alexametrics
21.6 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Harga Tiga Komoditas Lampaui HET

BANGKALAN – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bangkalan melakukan operasi pasar Rabu (18/4). Yang di datangi yakni Pasar Ki Lemah Duwur (KLD), Socah, dan Pasar Kwanyar.

Sekretaris TPID Bangkalan Joko Supriyono mengungkapkan, di pasaran, sejumlah komoditas melampaui harga eceran tertinggi (HET). Di antaranya bawang merah, bawang putih, dan cabai merah besar.

Mengacu pada HET, harga bawang merah dan bawang putih maksimum berkisar pada nominal Rp 20 ribu per kilogram. Sementara untuk cabai merah besar Rp 35 ribu per kilogram. Namun, fakta di pasaran, ditemukan kenaikan harga antara Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.

”Pantauan kami, bawang merah dan bawang putih ada yang Rp 24 ribu sampai Rp 30 ribu. Cabai merah besar Rp 45 ribu. Ada kenaikan Rp 10 ribu. Setiap pasar bervariasi,” ungkap dia.

Untuk komoditas lain, lanjut Joko, masih terpantau normal. Seperti daging masih sesuai HET, yakni Rp 110 ribu per kilogram. Menurut dia, kenaikan harga bahan kebutuhan konsumsi sebesar Rp 5 ribu masih normal. Namun jika menyentuh angka Rp 10 ribu sudah menjadi atensi. Sebab, dapat menimbulkan inflasi.

Baca Juga :  Gubernur dan Pertamina Jamin Stok Solar Aman

Mantan Sekretaris DPRD Bangkalan itu menuturkan, tiga komoditas yang melampaui HET tetsebut berpotensi terus mengalami kenaikan harga. Mengingat, beberapa pekan lagi akan memasuki bulan suci Ramadan. Disebutkan, kenaikan harga karena terbatasnya ketersediaan bahan di pasaran. Sementara permintaan tetap tinggi.

”Ada masalah distribusi. Karena beberapa komoditas tidak produktif di Bangkalan. Jadi mendatangkan dari luar daerah,” kata Kabag Perekonomian Setkab Bangkalan itu.

Kenaikan harga akan dilaporkan ke bupati selaku ketua TPID Bangkalan. Dengan demikian, bisa menentukan langkah untuk mencegah inflasi. Sebab, kenaikan harga sangat berpengaruh.

”Kami akan adakan pasar murah. Kalau barang banyak, kemungkinan besar harga tidak naik,” ucap Joko.

Beberapa komoditas juga dimungkinkan akan mengalami kenaikan saat mendekati hari-hari besar.  di antaranya telur, cabai, ayam, dan daging. ”Sementara masih normal. Tepung, beras, daging masih stabil,” terangnya.

Baca Juga :  Pasar Margalela Siap Ditempati

Dia menambahkan, untuk memantau harga barang, pihaknya terus melakukan operasi di sejumlah pasar tradisional. ”Kami juga akan pantau harga di Pasar Tanah Merah dan Galis. Nanti akan ada beberapa pasar yang akan kami jadikan sampel,”  tambahnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Bangkalan M. Husni Syakur meminta pemerintah mulai bersiap menjelang Ramadan dan hari raya Idulfitri. Dia berharap pasar murah yang direncanakan benar-benar direalisasikan jika harga komoditas mulai tidak stabil. Jadi, kenaikan harga bisa ditekan semaksimal mungkin.

”Karena kenaikan harga kadang tidak terduga. Seperti cabai, dulu harganya sempat melonjak hingga kurun waktu cukup lama,” paparnya.

Politikus PDI Perjuangan itu mendesak agar pemerintah terus memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.”Kami juga akan ikut kawal,” janjinya.

 

BANGKALAN – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bangkalan melakukan operasi pasar Rabu (18/4). Yang di datangi yakni Pasar Ki Lemah Duwur (KLD), Socah, dan Pasar Kwanyar.

Sekretaris TPID Bangkalan Joko Supriyono mengungkapkan, di pasaran, sejumlah komoditas melampaui harga eceran tertinggi (HET). Di antaranya bawang merah, bawang putih, dan cabai merah besar.

Mengacu pada HET, harga bawang merah dan bawang putih maksimum berkisar pada nominal Rp 20 ribu per kilogram. Sementara untuk cabai merah besar Rp 35 ribu per kilogram. Namun, fakta di pasaran, ditemukan kenaikan harga antara Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.


”Pantauan kami, bawang merah dan bawang putih ada yang Rp 24 ribu sampai Rp 30 ribu. Cabai merah besar Rp 45 ribu. Ada kenaikan Rp 10 ribu. Setiap pasar bervariasi,” ungkap dia.

Untuk komoditas lain, lanjut Joko, masih terpantau normal. Seperti daging masih sesuai HET, yakni Rp 110 ribu per kilogram. Menurut dia, kenaikan harga bahan kebutuhan konsumsi sebesar Rp 5 ribu masih normal. Namun jika menyentuh angka Rp 10 ribu sudah menjadi atensi. Sebab, dapat menimbulkan inflasi.

Baca Juga :  Sebut Disdag Tak Serius Sokong Produk Lokal

Mantan Sekretaris DPRD Bangkalan itu menuturkan, tiga komoditas yang melampaui HET tetsebut berpotensi terus mengalami kenaikan harga. Mengingat, beberapa pekan lagi akan memasuki bulan suci Ramadan. Disebutkan, kenaikan harga karena terbatasnya ketersediaan bahan di pasaran. Sementara permintaan tetap tinggi.

”Ada masalah distribusi. Karena beberapa komoditas tidak produktif di Bangkalan. Jadi mendatangkan dari luar daerah,” kata Kabag Perekonomian Setkab Bangkalan itu.

Kenaikan harga akan dilaporkan ke bupati selaku ketua TPID Bangkalan. Dengan demikian, bisa menentukan langkah untuk mencegah inflasi. Sebab, kenaikan harga sangat berpengaruh.

”Kami akan adakan pasar murah. Kalau barang banyak, kemungkinan besar harga tidak naik,” ucap Joko.

Beberapa komoditas juga dimungkinkan akan mengalami kenaikan saat mendekati hari-hari besar.  di antaranya telur, cabai, ayam, dan daging. ”Sementara masih normal. Tepung, beras, daging masih stabil,” terangnya.

Baca Juga :  Minimalkan Dampak Pandemi Covid-19, Pemda Lakukan Refocusing Anggaran

Dia menambahkan, untuk memantau harga barang, pihaknya terus melakukan operasi di sejumlah pasar tradisional. ”Kami juga akan pantau harga di Pasar Tanah Merah dan Galis. Nanti akan ada beberapa pasar yang akan kami jadikan sampel,”  tambahnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Bangkalan M. Husni Syakur meminta pemerintah mulai bersiap menjelang Ramadan dan hari raya Idulfitri. Dia berharap pasar murah yang direncanakan benar-benar direalisasikan jika harga komoditas mulai tidak stabil. Jadi, kenaikan harga bisa ditekan semaksimal mungkin.

”Karena kenaikan harga kadang tidak terduga. Seperti cabai, dulu harganya sempat melonjak hingga kurun waktu cukup lama,” paparnya.

Politikus PDI Perjuangan itu mendesak agar pemerintah terus memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.”Kami juga akan ikut kawal,” janjinya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/