alexametrics
21 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Menko Airlangga: SWF Tiga Negara Komitmen Investasi di Indonesia

JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tiga platform sovereign wealth fund (SWF) berkomitmen berinvestasi di Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Tiga platform SWF itu berasal dari Belanda, Kanada, dan Uni Emirat Arab (UAE).

“Nilai investasinya sekitar 3 miliar dolar AS,” kata Airlangga saat menghadiri webinar di Jakarta, Jumat pagi (20/8).

Menurut dia, pemerintah juga akan menambah modal awal LPI atau Indonesia Investment Authority (INA) sebesar 4 miliar dolar AS. Tujuannya, untuk mengoptimalkan perannya sebagai SWF Indonesia.

“Pemerintah meresmikan INA pada 2020 dan telah mengalokasikan 1 miliar dolar AS pada platform tersebut. INA diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan,” ucapnya.

Baca Juga :  LIPI Puji Upaya Airlangga Bangun Komunikasi Politik

Selain meluncurkan INA, untuk menarik lebih banyak investasi masuk ke Indonesia, pemerintah baru-baru ini juga meresmikan Online Single Submission (OSS) berbasis risiko. Pelaku usaha mikro sampai besar bisa mendapatkan perizinan usaha dengan cepat dan mudah.

“Saya harap INA dan OSS berbasis risiko dapat menarik lebih banyak investasi. Termasuk membuka lapangan kerja yang lebih luas lagi bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Dijelaskan, emerintah juga telah mengubah paradigma terhadap investasi dengan mengganti daftar negatif investasi menjadi sektor investasi prioritas. Investor yang berinvestasi di sektor-sektor prioritas akan mendapatkan berbagai insentif baik fiskal maupun non-fiskal.

“Pemerintah fokus pada penyediaan kemudahan berusaha di sektor usaha prioritas. Termasuk untuk proyek strategis nasional, industri berteknologi tinggi, industri pionir, industri orientasi ekspor, dan industri yang berbasis pada riset serta pembangunan,” pungkas Airlangga. (*/par)

Baca Juga :  Pemerintah Implementasikan SINSW untuk Permudah Perizinan Ekspor Impor

JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tiga platform sovereign wealth fund (SWF) berkomitmen berinvestasi di Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Tiga platform SWF itu berasal dari Belanda, Kanada, dan Uni Emirat Arab (UAE).

“Nilai investasinya sekitar 3 miliar dolar AS,” kata Airlangga saat menghadiri webinar di Jakarta, Jumat pagi (20/8).

Menurut dia, pemerintah juga akan menambah modal awal LPI atau Indonesia Investment Authority (INA) sebesar 4 miliar dolar AS. Tujuannya, untuk mengoptimalkan perannya sebagai SWF Indonesia.

“Pemerintah meresmikan INA pada 2020 dan telah mengalokasikan 1 miliar dolar AS pada platform tersebut. INA diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan,” ucapnya.

Baca Juga :  Kolaborasi dan Dukungan Internasional Berperan Penting dalam PEN

Selain meluncurkan INA, untuk menarik lebih banyak investasi masuk ke Indonesia, pemerintah baru-baru ini juga meresmikan Online Single Submission (OSS) berbasis risiko. Pelaku usaha mikro sampai besar bisa mendapatkan perizinan usaha dengan cepat dan mudah.

“Saya harap INA dan OSS berbasis risiko dapat menarik lebih banyak investasi. Termasuk membuka lapangan kerja yang lebih luas lagi bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Dijelaskan, emerintah juga telah mengubah paradigma terhadap investasi dengan mengganti daftar negatif investasi menjadi sektor investasi prioritas. Investor yang berinvestasi di sektor-sektor prioritas akan mendapatkan berbagai insentif baik fiskal maupun non-fiskal.

“Pemerintah fokus pada penyediaan kemudahan berusaha di sektor usaha prioritas. Termasuk untuk proyek strategis nasional, industri berteknologi tinggi, industri pionir, industri orientasi ekspor, dan industri yang berbasis pada riset serta pembangunan,” pungkas Airlangga. (*/par)

Baca Juga :  Pemerintah Implementasikan SINSW untuk Permudah Perizinan Ekspor Impor

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/