alexametrics
25.4 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Pemerintah Terus Monitor Perkembangan di Dalam dan Luar Negeri

JAKARTA – Evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali terus dilakukan setiap pekan. Penerapan PPKM akan berlanjut hingga 22 November 2021. Beberapa indikator pandemi konsisten mengalami perbaikan dari pekan sebelumnya. Namun ada sedikit kenaikan dari sisi angka reproduksi kasus efektif di beberapa pulau.

Berdasar data per 14 November 2021, jumlah kasus aktif sebesar 9.018 kasus atau 0,2 persen dari total kasus. Kondisi ini jauh lebih baik daripada rata-rata global sebesar 7,4 persen. Jika dibandingkan 24 Juli lalu, persentasenya turun -98,43 persen. Kasus konfirmasi harian rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 384 kasus dengan tren penurunan. Per 14 November sebanyak 399 kasus atau sudah turun -99,4 persen.

Secara nasional, persentase tingkat kesembuhan (Recovery Rate/RR) sebesar 96,41 persen dan tingkat kematian (Case Fatality Rate/CFR) mencapai 3,38 persen. Sedangkan penurunan total kasus aktif adalah -97,59 persen.

Angka reproduksi kasus efektif (Rt) Covid-19 Indonesia mengalami sedikit peningkatan dari 0,95 (pada 5 November 2021) menjadi 0,96 (pada 11 November 2021). Namun masih di bawah 1,00 (terkendali). “Potensi peningkatan kasus, walaupun kecil akan terus dimonitor dan diwaspadai oleh pemerintah,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Ratas Evaluasi PPKM, Senin (15/11).

Jika diperhatikan per pulau, Rt semua pulau berada di bawah 1 (terkendali). Namun di Pulau Jawa, Bali, dan Kalimantan, Rt-nya sedikit naik selama sepekan terakhir. Rt Jawa naik dari 0,93 menjadi 0,95, Rt Bali naik dari 0,97 menjadi 0,98, dan Rt Kalimantan dari 0,96 menjadi 0,98. Kemudian, ada 4 pulau yang Rt-nya tetap yakni Sumatera (0,96), Papua (0,98), Nusa Tenggara (0,98), dan Sulawesi (0,95). Sedangkan Rt Maluku turun dari 1,01 menjadi 1,00.

Airlangga Hartarto menuturkan, Presiden Jokowi mengingatkan eksekutif harus terus memperhatikan kunjungan warga negara asing ke Indonesia. “Tingkat kasus di negara lain juga harus terus dimonitor sebelum membuka (kunjungan dari dan ke) negara-negara lain. Kalau untuk persiapan libur Nataru, akan didalami kembali sepekan ke depan, sebelum diumumkan ke masyarakat,” ucapnya.

Perkembangan Kondisi Luar Jawa-Bali

Dilihat dari jumlah Kasus Aktif di Luar Jawa-Bali, per 14 November 2021 sebesar 4.339 kasus atau 0,31 persen dari total kasus, atau sudah turun -98,0 persen dari puncaknya pada 6 Agustus 2021. Kasus konfirmasi harian rata-rata 7 hari (7DMA) per 14 November 2021 sebesar 135 kasus, dengan tren penurunan sebanyak 117 kasus.

Baca Juga :  Triwulan II-2021, Sektor Pertanian Tumbuh 0,38 Persen

Kasus kematian (CFR) per 14 November 2021 berjumlah 7 kasus dengan total 43.522 kematian (CFR 3,12 persen). Tingkat kesembuhan (RR) harian per 14 November bertambah 191 orang dengan total 1.345.623 orang (RR 96,57 persen). “Tren penurunan cukup konsisten untuk kasus konfirmasi harian dan jumlah kasus aktif di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali,” imbuh Airlangga Hartarto.

Proporsi kasus konfirmasi harian dari luar Jawa-Bali terhadap tambahan kasus nasional per 14 November 2021 sebesar 39,8 persen (135 dari 339 kasus baru). Jumlah ini mulai menurun di bawah proporsi Jawa-Bali sejak akhir Oktober 2021. Per 14 November 2021, kasus aktif di luar Jawa-Bali sebesar 48,1 persen dari total kasus aktif nasional (4.339 dari 9.018 kasus aktif).

Untuk di luar Jawa-Bali, jumlah kasus yang sembuh (RR), kasus kematian (CFR), dan penurunan jumlah total kasus aktif total sudah dikantongi. Misaalnya RR Sumatera 96,17 persen, CFR 3,58 persen, penurunan (jumlah total kasus aktif) -98,34 persen. Selanjutnya RR Nusa Tenggara 97,47 persen, CFR 2,35 persen dengan penurunan -98,72 persen.

