Sabtu, 27 Nov 2021
Radar Madura
Home / Berita Kota
icon featured
Berita Kota

Kasus Covid-19 Turun, PPKM Diperpanjang hingga 8 November

19 Oktober 2021, 16: 22: 57 WIB | editor : Haryanto

Kasus Covid-19 Turun, PPKM Diperpanjang hingga 8 November

Share this      

JAKARTA – Setiap pekan, pemerintah mengevaluasi pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali. Semua indikator dan permasalahan di lapangan terus dievaluasi, terutama beberapa indikator utama seperti level asesmen situasi pandemi dan capaian vaksinasi.

Sampai saat ini, pengendalian kasus Covid-19 di Indonesia sangat baik. Jika merujuk data Johns Hopkins University, indikator jumlah kasus konfirmasi harian di Indonesia sebesar 3,69 kasus per 1 juta penduduk. Dengan demikian, jauh lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lain.

Indikator jumlah kasus konfirmasi harian di Singapura 516,4 kasus; Inggris 589,7 kasus; dan India 12,1 kasus. Data Reproduction Rate (RT), Indonesia sebesar 0,70 yang berarti dalam kategori terkendali. Sangat jauh lebih baik ketimbang Singapura yang mencapai 1,12, Inggris 1,09, dan India 0,85.

Baca juga: Airlangga: Pemerintah Komitmen Dukung Peningkatan Ekspor Komoditas

Secara nasional, kasus aktif per 18 Oktober sebesar 17.374 kasus atau 0,43 persen (dari 4,2 juta total kasus). Jauh di bawah rata-rata kasus global yang sebesar 7,3 persen (17,8 juta kasus aktif dari 241,5 juta total kasus).

Jumlah rata-rata penambahan kasus konfirmasi harian dalam 7 hari ke belakang (7 DMA) juga terus menunjukkan tren penurunan. Per 18 Oktober 2021, penambahan kasus harian 626 kasus atau secara rata-rata 7 DMA berada di angka 975. Jumlah rata-rata orang diperiksa dalam 7 DMA juga relatif stabil di kisaran 170 ribu orang.

Sementara jumlah kasus sembuh (RR), kasus kematian (CFR), dan penurunan jumlah total kasus aktif di kelompok provinsi variatif. Sumatera RR 95,78 persen dan CFR 3,56 persen dengan penurunan minus 95,64 persen. Nusa Tenggara RR 97,05 persen, CFR 2,34 persen dengan penurunan minus 95,66 persen dan Kalimantan RR 96,27 persen, CFR 3,16 persen dengan penurunan minus 95,84 persen.

Selanjutnya, Sulawesi RR 96,46 persen, CFR 2,63 persen dengan penurunan minus 93,69 persen. Maluku dan Papua RR 95,84 persen, CFR 1,75 persen dengan penurunan minus 89,27 persen. Khusus RR nasional 96,19 persen, CFR nasional 3,38 persen, dan penurunan kasus aktif nasional minus 95,69 persen.

”Asesmen situasi pandemi di luar Jawa-Bali memperlihatkan perbaikan signifikan dari pekan ke pekan. Dibandingkan di awal PPKM, jumlah kabupaten/kota level 4 turun dari 132 kabupaten/kota menjadi 0 kabupaten/kota. Sementara itu, kabupaten/kota level 1 naik tajam dari 0 kabupaten/kota menjadi 77 kabupaten/kota,” ucap Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Ratas Evaluasi PPKM secara virtual di Jakarta, Senin (11/10).

Level asesmen per 16 Oktober untuk 27 provinsi di luar Jawa-Bali juga cukup baik. Buktinya, tidak ada provinsi di level 4, hanya ada 1 provinsi di level 3, dan sebanyak 23 provinsi di level 2. Sedangkan di level 1 sudah ada 3 provinsi (Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Kepulauan Riau).

Khusus di luar Jawa-Bali terdapat 386 kabupaten/kota. Saat ini sudah tidak ada kabupaten/kota di level 4, hanya ada 24 kabupaten/kota di Level 3, sebanyak 285 kabupaten/kota di level 2, dan sudah ada 77 kabupaten/kota di level 1.

Sedangkan untuk 6 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM level 4 pada periode ini, masih ada 3 kabupaten/kota lainnya yang masih tetap pada level asesmen 3 (Bangka, Bulungan, dan Tarakan). Tapi, sudah ada 3 kabupaten/kota yang mengalami perbaikan ke level 2 (Pidie, Padang, dan Banjarmasin).

”Untuk penetapan level PPKM, selain merujuk data level asesmen situasi pandemi dari Kemenkes RI, juga mempertimbangkan capaian vaksinasi. Kabupaten/kota yang capaian vaksinasi dosis 1 masih kurang dari 40 persen akan dinaikkan satu tingkat level PPKM yang lebih tinggi,” ungkap Airlangga Hartarto.

Pelaksanaan PPKM di luar Jawa-Bali akan diperpanjang dari 19 Oktober hingga 8 November 2021. Pembatasan kegiatan masyarakat sesuai level asesmen di wilayah masing-masing dengan beberapa penyesuaian. Terutama terkait dengan kegiatan masyarakat seperti di tempat permainan anak di mal, bioskop, tempat wisata, dan lainnya.

”Cakupan penerapan PPKM di luar Jawa-Bali untuk PPKM Level 1 akan diterapkan di 18 kabupaten/kota. Lalu, PPKM level 2 bakal diterapkan pada 157 kabupaten/kota. Sedangkan PPKM level 3 akan diterapkan di 211 kabupaten/kota,” tutur Airlangga. (*/par)

(mr/*/yan/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia