alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

JPRM Punya Enam Wartawan Utama

Peserta UKW Jawa Pos-PWI Jatim 100 Persen Kompeten

SURABAYA – Uji kompetensi wartawan (UKW) angkatan ke-41 dan 42 yang digelar Jawa Pos Radar (JPR) dengan PWI Jatim dan Dewan Pers ditutup di Graha Pena, Surabaya, kemarin (16/6). Hasilnya, seluruh peserta 100 persen dinyatakan lulus atau kompeten. UKW dua angkatan ini digelar selama empat hari sejak Senin (13/6).

Tiga peserta di antaranya dari Jawa Pos Radar Madura. Yakni, redaktur Moh. Rusydi Zain ZA jenjang utama serta Akhmadi Yasid dan Junaidi Pondiyanto di jenjang muda. Dengan begitu, jumlah wartawan JPRM yang telah mengantongi sertifikat utama menjadi enam orang.

Sebelumnya, ada Pemred Luqman Hakim, Redpel Moh. Subhan, Kepala JPRM Biro Sumenep Feri Ferdiansyah, Kepala JPRM Biro Bangkalan Fathorrahman, dan Kepala JPRM Biro Sampang Hendriyanto.

Koordinator Dewan Penguji dari PWI Jatim Djoko Tetuko mengatakan, penyelenggaraan UKW yang digelar PWI Jatim ini memecahkan rekor. ”100 persen peserta dinyatakan lulus alias kompeten,” tegasnya.

Menurut wartawan senior itu, selama ini penyelenggaraan UKW oleh PWI Jatim belum pernah mencatat tingkat kompetensi/kelulusan sempurna atau 100 persen. Biasanya ada saja peserta yang tidak kompeten karena masalah kemampuan atau tingkat kedisiplinan dan ketepatan waktu.

Baca Juga :  Mengalkulasi Jangkauan PLN di Pulau Garam

Direktur Utama JPR Leak Kustiya menyambut baik penyelenggaraan UKW yang didukung oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Pabrik Tuban (SIG) ini. Menurut Leak, kompetensi wartawan harus dipenuhi dan terus ditingkatkan agar mampu meng-handle media masing-masing dengan baik.

”Dengan acara ini, maka Jawa Pos akan kaya dengan generasi-generasi baru yang memiliki kompetensi memadai untuk menjaga keberlangsungan hidup Jawa Pos itu sendiri,” katanya.

Leak mengakui bahwa Jawa Pos yang kini sedang mengembangkan konvergensi media membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. ”Kalau lulus seratus persen begini, manajemen pasti juga tenang. Karena, memiliki resources yang kompeten melalui sistem seleksi yang ketat dan dapat dipertanggungjawabkan seperti UKW ini,” paparnya.

Hal ini diamini oleh Sasongko Tedjo selaku penguji senior dari PWI Pusat. Menurut penguji kelas utama ini, media seperti Jawa Pos patut dibanggakan. Sebab, manajemen yang peduli dengan kompetensi wartawannya pasti akan menegakkan cara-cara profesional dalam pengelolaan media.

”Sinergi media diperlukan karena konten sekarang juga mahal. Di sini konvergensi media dibutuhkan. Dan, Jawa Pos bisa dibanggakan karena dinamikanya masuk yang terbaik, editorial system dan SDM juga terjaga,” jelas mantan Pemred Suara Merdeka dan juga sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat ini.

Baca Juga :  Ngaji Jurnalistik untuk Tangkal Hoaks

UKW Jawa Pos bekerja sama dengan PWI Jatim, Dewan Pers dan SIG ini diikuti oleh 51 peserta. Mereka dibagi dalam dua kelas utama, satu kelas madya, dan enam kelas muda dengan tim penguji dari PWI Jatim.

Peserta berasal dari grup Jawa Pos, mulai cetak, online, dan televisi. Selain Jawa Pos, peserta juga datang dari berbagai radar dan anak perusahaan. Antara lain dari Radar Surabaya, Radar Tuban, Radar Madura, Radar Mojokerto, Radar Jombang, Radar Malang, Radar Kediri, Radar Madiun, Radar Jember, Radar Bromo, Radar Tulungagung, Radar Solo, Radar Kudus, dan JTV.