RR Kalimantan 96,75 persen, CFR 3,17 persen dengan penurunan -99,39 persen. RR Sulawesi 97,20 persen, CFR 2,63 persen dengan penurunan -98,83 persen. RR Maluku dan Papua 95,97 persen, CFR 1,75 persen dengan penurunan -89,81 persen.

Mengenai level asesmen per 13 November 2021, dari 27 provinsi di luar Jawa-Bali tercatat seluruh provinsi berada pada level transmisi komunitas tingkat 1. Namun kondisi berbeda terjadi pada sisi kapasitas respon. Berdasa level asesmen situasi pandemi, tidak ada provinsi di level 4 dan 3, sebanyak 25 provinsi berada di Level 2 (karena kapasitas respon “Sedang” atau “Terbatas”); serta 2 provinsi berada di level 1 dengan kapasitas respon memadai (Provinsi Kepulauan Riau dan Nusa Tenggara Barat).

Dari sisi capaian vaksinasi, hanya 1 provinsi dengan tingkat vaksinasi dosis-1 pada level “Memadai” (lebih dari 70 persen), yaitu Kepulauan Riau (91,88 persen), 11 provinsi di level sedang (50-70 persen), dan 15 provinsi pada level terbatas (kurang 50 persen)

“Level asesmen pada tingkat kabupaten/kota, tidak ada yang masuk di level 4. Namun masih ada 5 kabupaten/kota di level 3, yaitu Tana Tidung, Gayo Lues, Sorong, Kota Subulussalam, dan Teluk Bintuni. Sebanyak 207 kabupaten/kota di level 2, dan terjadi peningkatan kabupaten/kota di level 1. Jumlahnya sebanyak 174 kabupaten/kota,” jelas Airlangga Hartarto.

Baca Juga :  Menko Airlangga Ajak Ulama Sukseskan Prokes Lebaran Idul Adha

Untuk 5 kabupaten/kota penyelenggara World Superbike (WSBK) Mandalika, yakni Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Timur, dan Lombok Tengah, dan Lombok Barat, semuanya berada pada level asesmen 1. Pencapaian vaksinasi saat penyelenggaraan Superbike, yang ditargetkan mencapai 70 persen Dosis-1 sebelum event dilaksanakan, saat ini dari 5 kabupaten/kota di Pulau Lombok, tinggal 1 kabupaten lagi yang belum mencapai 70 persen yaitu Lombok Timur yang mencapai 68,99 persen, dan segera akan dikejar pencapaiannya dalam pekan ini.

Perkembangan Sisi Ekonomi

Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sampai 12 November 2021 mencapai Rp 483,91 triliun atau 65,0 persen dari pagu Rp 744,77 triliun. Jika dilihat per klaster, maka realisasinya sebagai berikut. Realisasi Klaster Kesehatan Rp 129,30 triliun (60,1 persen); Realisasi Klaster Perlinsos Rp 139,04 triliun (74,5 persen); Realisasi Klaster Program Prioritas Rp 74,39 triliun (63,1 persen); Realisasi Klaster Dukungan UMKM dan Korporasi Rp 78,73 triliun (48,5 persen); Realisasi Klaster Insentif Usaha Rp 62,47 triliun (99,4 persen).

Realisasi Klaster Kesehatan Rp 129,30 triliun yang utama adalah untuk Diagnostik (Testing dan Tracing) 68,7 persen atau Rp 3,09 triliun; Therapeutic (Insentif dan Santunan Nakes) Rp 14,47 triliun atau 76,4 persen; dan Vaksinasi (Pengadaan dan Pelaksanaan) 46,1 persen atau Rp 26,6 triliun.

Sementara itu, realisasi dari klaster Perlinsos sebesar Rp 132,49 triliun digunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) 94,3 persen atau Rp 28,31 triliun dari pagu Rp 28,31 triliun, Kartu Sembako 66,6 persen atau Rp 33,22 triliun dari pagu Rp 49,89 triliun, BLT Desa 65,5 persen atau Rp 18,85 triliun dari pagu Rp 28,80 triliun. Terakhir Bantuan Subsidi Upah (BSU) 76,1 persen atau Rp 6,70 triliun dari pagu Rp 8,80 triliun.

Untuk Kartu Prakerja hingga 12 November 2021, telah diberikan kepada 5.932.867 Penerima untuk Batch 12-22. Tercatat 5.764.498 (96 persen) penerima telah menyelesaikan pelatihan, serta 5.667.110 juta (95 persen) penerima telah mendapatkan insentif. Total insentif yang disalurkan selama 2021 sebesar Rp 11,6 triliun,” pungkas Airlangga Hartarto. (rep/fsr/hls/par)

JAKARTA – Evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali terus dilakukan setiap pekan. Penerapan PPKM akan berlanjut hingga 22 November 2021. Beberapa indikator pandemi konsisten mengalami perbaikan dari pekan sebelumnya. Namun ada sedikit kenaikan dari sisi angka reproduksi kasus efektif di beberapa pulau.

