alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Anggota JMSI Terdiri atas Media Kredibel

SURABAYA – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) memang baru. Namun, organisasi ini menjamin anggotanya terdiri atas media yang kredibel.

Penegasan ini diungkapkan Ketua JMSI Jawa Timur Eko Pamuji di sela acara talk show pilkada sekaligus rapat kerja (raker) JMSI Jatim di Grand City Mall, Kamis (22/10). Eko mengatakan, untuk menjadi anggota JMSI, harus terverifikasi administrasi Dewan Pers.

Sampai saat ini anggota JMSI Jatim sudah mencapai 25 media siber. Menurut Eko, JMSI tidak ingin semata mencari anggota. Tetapi yang diutamakan bisa meningkatkan kemanfaatan bagi anggota. ”Selain tentu kemanfaatan untuk masyarakat,” kata pria yang juga sekretaris Persatuan Wartawan Indonsia (PWI) Jawa Timur itu.

Baca Juga :  Kasus Penyelundupan Narkoba untuk Hancurkan Generasi Muda Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWI Jatim Ainur Rohim mengingatkan batas antara produk jurnalistik dan media sosial. Menurut dia, yang membedakan adalah aspek klarifikasi dan konfirmasi. ”Jangan sampai media ikut-ikutan memproduksi hoaks,” pesannya kepada anggota JMSI Jawa Timur.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Pembina JMSI Jatim Dr Wahid Wahyudi. Saat memberi sambutan, Wahid mengingatkan agar media memberi kesejukan di tengah panasnya atmosfer politik akibat pilkada. Selain memberi ketenangan, media juga ikut menyebarkan edukasi kepada masyarakat terkait Covid-19.

”Media harus ikut mengampanyekan protokol kesehatan,” harap pria yang juga kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur itu. Dia juga mengingatkan agar media berkontribusi membangun demokrasi.

Baca Juga :  JK Siap Bantu Terapi Plasma Darah untuk Pasien Covid-19

Talkshow bertajuk Kampanye Sehat di Media Massa menghadirkan Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers Dewan Pers Ahmad Djauhar dan Sekjen JMSI Pusat Mahmud Marhaba. Selain itu, Ketua PWI Jatim Ainur Rohim dan Ketua Masyarakat Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) Jawa Timur Machmud Suhermono.

Setelah talkshow, dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) JMSI Jatim dengan Universitas Dr. Soetomo. Pada kesempatan itu, Universitas Dr, Soetomo juga mendapat penghargaan sebagai Kampus Ramah Media. Sebelum acara ditutup, dilanjutkan dengan raker JMSI Jatim. (*/luq)

SURABAYA – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) memang baru. Namun, organisasi ini menjamin anggotanya terdiri atas media yang kredibel.

Penegasan ini diungkapkan Ketua JMSI Jawa Timur Eko Pamuji di sela acara talk show pilkada sekaligus rapat kerja (raker) JMSI Jatim di Grand City Mall, Kamis (22/10). Eko mengatakan, untuk menjadi anggota JMSI, harus terverifikasi administrasi Dewan Pers.

Sampai saat ini anggota JMSI Jatim sudah mencapai 25 media siber. Menurut Eko, JMSI tidak ingin semata mencari anggota. Tetapi yang diutamakan bisa meningkatkan kemanfaatan bagi anggota. ”Selain tentu kemanfaatan untuk masyarakat,” kata pria yang juga sekretaris Persatuan Wartawan Indonsia (PWI) Jawa Timur itu.

Baca Juga :  Tahun Ini, Madura Kecipratan CSR PLN Jawa Timur. Apa Saja Wujudnya?


Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWI Jatim Ainur Rohim mengingatkan batas antara produk jurnalistik dan media sosial. Menurut dia, yang membedakan adalah aspek klarifikasi dan konfirmasi. ”Jangan sampai media ikut-ikutan memproduksi hoaks,” pesannya kepada anggota JMSI Jawa Timur.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Pembina JMSI Jatim Dr Wahid Wahyudi. Saat memberi sambutan, Wahid mengingatkan agar media memberi kesejukan di tengah panasnya atmosfer politik akibat pilkada. Selain memberi ketenangan, media juga ikut menyebarkan edukasi kepada masyarakat terkait Covid-19.

”Media harus ikut mengampanyekan protokol kesehatan,” harap pria yang juga kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur itu. Dia juga mengingatkan agar media berkontribusi membangun demokrasi.

Baca Juga :  Puncak HUT JPRM Bertabur Penampilan Kesenian

Talkshow bertajuk Kampanye Sehat di Media Massa menghadirkan Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers Dewan Pers Ahmad Djauhar dan Sekjen JMSI Pusat Mahmud Marhaba. Selain itu, Ketua PWI Jatim Ainur Rohim dan Ketua Masyarakat Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) Jawa Timur Machmud Suhermono.

Setelah talkshow, dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) JMSI Jatim dengan Universitas Dr. Soetomo. Pada kesempatan itu, Universitas Dr, Soetomo juga mendapat penghargaan sebagai Kampus Ramah Media. Sebelum acara ditutup, dilanjutkan dengan raker JMSI Jatim. (*/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/