Moh. Rusydi Zain ZA mengucapkan terima kasih kepada para penguji. Selama ujian banyak mendapatkan pengalaman berharga berkenaan dengan kompetensi wartawan. ”Wartawan harus mempertanggungjawabkan kompetensinya dalam melaksanakan tugas jurnalistik,” katanya. (jay/luq)

SURABAYA – Uji kompetensi wartawan (UKW) angkatan ke-41 dan 42 yang digelar Jawa Pos Radar (JPR) dengan PWI Jatim dan Dewan Pers ditutup di Graha Pena, Surabaya, kemarin (16/6). Hasilnya, seluruh peserta 100 persen dinyatakan lulus atau kompeten. UKW dua angkatan ini digelar selama empat hari sejak Senin (13/6).

Tiga peserta di antaranya dari Jawa Pos Radar Madura. Yakni, redaktur Moh. Rusydi Zain ZA jenjang utama serta Akhmadi Yasid dan Junaidi Pondiyanto di jenjang muda. Dengan begitu, jumlah wartawan JPRM yang telah mengantongi sertifikat utama menjadi enam orang.

Sebelumnya, ada Pemred Luqman Hakim, Redpel Moh. Subhan, Kepala JPRM Biro Sumenep Feri Ferdiansyah, Kepala JPRM Biro Bangkalan Fathorrahman, dan Kepala JPRM Biro Sampang Hendriyanto.


Koordinator Dewan Penguji dari PWI Jatim Djoko Tetuko mengatakan, penyelenggaraan UKW yang digelar PWI Jatim ini memecahkan rekor. ”100 persen peserta dinyatakan lulus alias kompeten,” tegasnya.

Menurut wartawan senior itu, selama ini penyelenggaraan UKW oleh PWI Jatim belum pernah mencatat tingkat kompetensi/kelulusan sempurna atau 100 persen. Biasanya ada saja peserta yang tidak kompeten karena masalah kemampuan atau tingkat kedisiplinan dan ketepatan waktu.

Baca Juga :  Komitmen Kerja Sama Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Direktur Utama JPR Leak Kustiya menyambut baik penyelenggaraan UKW yang didukung oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Pabrik Tuban (SIG) ini. Menurut Leak, kompetensi wartawan harus dipenuhi dan terus ditingkatkan agar mampu meng-handle media masing-masing dengan baik.

”Dengan acara ini, maka Jawa Pos akan kaya dengan generasi-generasi baru yang memiliki kompetensi memadai untuk menjaga keberlangsungan hidup Jawa Pos itu sendiri,” katanya.

Leak mengakui bahwa Jawa Pos yang kini sedang mengembangkan konvergensi media membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. ”Kalau lulus seratus persen begini, manajemen pasti juga tenang. Karena, memiliki resources yang kompeten melalui sistem seleksi yang ketat dan dapat dipertanggungjawabkan seperti UKW ini,” paparnya.

Hal ini diamini oleh Sasongko Tedjo selaku penguji senior dari PWI Pusat. Menurut penguji kelas utama ini, media seperti Jawa Pos patut dibanggakan. Sebab, manajemen yang peduli dengan kompetensi wartawannya pasti akan menegakkan cara-cara profesional dalam pengelolaan media.

”Sinergi media diperlukan karena konten sekarang juga mahal. Di sini konvergensi media dibutuhkan. Dan, Jawa Pos bisa dibanggakan karena dinamikanya masuk yang terbaik, editorial system dan SDM juga terjaga,” jelas mantan Pemred Suara Merdeka dan juga sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat ini.

Baca Juga :  Pererat Keakraban, Senam Zumba Jadi Pilihan Kru Radar Madura

UKW Jawa Pos bekerja sama dengan PWI Jatim, Dewan Pers dan SIG ini diikuti oleh 51 peserta. Mereka dibagi dalam dua kelas utama, satu kelas madya, dan enam kelas muda dengan tim penguji dari PWI Jatim.

Peserta berasal dari grup Jawa Pos, mulai cetak, online, dan televisi. Selain Jawa Pos, peserta juga datang dari berbagai radar dan anak perusahaan. Antara lain dari Radar Surabaya, Radar Tuban, Radar Madura, Radar Mojokerto, Radar Jombang, Radar Malang, Radar Kediri, Radar Madiun, Radar Jember, Radar Bromo, Radar Tulungagung, Radar Solo, Radar Kudus, dan JTV.

Moh. Rusydi Zain ZA mengucapkan terima kasih kepada para penguji. Selama ujian banyak mendapatkan pengalaman berharga berkenaan dengan kompetensi wartawan. ”Wartawan harus mempertanggungjawabkan kompetensinya dalam melaksanakan tugas jurnalistik,” katanya. (jay/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/