Berdasar data per 14 November 2021, jumlah kasus aktif sebesar 9.018 kasus atau 0,2 persen dari total kasus. Kondisi ini jauh lebih baik daripada rata-rata global sebesar 7,4 persen. Jika dibandingkan 24 Juli lalu, persentasenya turun -98,43 persen. Kasus konfirmasi harian rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 384 kasus dengan tren penurunan. Per 14 November sebanyak 399 kasus atau sudah turun -99,4 persen.

Secara nasional, persentase tingkat kesembuhan (Recovery Rate/RR) sebesar 96,41 persen dan tingkat kematian (Case Fatality Rate/CFR) mencapai 3,38 persen. Sedangkan penurunan total kasus aktif adalah -97,59 persen.

Angka reproduksi kasus efektif (Rt) Covid-19 Indonesia mengalami sedikit peningkatan dari 0,95 (pada 5 November 2021) menjadi 0,96 (pada 11 November 2021). Namun masih di bawah 1,00 (terkendali). “Potensi peningkatan kasus, walaupun kecil akan terus dimonitor dan diwaspadai oleh pemerintah,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Ratas Evaluasi PPKM, Senin (15/11).

Jika diperhatikan per pulau, Rt semua pulau berada di bawah 1 (terkendali). Namun di Pulau Jawa, Bali, dan Kalimantan, Rt-nya sedikit naik selama sepekan terakhir. Rt Jawa naik dari 0,93 menjadi 0,95, Rt Bali naik dari 0,97 menjadi 0,98, dan Rt Kalimantan dari 0,96 menjadi 0,98. Kemudian, ada 4 pulau yang Rt-nya tetap yakni Sumatera (0,96), Papua (0,98), Nusa Tenggara (0,98), dan Sulawesi (0,95). Sedangkan Rt Maluku turun dari 1,01 menjadi 1,00.

Airlangga Hartarto menuturkan, Presiden Jokowi mengingatkan eksekutif harus terus memperhatikan kunjungan warga negara asing ke Indonesia. “Tingkat kasus di negara lain juga harus terus dimonitor sebelum membuka (kunjungan dari dan ke) negara-negara lain. Kalau untuk persiapan libur Nataru, akan didalami kembali sepekan ke depan, sebelum diumumkan ke masyarakat,” ucapnya.

Perkembangan Kondisi Luar Jawa-Bali

Dilihat dari jumlah Kasus Aktif di Luar Jawa-Bali, per 14 November 2021 sebesar 4.339 kasus atau 0,31 persen dari total kasus, atau sudah turun -98,0 persen dari puncaknya pada 6 Agustus 2021. Kasus konfirmasi harian rata-rata 7 hari (7DMA) per 14 November 2021 sebesar 135 kasus, dengan tren penurunan sebanyak 117 kasus.

Baca Juga :  Panwascam Kota Pamekasan Ungkap Ratusan DPT Ganda

Kasus kematian (CFR) per 14 November 2021 berjumlah 7 kasus dengan total 43.522 kematian (CFR 3,12 persen). Tingkat kesembuhan (RR) harian per 14 November bertambah 191 orang dengan total 1.345.623 orang (RR 96,57 persen). “Tren penurunan cukup konsisten untuk kasus konfirmasi harian dan jumlah kasus aktif di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali,” imbuh Airlangga Hartarto.

Proporsi kasus konfirmasi harian dari luar Jawa-Bali terhadap tambahan kasus nasional per 14 November 2021 sebesar 39,8 persen (135 dari 339 kasus baru). Jumlah ini mulai menurun di bawah proporsi Jawa-Bali sejak akhir Oktober 2021. Per 14 November 2021, kasus aktif di luar Jawa-Bali sebesar 48,1 persen dari total kasus aktif nasional (4.339 dari 9.018 kasus aktif).

Untuk di luar Jawa-Bali, jumlah kasus yang sembuh (RR), kasus kematian (CFR), dan penurunan jumlah total kasus aktif total sudah dikantongi. Misaalnya RR Sumatera 96,17 persen, CFR 3,58 persen, penurunan (jumlah total kasus aktif) -98,34 persen. Selanjutnya RR Nusa Tenggara 97,47 persen, CFR 2,35 persen dengan penurunan -98,72 persen.

