alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

BPWS Kecipratan APBN Rp 215 M

SURABAYA – Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) mendapat jatah Rp 215.921.503.000 tahun ini. Dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) itu digunakan untuk beberapa program kegiatan.

Yakni, untuk program kegiatan fisik sebesar Rp 167.158.116.000 atau 77,42 persen. Sementara 22,58 persen sisanya (Rp 48.763.387.000) untuk biaya operasional kantor dan program pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS Pandit Indrawan membenarkan, pagu anggaran BPWS tahun ini Rp 215.921.503.000. Jatah tersebut lebih rendah dibandingkan pagu tahun lalu yang mencapai Rp 230 miliar.

”Kalau gak salah sekitar Rp 230 miliar. Intinya ada penurunan,” kata Pandit kemarin (19/1).

Semula BPWS melakukan percepatan pembangunan di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM) dan Kawasan Khusus Madura (KKM). Artinya, semua program dipusatkan di lokasi tersebut. Namun, tahun ini ada aturan baru. Program menyebar di semua kabupaten di Madura.

”Tapi prioritas program kami tetap di KKJSM dan KKM,” tegasnya.

Pria berkacamata itu menjelaskan, untuk program kegiatan fisik, pihaknya menargetkan triwulan pertama sudah bisa lelang. ”Kami targetkan kegiatan fisik awal Maret sudah lelang,” harapnya.

Sehingga, rekanan yang menjadi pemenang lelang bisa memiliki banyak waktu untuk menggarap proyek. Dengan demikian, pengerjaan bisa rampung tepat waktu.

Sementara proses lelang, klaim Pandit, sedari dulu dilakukan profesional dan transparan. Sebab, dilakukan secara online dan terbuka.

Baca Juga :  Program Pugar Rp 2 Miliar Terancam Gagal

Pandit menambahkan, program BPWS sudah diselaraskan dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Juga telah diselaraskan dengan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Termasuk, menyelaraskan dengan program pemerintah pusat seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan (Gerbang Kertasusila).

Melalui program Pemprov Jatim, nantinya di KKJSM akan dibagun Indonesia Islamic Science Park (IISP) dan membutuhkan lahan 101 hektare.

Tahun ini sudah disiapkan Rp 98.658.116.000 untuk pengadaan tanah KKM. Lahan di KKM nantinya akan dibangun Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Bulu Pandan, kawasan industri, pergudangan. Kemudian juga akan membuat jalan tol dari KKJSM menuju KKM. ”Pelan tapi pasti. Ke depan Madura akan menjadi daerah maju,” tandasnya.

Sekadar diketahui, total anggaran program kegiatan fisik BPWS sebesar Rp 167.158.116.000. Dana ini digunakan untuk empat program. Yakni, perencanaan pengembangan wilayah Suramadu (PPK C) Rp 2.300.000.000, pengendalian pembangunan wilayah Suramadu (PPK E) Rp 98.658.116.000, pembebasan dan penyiapan lahan wilayah Suramadu (PPK D) Rp 9.700.000.000, dan pembebasan dan penyiapan lahan wilayah Suramadu (PPK F) Rp 56.500.000.000.

Untuk perencanaan pengembangan wilayah Suramadu (PPK C) ada enam kegiatan. Yaitu, supervisi pembangunan SPAM kawasan Kecamatan Arosbaya, Bangkalan Rp 200.000.000, supervisi peningkatan jalan lintas selatan Bangkalan (Jalan Modung–Kedungdung) tahap III Rp 944.000.000, dan supervisi peningkatan jalan di Sampang (Jalan Bringkoneng–Kedungdung) Rp 216.000.000.

Baca Juga :  Bantah Pengadaan Gerobak Sampah Tumpang Tindih

Lalu, supervisi peningkatan jalan di Pamekasan (Jalan Tlagah–Bulangan–Branta) Rp 420.000.000, supervisi peningkatan jalan di Sumenep (Jalan Rongerong–Lobuk) Rp 420.000.000, dan supervisi pembangunan jalan akses kawasan wisata pesisir KKJSM Rp 100.000.000. Untuk pengendalian pembangunan wilayah Suramadu (PPK E) hanya berupa pengadaan tanah di Kawasan Khusus Madura (KKM) Rp 98.658.116.000.

Ada tiga jenis kegiatan dari pembebasan dan penyiapan lahan wilayah Suramadu (PPK D). Yakni, pembangunan SPAM kawasan Kecamatan Arosbaya, Bangkalan Rp 5.000.000.000, pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana/sarana bangunan kawasan Rp 2.700.000.000, dan Jasa pengamanan gedung dan lingkungan KKJSM Rp 2.000.000.000.

Sementara pembebasan dan penyiapan lahan wilayah Suramadu (PPK F) terbagi dalam lima kegiatan. Yaitu meliputi pembangunan jalan akses kawasan wisata pesisir KKJM Rp 2.700.000.000 dan peningkatan jalan lintas selatan Bangkalan (Jalan Modung–Kedungdung) tahap III Rp 27.400.000.000. Kemudian, peningkatan jalan di Sampang (Jalan Bringkoneng–Kedungdung) Rp 5.400.000.000, peningkatan jalan di Pamekasan (Jalan Tlagah–Bulangan–Branta) Rp 10.500.000.000, dan peningkatan jalan Sumenep (ruas Jalan Rongerong–Lobuk) Rp 10.500.000.000.

Selain program kegiatan fisik, BPWS juga menyediakan anggaran untuk operasional kantor dan pengembangan SDM. Seperti gaji pegawai, rapat, BBM kendaraan, alat tulis kantor, perjalanan dinas, anggaran rapat, dan lain-lain. Anggarannya sebesar Rp 48.763.387.000. 

