alexametrics
22.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Ini Kado SKK Migas Jabanusa untuk HUT Ke-76 RI

JAKARTA – Kegiatan perawatan sumur di Sumur B01 dan C02 di Bojonegoro, Jawa Timur, berhasil menambah produksi hidrokarbon sebesar 8.000 barrel oil per day (BOPD). Pekerjaan perawatan sumur gas shut off di Sumur B01 dan acid wash C02 merupakan bagian dari plan of development (POD) Lapangan Banyu Urip. Produksi di wilayah kerja (WK) Banyu Urip ini dikelola KKKS Exxon Mobil Cepu Ltd (EMCL).

Pekerjaan perawatan sumur gas shut off di Sumur B01 dilakukan selama 21 hari dimulai sejak  11 Juni sampai 1 Juli 2021. ”Prinsip kerja pekerjaan gas shut off adalah mengurangi rasio produksi gas dengan menutup zona gas menggunakan casing patch. Adanya penurunan gas terproduksi dapat mengoptimalkan produksi minyak maupun kapasitas fasilitas produksi,” ungkap Kepala Divisi Pemboran SKK Migas Surya Widiantoro di Jakarta, Rabu (18/8).

Baca Juga :  Pembebasan Lahan Pasar Hewan Telan APBD Rp 10 Miliar

Hasil tes produksi sebelum gas shut off adalah sebesar 7.000 BOPD dan 17 million standard cubic feet per day (MMSCFD). Sedangkan setelah gas shut off adalah sebesar 10.000 BOPD dan 4 MMSCFD. ”Keberhasilan perawatan sumur B01 dan C02 merupakan bagian dari komitmen SKK Migas dan EMCL untuk kegiatan eksploitasi minyak dan gas bumi dalam upaya menahan laju penurunan produksi,” ucap Surya.

Selain gas shut off dan acid wash, terdapat beberapa pekerjaan perawatan sumur lain di Blok Cepu, yaitu reperforasi, downhole repair, dan perawatan rutin. Adapun perawatan sumur acid wash di Sumur C02 dilakukan selama 13 hari dimulai sejak 7 sampai 19 Juli 2021.

Surya mengatakan, prinsip kerja pekerjaan acid wash adalah melakukan pengasaman terhadap zona produksi dan peralatan downhole untuk mengurangi terbentuknya scale. Hasil tes produksi sebelum acid wash adalah sebesar 4.500 BOPD dan 1,5 MMSCFD. Sedangkan setelah acid wash adalah sebesar 9.500 BOPD dan 3,5 MMSCFD.

Baca Juga :  Silakan Foto dan Rekam Pelanggaran

Tingkat produksi puncak lapangan Banyu Urip telah berlangsung selama 5 tahun atau 3 tahun lebih lama dari estimasi POD awal. Selain itu, tingkat produksi minyak saat puncak juga sekitar 30 persen lebih tinggi dari rencana tingkat produksi POD awal.

”Keberhasilan ini adalah salah satu kado hulu migas pada peringatan HUT Ke-76 Republik Indonesia. Tambahan produksi minyak di Sidayu dan Banyu Urip sekitar 12.100–12.300 BOPD akan berkontribusi pada upaya pencapaian target lifting minyak,” pungkas Surya sembari menyinggung keberhasilan di Sumur Sidayu yang menghasilkan tambahan produksi minyak sebesar 4.100–4.300 BOPD dan gas sebesar 2,07 MMSCFD. (fei/luq)

- Advertisement -

JAKARTA – Kegiatan perawatan sumur di Sumur B01 dan C02 di Bojonegoro, Jawa Timur, berhasil menambah produksi hidrokarbon sebesar 8.000 barrel oil per day (BOPD). Pekerjaan perawatan sumur gas shut off di Sumur B01 dan acid wash C02 merupakan bagian dari plan of development (POD) Lapangan Banyu Urip. Produksi di wilayah kerja (WK) Banyu Urip ini dikelola KKKS Exxon Mobil Cepu Ltd (EMCL).

Pekerjaan perawatan sumur gas shut off di Sumur B01 dilakukan selama 21 hari dimulai sejak  11 Juni sampai 1 Juli 2021. ”Prinsip kerja pekerjaan gas shut off adalah mengurangi rasio produksi gas dengan menutup zona gas menggunakan casing patch. Adanya penurunan gas terproduksi dapat mengoptimalkan produksi minyak maupun kapasitas fasilitas produksi,” ungkap Kepala Divisi Pemboran SKK Migas Surya Widiantoro di Jakarta, Rabu (18/8).

Baca Juga :  Lapas Narkotika Pamekasan Latih Keterampilan Narapidana

Hasil tes produksi sebelum gas shut off adalah sebesar 7.000 BOPD dan 17 million standard cubic feet per day (MMSCFD). Sedangkan setelah gas shut off adalah sebesar 10.000 BOPD dan 4 MMSCFD. ”Keberhasilan perawatan sumur B01 dan C02 merupakan bagian dari komitmen SKK Migas dan EMCL untuk kegiatan eksploitasi minyak dan gas bumi dalam upaya menahan laju penurunan produksi,” ucap Surya.


Selain gas shut off dan acid wash, terdapat beberapa pekerjaan perawatan sumur lain di Blok Cepu, yaitu reperforasi, downhole repair, dan perawatan rutin. Adapun perawatan sumur acid wash di Sumur C02 dilakukan selama 13 hari dimulai sejak 7 sampai 19 Juli 2021.

Surya mengatakan, prinsip kerja pekerjaan acid wash adalah melakukan pengasaman terhadap zona produksi dan peralatan downhole untuk mengurangi terbentuknya scale. Hasil tes produksi sebelum acid wash adalah sebesar 4.500 BOPD dan 1,5 MMSCFD. Sedangkan setelah acid wash adalah sebesar 9.500 BOPD dan 3,5 MMSCFD.

Baca Juga :  Serapan APBD Rendah, Dewan Meradang

Tingkat produksi puncak lapangan Banyu Urip telah berlangsung selama 5 tahun atau 3 tahun lebih lama dari estimasi POD awal. Selain itu, tingkat produksi minyak saat puncak juga sekitar 30 persen lebih tinggi dari rencana tingkat produksi POD awal.

”Keberhasilan ini adalah salah satu kado hulu migas pada peringatan HUT Ke-76 Republik Indonesia. Tambahan produksi minyak di Sidayu dan Banyu Urip sekitar 12.100–12.300 BOPD akan berkontribusi pada upaya pencapaian target lifting minyak,” pungkas Surya sembari menyinggung keberhasilan di Sumur Sidayu yang menghasilkan tambahan produksi minyak sebesar 4.100–4.300 BOPD dan gas sebesar 2,07 MMSCFD. (fei/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/