alexametrics
25.3 C
Madura
Friday, September 30, 2022

Bisnis Tembakau Madura Masa Panen 2022

Serapan di Gudang Garam Baru 16 Persen

Produksi tembakau tahun ini terganggu akibat cuaca buruk. Imbasnya, hasil panen daun emas milik petani menurun. Hal ini dibuktikan dengan minimnya serapan dari target yang sudah dipatok oleh masing-masing gudang mitra.

PEMERINTAH daerah telah melakukan koordinasi dengan perwakilan gudang yang ada di Pamekasan. Tujuannya, untuk menentukan target serapan tahun ini. Sementara untuk perwakilan perusahaan rokok hanya akan menerima pasokan dari mitra masing-masing.

Secara keseluruhan, target pembelian tembakau tahun ini sebesar 11.200 ton. Jumlah ini berdasarkan akumulasi target tujuh perusahaan. ”Nah, yang menentukan target itu PT kemitraan bersama pemkab,” ujar Pimpinan Warehouse PT Surya Madistrindo AO Pamekasan Budi Hartono.

Pemegang warehouse, kata Budi, tak berwenang untuk menentukan target serapan. Sebab, gudang tersebut hanya digunakan untuk penampungan sementara dari hasil pembelian tembakau milik petani. Begitu juga dengan pelaporan pembelian yang dilakukan oleh perusahaan mitra masing-masing.

Baca Juga :  Puskesmas dan Klinik Dihujani Disinfektan

Seperti diketahui, PT Gudang Garam menargetkan pembelian tembakau 3.500 ton. Hingga Sabtu (17/9), realisasi dari target yang ditetapkan mencapai 16,98 persen atau sekitar 594 ton lebih. Jumlah itu berdasarkan hasil serapan 14.705 bal tembakau milik petani Bumi Gerbang Salam.

Secara keseluruhan, serapan pembelian tembakau di Pamekasan masih rendah. Yaitu, mencapai angka 30,39 persen atau sekitar 3.400 ton lebih. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan jumlah barang yang masuk di masing-masing gudang mitra perusahaan rokok.

Salah satu mitra PT Gudang Garang, PT Wijaya Sentosa Abadi Pamekasan menargetkan pembelian tembakau petani sebesar 1.000 ton. Padahal, daya tampung gudang yang terletak di Jalan Raya Nyalaran 234 Pamekasan itu mencapai 30 ribu ton.

Baca Juga :  Hanya Berkutat di Dua Tersangka

Humas PT Wijaya Sentosa Abadi Pamekasan Bernard Jailani mengaku kesulitan untuk memasok tembakau milik petani. Dengan demikian, serapan juga dipastikan tak akan maksimal. ”Gimana mau berbicara realisasi kalau tembakaunya saja tidak ada,” sambungnya.

Dia memerinci, pembelian tembakau milik petani dibagi menjadi tiga jenis berbeda. Yaitu, tanaman di areal persawahan, tegal, dan pegunungan. Harga tembakau antara Rp 33 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Ini disesuaikan dengan kualitas masing-masing tembakau. (afg/han)

Produksi tembakau tahun ini terganggu akibat cuaca buruk. Imbasnya, hasil panen daun emas milik petani menurun. Hal ini dibuktikan dengan minimnya serapan dari target yang sudah dipatok oleh masing-masing gudang mitra.

PEMERINTAH daerah telah melakukan koordinasi dengan perwakilan gudang yang ada di Pamekasan. Tujuannya, untuk menentukan target serapan tahun ini. Sementara untuk perwakilan perusahaan rokok hanya akan menerima pasokan dari mitra masing-masing.

Secara keseluruhan, target pembelian tembakau tahun ini sebesar 11.200 ton. Jumlah ini berdasarkan akumulasi target tujuh perusahaan. ”Nah, yang menentukan target itu PT kemitraan bersama pemkab,” ujar Pimpinan Warehouse PT Surya Madistrindo AO Pamekasan Budi Hartono.


Pemegang warehouse, kata Budi, tak berwenang untuk menentukan target serapan. Sebab, gudang tersebut hanya digunakan untuk penampungan sementara dari hasil pembelian tembakau milik petani. Begitu juga dengan pelaporan pembelian yang dilakukan oleh perusahaan mitra masing-masing.

Baca Juga :  Pengawasan Tembakau Harus Dievaluasi

Seperti diketahui, PT Gudang Garam menargetkan pembelian tembakau 3.500 ton. Hingga Sabtu (17/9), realisasi dari target yang ditetapkan mencapai 16,98 persen atau sekitar 594 ton lebih. Jumlah itu berdasarkan hasil serapan 14.705 bal tembakau milik petani Bumi Gerbang Salam.

Secara keseluruhan, serapan pembelian tembakau di Pamekasan masih rendah. Yaitu, mencapai angka 30,39 persen atau sekitar 3.400 ton lebih. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan jumlah barang yang masuk di masing-masing gudang mitra perusahaan rokok.

Salah satu mitra PT Gudang Garang, PT Wijaya Sentosa Abadi Pamekasan menargetkan pembelian tembakau petani sebesar 1.000 ton. Padahal, daya tampung gudang yang terletak di Jalan Raya Nyalaran 234 Pamekasan itu mencapai 30 ribu ton.

Baca Juga :  Kerja Sambil Kuliah di Universitas Indonesia
- Advertisement -

Humas PT Wijaya Sentosa Abadi Pamekasan Bernard Jailani mengaku kesulitan untuk memasok tembakau milik petani. Dengan demikian, serapan juga dipastikan tak akan maksimal. ”Gimana mau berbicara realisasi kalau tembakaunya saja tidak ada,” sambungnya.

Dia memerinci, pembelian tembakau milik petani dibagi menjadi tiga jenis berbeda. Yaitu, tanaman di areal persawahan, tegal, dan pegunungan. Harga tembakau antara Rp 33 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Ini disesuaikan dengan kualitas masing-masing tembakau. (afg/han)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Lima Raperda Siap Dibahas

/