alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Jatim Ekspor 2.650 Domba ke Brunei Darussalam

SIDOARJO – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa bersama Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya melepas 2.650 ekor domba. Ribuan ekor domba itu akan diekspor ke Brunei Darussalam. Ribuan domba yang dihimpun Koperasi Peternak Indonesia Cita Berdikari (ICB) itu diberangkatkan melalui Terminal 1 Kargo Bandara Juanda Sidoarjo, Senin (21/12).

Ekspor domba yang dilakukan Koperasi Peternak ICB diapresiasi Gubernur Jatim Khofifah. Selain melakukan ekspor, Koperasi Peternak ICB juga mengirim domba ke Uni Emirat Arab. ”Ekspor domba ini merupakan prestasi luar biasa. Koperasi Peternak Jatim mampu menembus pasar internasional. Bahkan, sudah ada permintaan dari beberapa negara lain, khususnya Timur Tengah,” tuturnya.

Khofifah juga mengapresiasi proses ternak domba dengan memberdayakan unskilled labour dan kaum perempuan. Apalagi, pakan domba menggunakan konsentrat sehingga perawatannya mudah. ”Para peternak ini nantinya dipandu dan dibekali pelatihan. Dengan begitu, skill mereka bisa terus meningkat. Khususnya untuk akses ekspor,” tegasnya.

Baca Juga :  Terus Jadi Media Rujukan

Khofifah menjelaskan, populasi domba Jatim pada 2019 sebanyak 1.382.418 ekor dan kontribusi terhadap nasional sebesar 8 persen. Sementara populasi kambing sebanyak 3.524.898 ekor dan kontribusi terhadap nasional sebesar 19 persen. Bojonegoro menyumbang 181.075 ekor, Tuban 93.841 ekor, Banyuwangi 88.657 ekor , Lamongan 86.417 ekor, dan Jember 81.196 ekor.

”Sementara Trenggalek 424.558 ekor, Ponorogo 265.377 ekor, Malang 261.546 ekor, Pacitan 217.989 ekor, dan Tulungagung 200.454 ekor. Ke depan, pemprov akan memperkuat koordinasi, sinergi, dan kolaborasi dengan BBKP Surabaya. Termasuk dengan Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Jatim. Itu terkait persyaratan ekspor, terutama komoditas pertanian dan peternakan,” janji Khofifah.

Mantan menteri sosial (Mensos) itu mengungkapkan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas produk ekspor UMKM maupun produk pertanian. Selain memberikan pelatihan, Pemprov Jatim bersama Kementerian Perdagangan akan membuat pilot project Rumah Export Center pada Januari 2021.

Baca Juga :  Bina Dinas Teknis, DPRKPCK Jatim Gelar Bimtek Bangunan Gedung di Batu

”Insyaallah, ini akan memudahkan ikhtiar kita dalam meningkatkan produk-produk asal Jatim yang bisa diekspor ke mancanegara. Misalnya, untuk ekspor hewan ternak, kita sudah menggunakan format Animal Welfare. Semoga upaya ini menjadi ikhtiar kita untuk terus memberikan kemudahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harap Khofifah.

Sementara itu, Kepala BBKP Surabaya Musyaffak Fauzi menuturkan, sebelum diekspor, ribuan domba tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan. ”Tahun ini ekspor sektor pertanian Jatim 2.144 miliar ton atau senilai Rp 39 triliun. Kemudian, sektor non pertanian sebesar 48,495 ton senilai Rp 13 triliun. Total ekspor komoditas pertanian tahun 2020 senilai Rp 52 triliun,” terangnya. (bam)

SIDOARJO – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa bersama Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya melepas 2.650 ekor domba. Ribuan ekor domba itu akan diekspor ke Brunei Darussalam. Ribuan domba yang dihimpun Koperasi Peternak Indonesia Cita Berdikari (ICB) itu diberangkatkan melalui Terminal 1 Kargo Bandara Juanda Sidoarjo, Senin (21/12).


Ekspor domba yang dilakukan Koperasi Peternak ICB diapresiasi Gubernur Jatim Khofifah. Selain melakukan ekspor, Koperasi Peternak ICB juga mengirim domba ke Uni Emirat Arab. ”Ekspor domba ini merupakan prestasi luar biasa. Koperasi Peternak Jatim mampu menembus pasar internasional. Bahkan, sudah ada permintaan dari beberapa negara lain, khususnya Timur Tengah,” tuturnya.

Khofifah juga mengapresiasi proses ternak domba dengan memberdayakan unskilled labour dan kaum perempuan. Apalagi, pakan domba menggunakan konsentrat sehingga perawatannya mudah. ”Para peternak ini nantinya dipandu dan dibekali pelatihan. Dengan begitu, skill mereka bisa terus meningkat. Khususnya untuk akses ekspor,” tegasnya.

Baca Juga :  UAS Silaturahmi dengan Kiai Khos di Kantor PWNU Jawa Timur

Khofifah menjelaskan, populasi domba Jatim pada 2019 sebanyak 1.382.418 ekor dan kontribusi terhadap nasional sebesar 8 persen. Sementara populasi kambing sebanyak 3.524.898 ekor dan kontribusi terhadap nasional sebesar 19 persen. Bojonegoro menyumbang 181.075 ekor, Tuban 93.841 ekor, Banyuwangi 88.657 ekor , Lamongan 86.417 ekor, dan Jember 81.196 ekor.

”Sementara Trenggalek 424.558 ekor, Ponorogo 265.377 ekor, Malang 261.546 ekor, Pacitan 217.989 ekor, dan Tulungagung 200.454 ekor. Ke depan, pemprov akan memperkuat koordinasi, sinergi, dan kolaborasi dengan BBKP Surabaya. Termasuk dengan Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Jatim. Itu terkait persyaratan ekspor, terutama komoditas pertanian dan peternakan,” janji Khofifah.

Mantan menteri sosial (Mensos) itu mengungkapkan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas produk ekspor UMKM maupun produk pertanian. Selain memberikan pelatihan, Pemprov Jatim bersama Kementerian Perdagangan akan membuat pilot project Rumah Export Center pada Januari 2021.

Baca Juga :  Bina Dinas Teknis, DPRKPCK Jatim Gelar Bimtek Bangunan Gedung di Batu

”Insyaallah, ini akan memudahkan ikhtiar kita dalam meningkatkan produk-produk asal Jatim yang bisa diekspor ke mancanegara. Misalnya, untuk ekspor hewan ternak, kita sudah menggunakan format Animal Welfare. Semoga upaya ini menjadi ikhtiar kita untuk terus memberikan kemudahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harap Khofifah.

Sementara itu, Kepala BBKP Surabaya Musyaffak Fauzi menuturkan, sebelum diekspor, ribuan domba tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan. ”Tahun ini ekspor sektor pertanian Jatim 2.144 miliar ton atau senilai Rp 39 triliun. Kemudian, sektor non pertanian sebesar 48,495 ton senilai Rp 13 triliun. Total ekspor komoditas pertanian tahun 2020 senilai Rp 52 triliun,” terangnya. (bam)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/