RR Kalimantan 96,75 persen, CFR 3,17 persen dengan penurunan -99,39 persen. RR Sulawesi 97,20 persen, CFR 2,63 persen dengan penurunan -98,83 persen. RR Maluku dan Papua 95,97 persen, CFR 1,75 persen dengan penurunan -89,81 persen.

Mengenai level asesmen per 13 November 2021, dari 27 provinsi di luar Jawa-Bali tercatat seluruh provinsi berada pada level transmisi komunitas tingkat 1. Namun kondisi berbeda terjadi pada sisi kapasitas respon. Berdasa level asesmen situasi pandemi, tidak ada provinsi di level 4 dan 3, sebanyak 25 provinsi berada di Level 2 (karena kapasitas respon “Sedang” atau “Terbatas”); serta 2 provinsi berada di level 1 dengan kapasitas respon memadai (Provinsi Kepulauan Riau dan Nusa Tenggara Barat).

Dari sisi capaian vaksinasi, hanya 1 provinsi dengan tingkat vaksinasi dosis-1 pada level “Memadai” (lebih dari 70 persen), yaitu Kepulauan Riau (91,88 persen), 11 provinsi di level sedang (50-70 persen), dan 15 provinsi pada level terbatas (kurang 50 persen)

“Level asesmen pada tingkat kabupaten/kota, tidak ada yang masuk di level 4. Namun masih ada 5 kabupaten/kota di level 3, yaitu Tana Tidung, Gayo Lues, Sorong, Kota Subulussalam, dan Teluk Bintuni. Sebanyak 207 kabupaten/kota di level 2, dan terjadi peningkatan kabupaten/kota di level 1. Jumlahnya sebanyak 174 kabupaten/kota,” jelas Airlangga Hartarto.

Baca Juga :  Menko Airlangga Dorong KUR untuk Sektor Pertanian dan Perikanan

Untuk 5 kabupaten/kota penyelenggara World Superbike (WSBK) Mandalika, yakni Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Timur, dan Lombok Tengah, dan Lombok Barat, semuanya berada pada level asesmen 1. Pencapaian vaksinasi saat penyelenggaraan Superbike, yang ditargetkan mencapai 70 persen Dosis-1 sebelum event dilaksanakan, saat ini dari 5 kabupaten/kota di Pulau Lombok, tinggal 1 kabupaten lagi yang belum mencapai 70 persen yaitu Lombok Timur yang mencapai 68,99 persen, dan segera akan dikejar pencapaiannya dalam pekan ini.

Perkembangan Sisi Ekonomi

Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sampai 12 November 2021 mencapai Rp 483,91 triliun atau 65,0 persen dari pagu Rp 744,77 triliun. Jika dilihat per klaster, maka realisasinya sebagai berikut. Realisasi Klaster Kesehatan Rp 129,30 triliun (60,1 persen); Realisasi Klaster Perlinsos Rp 139,04 triliun (74,5 persen); Realisasi Klaster Program Prioritas Rp 74,39 triliun (63,1 persen); Realisasi Klaster Dukungan UMKM dan Korporasi Rp 78,73 triliun (48,5 persen); Realisasi Klaster Insentif Usaha Rp 62,47 triliun (99,4 persen).

Realisasi Klaster Kesehatan Rp 129,30 triliun yang utama adalah untuk Diagnostik (Testing dan Tracing) 68,7 persen atau Rp 3,09 triliun; Therapeutic (Insentif dan Santunan Nakes) Rp 14,47 triliun atau 76,4 persen; dan Vaksinasi (Pengadaan dan Pelaksanaan) 46,1 persen atau Rp 26,6 triliun.

Sementara itu, realisasi dari klaster Perlinsos sebesar Rp 132,49 triliun digunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) 94,3 persen atau Rp 28,31 triliun dari pagu Rp 28,31 triliun, Kartu Sembako 66,6 persen atau Rp 33,22 triliun dari pagu Rp 49,89 triliun, BLT Desa 65,5 persen atau Rp 18,85 triliun dari pagu Rp 28,80 triliun. Terakhir Bantuan Subsidi Upah (BSU) 76,1 persen atau Rp 6,70 triliun dari pagu Rp 8,80 triliun.

Untuk Kartu Prakerja hingga 12 November 2021, telah diberikan kepada 5.932.867 Penerima untuk Batch 12-22. Tercatat 5.764.498 (96 persen) penerima telah menyelesaikan pelatihan, serta 5.667.110 juta (95 persen) penerima telah mendapatkan insentif. Total insentif yang disalurkan selama 2021 sebesar Rp 11,6 triliun,” pungkas Airlangga Hartarto. (rep/fsr/hls/par)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/