alexametrics
21.4 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

BPWS Latih IKM hingga Tembus Pasar Internasional

SURABAYA – Pengembangan industri kecil menengah (IKM) menjadi salah satu perhatian Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Badan ini kembali melatih pelaku usaha sektor IKM. Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng Inopak Institute dan Pemkab Pamekasan.

Pelatihan ini fokus pada packaging alias kemasan produk untuk menembus pasar internasional. Pelatihan ini sejalan dengan program Bupati Pamekasan Badrut Tamam untuk menciptakan ribuan entrepreneur di Kota Gerbang Salam.

”Kami sudah beberapa kali menggandeng GIZ Jerman melalui Inopak dan bersinergi dengan Pemkab Pamekasan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di Pamekasan,” terang Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat (HKKM) BPWS Djoni Iskandar.

Bupati Pamekasan Badrut Tamam mengapresiasi langkah tersebut. Menurut dia, sinergi itu sangat konstruktif dan produktif. ”Ini langkah maju yang selaras dengan upaya menyejahterakan rakyat. Kami berharap, ini akan berjalan berkesinambungan,” ujarnya.

Baca Juga :  Proyek Rest Area Harus Tuntas Akhir Tahun Ini

Ketua Inopak Institute Alfin Nurfahmi mengatakan, sudah banyak produk peserta pelatihan yang tembus pasar internasional. Peserta tahun sebelumnya mampu tembus Saudi, Malaysia, Hongkong, dan sebagainya. ”Selain itu, hasil yang kami latihkan juga sudah mampu masuk level swalayan besar,” ucap Alfin yang melakukan pendampingan dan pelatihan.

Beberapa konten pelatihan yang diajarkan di antaranya, teknik kemasan, layout dan desain kemasan, diksi (pemilihan kata) yang sesuai dengan pasar, kualitas produk, serta teknis pemasaran. Pihaknya memberikan pendampingan cara memasarkan produk tersebut hingga mencapai pasar internasional. ”Kita dorong dan dampingi all-out,” ujar lulusan Jerman itu.

Di tempat terpisah, Kepala Sub Divisi Pemberdayaan BPWS Edy Slamet memaparkan, pelatihan tersebut merupakan upaya signifikan BPWS beserta seluruh stakeholder di Madura. Tujuannya, mendorong daya saing dan kualitas SDM di Madura. Dia mengakui SDM Madura ini luar biasa.

Baca Juga :  Layanan Unit Transfusi Darah pada Bulan Ramadan

Menurut dia, SDM Madura cepat tanggap dan kemampuan adaptifnya sangat bagus. Faktanya, dari hasil pelatihan menunjukkan, kualitas produk dan kemasannya masuk level sangat bagus. ”Saya sampai tidak percaya bahwa produk-produk tersebut merupakan hasil karya mereka. Satu kata, luar biasa,” tegas pria yang bertanggung jawab pada pelatihan itu.

SURABAYA – Pengembangan industri kecil menengah (IKM) menjadi salah satu perhatian Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Badan ini kembali melatih pelaku usaha sektor IKM. Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng Inopak Institute dan Pemkab Pamekasan.

Pelatihan ini fokus pada packaging alias kemasan produk untuk menembus pasar internasional. Pelatihan ini sejalan dengan program Bupati Pamekasan Badrut Tamam untuk menciptakan ribuan entrepreneur di Kota Gerbang Salam.

”Kami sudah beberapa kali menggandeng GIZ Jerman melalui Inopak dan bersinergi dengan Pemkab Pamekasan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di Pamekasan,” terang Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat (HKKM) BPWS Djoni Iskandar.


Bupati Pamekasan Badrut Tamam mengapresiasi langkah tersebut. Menurut dia, sinergi itu sangat konstruktif dan produktif. ”Ini langkah maju yang selaras dengan upaya menyejahterakan rakyat. Kami berharap, ini akan berjalan berkesinambungan,” ujarnya.

Baca Juga :  Rekomendasikan 3 Hal Penting untuk Capai Ketahanan Air Nasional 2021

Ketua Inopak Institute Alfin Nurfahmi mengatakan, sudah banyak produk peserta pelatihan yang tembus pasar internasional. Peserta tahun sebelumnya mampu tembus Saudi, Malaysia, Hongkong, dan sebagainya. ”Selain itu, hasil yang kami latihkan juga sudah mampu masuk level swalayan besar,” ucap Alfin yang melakukan pendampingan dan pelatihan.

Beberapa konten pelatihan yang diajarkan di antaranya, teknik kemasan, layout dan desain kemasan, diksi (pemilihan kata) yang sesuai dengan pasar, kualitas produk, serta teknis pemasaran. Pihaknya memberikan pendampingan cara memasarkan produk tersebut hingga mencapai pasar internasional. ”Kita dorong dan dampingi all-out,” ujar lulusan Jerman itu.

Di tempat terpisah, Kepala Sub Divisi Pemberdayaan BPWS Edy Slamet memaparkan, pelatihan tersebut merupakan upaya signifikan BPWS beserta seluruh stakeholder di Madura. Tujuannya, mendorong daya saing dan kualitas SDM di Madura. Dia mengakui SDM Madura ini luar biasa.

Baca Juga :  Ami, Dokter yang Paham Hukum Kesehatan

Menurut dia, SDM Madura cepat tanggap dan kemampuan adaptifnya sangat bagus. Faktanya, dari hasil pelatihan menunjukkan, kualitas produk dan kemasannya masuk level sangat bagus. ”Saya sampai tidak percaya bahwa produk-produk tersebut merupakan hasil karya mereka. Satu kata, luar biasa,” tegas pria yang bertanggung jawab pada pelatihan itu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/