alexametrics
21.5 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Survei Semburan Api, Kabag SDA Sumenep Akui Ada Kandungan Metana

SUMENEP – Viralnya kabar semburan api di Desa Batang Batang Laok, direspon Pemkab Sumenep. Buktinya, pemkab melalui Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sumenep, Jumat (15/2) pagi turun ke lokasi. Hasil pemeriksaan sementara, semburan api diduga mengandung metan atau metana.

Abd Kahir, Kabag SDA Pemkab Sumenep mengaku sudah melakukan survei ke lokasi. Diakui, semburan api di sumur bor memang mengandung gas metan. Cuma, kandungannya kecil. “Kami di lokasi mulai pukul 07.30 sampai pukul 11.00,” ujarnya.

Menurut Abd Kahir, sumur bor dengan kandungan gas serupa pernah ditemukan di Kecamatan Manding dan Kecamatan Rubaru. “Saat survei lokasi, kami didampingi Camat Batang Batang. Total ada tujuh orang yang ke lokasi,” imbuhnya.

Dijelaskan, pihaknya dan Camat Batang Batang sudah meminta pemilik lahan memasang pipa paralon yang terhubung langsung ke lubang sumur bor. “Sehingga, semburan gas tidak langsung dihirup masyarakat sekitar,” ingat Abd Kahir.

Baca Juga :  Rubaru Wujudkan Pemerintahan Bebas Pungli

Abd Kahir mengaku akan kembali mendatangi lahan milik H Ilyas pada Rabu (20/2) mendatang. “Kami akan mengambil sampel tanah dan selanjutnya dibawa ke Surabaya. Harapannya, jenis gas yang keluar dari sumur bor bisa diketahui,” harapnya.

“Kami akan terus melakukan pemantauan. Selasa (19/2) nanti, kami akan kembali untuk mengetahui perkembangan semburan gas. Jika mulai mengecil, bisa ditutup dengan batu dan bagian atasnya dicor,” tandasnya.

Semburan gas dari sumur bor di Desa Batang Batang Laok bukan yang pertama kali. Tapi, sudah yang kelima. Penemuan sumur bor yang mengandung gas awalnya ditemukan di Kecamatan Pragaan, Pasongsongan, Manding, Rubaru, dan Batang Batang.

Baca Juga :  Sumur Gas Jadi Tontonan Warga

Perlu diketahui, suasana Desa Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-Batang pada Rabu (13/2) sekitar pukul 21.00 geger. Sebab, sumur bor di lahan H Ilyas tidak keluar air tapi api. Fenomena itu, menyedot perhatian penduduk setempat.

Ceritanya, Nawawi berniat melakukan pengeboran di lahan milik ayahnya, Selasa (11/2). Pengeboran tersebut berlangsung sampai Rabu (13/2). Meski kedalaman sumur mencapai 62 meter, tidak keluar air. Nawawi lalu menutup sumur bor dengan karung.

Rabu sekitar pukul 21.00, Nawawi melihat ada sesuatu yang terbakar di tempat pengeboran. Karena penasaran, Nawawi memeriksa lokasi pengeboran. Ternyata, karung penutup sumur bor terbakar api. Saat dicek, api keluar dari sumur bor. (Ubay Shabaro)

SUMENEP – Viralnya kabar semburan api di Desa Batang Batang Laok, direspon Pemkab Sumenep. Buktinya, pemkab melalui Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sumenep, Jumat (15/2) pagi turun ke lokasi. Hasil pemeriksaan sementara, semburan api diduga mengandung metan atau metana.

Abd Kahir, Kabag SDA Pemkab Sumenep mengaku sudah melakukan survei ke lokasi. Diakui, semburan api di sumur bor memang mengandung gas metan. Cuma, kandungannya kecil. “Kami di lokasi mulai pukul 07.30 sampai pukul 11.00,” ujarnya.

Menurut Abd Kahir, sumur bor dengan kandungan gas serupa pernah ditemukan di Kecamatan Manding dan Kecamatan Rubaru. “Saat survei lokasi, kami didampingi Camat Batang Batang. Total ada tujuh orang yang ke lokasi,” imbuhnya.


Dijelaskan, pihaknya dan Camat Batang Batang sudah meminta pemilik lahan memasang pipa paralon yang terhubung langsung ke lubang sumur bor. “Sehingga, semburan gas tidak langsung dihirup masyarakat sekitar,” ingat Abd Kahir.

Baca Juga :  Disparbudpora Sumenep: Sumur Gas Jandir Tak Bisa Jadi Objek Wisata

Abd Kahir mengaku akan kembali mendatangi lahan milik H Ilyas pada Rabu (20/2) mendatang. “Kami akan mengambil sampel tanah dan selanjutnya dibawa ke Surabaya. Harapannya, jenis gas yang keluar dari sumur bor bisa diketahui,” harapnya.

“Kami akan terus melakukan pemantauan. Selasa (19/2) nanti, kami akan kembali untuk mengetahui perkembangan semburan gas. Jika mulai mengecil, bisa ditutup dengan batu dan bagian atasnya dicor,” tandasnya.

Semburan gas dari sumur bor di Desa Batang Batang Laok bukan yang pertama kali. Tapi, sudah yang kelima. Penemuan sumur bor yang mengandung gas awalnya ditemukan di Kecamatan Pragaan, Pasongsongan, Manding, Rubaru, dan Batang Batang.

Baca Juga :  Suninto Optimalkan Pembangunan Infrastruktur

Perlu diketahui, suasana Desa Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-Batang pada Rabu (13/2) sekitar pukul 21.00 geger. Sebab, sumur bor di lahan H Ilyas tidak keluar air tapi api. Fenomena itu, menyedot perhatian penduduk setempat.

Ceritanya, Nawawi berniat melakukan pengeboran di lahan milik ayahnya, Selasa (11/2). Pengeboran tersebut berlangsung sampai Rabu (13/2). Meski kedalaman sumur mencapai 62 meter, tidak keluar air. Nawawi lalu menutup sumur bor dengan karung.

Rabu sekitar pukul 21.00, Nawawi melihat ada sesuatu yang terbakar di tempat pengeboran. Karena penasaran, Nawawi memeriksa lokasi pengeboran. Ternyata, karung penutup sumur bor terbakar api. Saat dicek, api keluar dari sumur bor. (Ubay Shabaro)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/