alexametrics
26.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Bangun PLTS, PLN Terangi Delapan Pulau di Sumenep

SURABAYA – Kondisi geografis Kabupaten Sumenep yang terdiri atas 126 pulau butuh penanganan khusus. Termasuk dalam program penerangan kelistrikan. Apalagi hingga saat ini pasokan listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum merata.

Tahun ini, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di delapan pulau di empat kecamatan. Yaitu Pulau Pagerungan Kecil, Pulau Paliat, Pulau Sabunten, dan Pulau Sakala, Kecamatan Sapeken.

Kemudian di Pulau Saubi, Kecamatan Arjasa. Selain itu, Pulau Tonduk dan Pulau Goa-Goa, Kecamatan Raas. Lalu, Pulau Masakambing, Kecamatan Masalembu.

Manajer PT PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Jawa Timur Imam Asrori mengatakan, pembangunan PLTS di delapan pulau itu telah rampung. Sebelum dibangun PLTS, di delapan pulau itu sudah ada listrik dengan tenaga diesel warga. