringan. ”Pemetaan memang harus lebih detail karena update dari daerah-daerah yang mengalami kekeringan ini jenis keringnya seperti apa, kebutuhannya apa,” kata Khofifah di sela-sela kunjungannya ke Sampang Senin sore (22/7).

Untuk solusi jangka pendek, seluruh daerah memang butuh support tangki air, termasuk jeriken dan tandon. Tetapi, solusi itu bersifat sementara. Untuk jangka panjang, menurut dia, tetap membutuhkan sumur bor atau pemasangan pipa.

Baca Juga :  Airlangga: 28,8 Juta Keluarga Telah Menerima Bantuan Beras 10 Kilogram

Puluhan desa di Sampang mengalami kekeringan. Bahkan PDAM merilis sekitar 101 desa berpotensi kekeringan. Desa-desa tersebut menyebar di 14 kecamatan di Kota Bahari.

Daerah yang tingkat kekeringannya cukup akut di Kecamatan Karang Penang. Terkait hal ini, menurut Khofifah, sudah ada tim yang turun. ”Saya kemarin memang dapat data lagi untuk desa-desa yang lain,” tegas mantan menteri sosial tersebut.

Selain Sampang, sejumlah kabupaten di Jawa Timur juga mengalami kekeringan akut. Yakni, Pacitan, dan Bondowoso. Di daerah-daerah yang mengalami kekeringan akut ini, lanjut Khofifah, perlu solusi jangka panjang. Yaitu, pembangunan sumur bor atau pipanisasi dari sumber.

”Kalau memang sumber air terdekat bisa disambungkan dengan pipa itu akan menjadi solusi jangka panjang,” tambahnya. ”Teman-teman bisa membantu mencari titik sumber air yang bisa diakses dengan pipa,” tukasnya.

Baca Juga :  Belajar Online Tambah Seru,┬áMengapa Tidak?
- Advertisement -

Masa darurat kekeringan di Jawa Timur, termasuk Sampang, kiranya berlangsung lama. Sebab, musim penghujan belum tiba. Bahkan bulan depan diprediksi menjadi puncak kemarau.

 

KONDISI tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Gubernur Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh kabupaten/kota yang daerahnya terdampak kekeringan melakukan pemetaan secara detail. Setiap saat harus ada pembaruan data mengenai daerah kering.


Termasuk identifikasi mengenai jenis kekeringan. ”Pemetaan memang harus lebih detail karena update dari daerah-daerah yang mengalami kekeringan ini jenis keringnya seperti apa, kebutuhannya apa,” kata Khofifah di sela-sela kunjungannya ke Sampang Senin sore (22/7).

Untuk solusi jangka pendek, seluruh daerah memang butuh support tangki air, termasuk jeriken dan tandon. Tetapi, solusi itu bersifat sementara. Untuk jangka panjang, menurut dia, tetap membutuhkan sumur bor atau pemasangan pipa.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Siapkan Rumah Sakit Darurat Covid-19

Puluhan desa di Sampang mengalami kekeringan. Bahkan PDAM merilis sekitar 101 desa berpotensi kekeringan. Desa-desa tersebut menyebar di 14 kecamatan di Kota Bahari.

Daerah yang tingkat kekeringannya cukup akut di Kecamatan Karang Penang. Terkait hal ini, menurut Khofifah, sudah ada tim yang turun. ”Saya kemarin memang dapat data lagi untuk desa-desa yang lain,” tegas mantan menteri sosial tersebut.

Selain Sampang, sejumlah kabupaten di Jawa Timur juga mengalami kekeringan akut. Yakni, Pacitan, dan Bondowoso. Di daerah-daerah yang mengalami kekeringan akut ini, lanjut Khofifah, perlu solusi jangka panjang. Yaitu, pembangunan sumur bor atau pipanisasi dari sumber.

”Kalau memang sumber air terdekat bisa disambungkan dengan pipa itu akan menjadi solusi jangka panjang,” tambahnya. ”Teman-teman bisa membantu mencari titik sumber air yang bisa diakses dengan pipa,” tukasnya.

Baca Juga :  SDM Desa Hambat Penerapan Siskeudes
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Istri Bupati Pilih Nyaleg

4.924 Peserta SKD Gugur

Artikel Terbaru

/