- Advertisement -

SURABAYA – Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) mendapat jatah Rp 215.921.503.000 tahun ini. Dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) itu digunakan untuk beberapa program kegiatan.

Yakni, untuk program kegiatan fisik sebesar Rp 167.158.116.000 atau 77,42 persen. Sementara 22,58 persen sisanya (Rp 48.763.387.000) untuk biaya operasional kantor dan program pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS Pandit Indrawan membenarkan, pagu anggaran BPWS tahun ini Rp 215.921.503.000. Jatah tersebut lebih rendah dibandingkan pagu tahun lalu yang mencapai Rp 230 miliar.


”Kalau gak salah sekitar Rp 230 miliar. Intinya ada penurunan,” kata Pandit kemarin (19/1).

Semula BPWS melakukan percepatan pembangunan di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM) dan Kawasan Khusus Madura (KKM). Artinya, semua program dipusatkan di lokasi tersebut. Namun, tahun ini ada aturan baru. Program menyebar di semua kabupaten di Madura.

”Tapi prioritas program kami tetap di KKJSM dan KKM,” tegasnya.

Pria berkacamata itu menjelaskan, untuk program kegiatan fisik, pihaknya menargetkan triwulan pertama sudah bisa lelang. ”Kami targetkan kegiatan fisik awal Maret sudah lelang,” harapnya.

Sehingga, rekanan yang menjadi pemenang lelang bisa memiliki banyak waktu untuk menggarap proyek. Dengan demikian, pengerjaan bisa rampung tepat waktu.

Sementara proses lelang, klaim Pandit, sedari dulu dilakukan profesional dan transparan. Sebab, dilakukan secara online dan terbuka.

Baca Juga :  Ribuan Warga Balik Menggunakan Bus

Pandit menambahkan, program BPWS sudah diselaraskan dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Juga telah diselaraskan dengan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Termasuk, menyelaraskan dengan program pemerintah pusat seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan (Gerbang Kertasusila).

Melalui program Pemprov Jatim, nantinya di KKJSM akan dibagun Indonesia Islamic Science Park (IISP) dan membutuhkan lahan 101 hektare.

Tahun ini sudah disiapkan Rp 98.658.116.000 untuk pengadaan tanah KKM. Lahan di KKM nantinya akan dibangun Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Bulu Pandan, kawasan industri, pergudangan. Kemudian juga akan membuat jalan tol dari KKJSM menuju KKM. ”Pelan tapi pasti. Ke depan Madura akan menjadi daerah maju,” tandasnya.

Sekadar diketahui, total anggaran program kegiatan fisik BPWS sebesar Rp 167.158.116.000. Dana ini digunakan untuk empat program. Yakni, perencanaan pengembangan wilayah Suramadu (PPK C) Rp 2.300.000.000, pengendalian pembangunan wilayah Suramadu (PPK E) Rp 98.658.116.000, pembebasan dan penyiapan lahan wilayah Suramadu (PPK D) Rp 9.700.000.000, dan pembebasan dan penyiapan lahan wilayah Suramadu (PPK F) Rp 56.500.000.000.

Untuk perencanaan pengembangan wilayah Suramadu (PPK C) ada enam kegiatan. Yaitu, supervisi pembangunan SPAM kawasan Kecamatan Arosbaya, Bangkalan Rp 200.000.000, supervisi peningkatan jalan lintas selatan Bangkalan (Jalan Modung–Kedungdung) tahap III Rp 944.000.000, dan supervisi peningkatan jalan di Sampang (Jalan Bringkoneng–Kedungdung) Rp 216.000.000.

Baca Juga :  Sediakan Rp 400 Juta untuk Penghijauan

Lalu, supervisi peningkatan jalan di Pamekasan (Jalan Tlagah–Bulangan–Branta) Rp 420.000.000, supervisi peningkatan jalan di Sumenep (Jalan Rongerong–Lobuk) Rp 420.000.000, dan supervisi pembangunan jalan akses kawasan wisata pesisir KKJSM Rp 100.000.000. Untuk pengendalian pembangunan wilayah Suramadu (PPK E) hanya berupa pengadaan tanah di Kawasan Khusus Madura (KKM) Rp 98.658.116.000.

Ada tiga jenis kegiatan dari pembebasan dan penyiapan lahan wilayah Suramadu (PPK D). Yakni, pembangunan SPAM kawasan Kecamatan Arosbaya, Bangkalan Rp 5.000.000.000, pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana/sarana bangunan kawasan Rp 2.700.000.000, dan Jasa pengamanan gedung dan lingkungan KKJSM Rp 2.000.000.000.

Sementara pembebasan dan penyiapan lahan wilayah Suramadu (PPK F) terbagi dalam lima kegiatan. Yaitu meliputi pembangunan jalan akses kawasan wisata pesisir KKJM Rp 2.700.000.000 dan peningkatan jalan lintas selatan Bangkalan (Jalan Modung–Kedungdung) tahap III Rp 27.400.000.000. Kemudian, peningkatan jalan di Sampang (Jalan Bringkoneng–Kedungdung) Rp 5.400.000.000, peningkatan jalan di Pamekasan (Jalan Tlagah–Bulangan–Branta) Rp 10.500.000.000, dan peningkatan jalan Sumenep (ruas Jalan Rongerong–Lobuk) Rp 10.500.000.000.

Selain program kegiatan fisik, BPWS juga menyediakan anggaran untuk operasional kantor dan pengembangan SDM. Seperti gaji pegawai, rapat, BBM kendaraan, alat tulis kantor, perjalanan dinas, anggaran rapat, dan lain-lain. Anggarannya sebesar Rp 48.763.387.000. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/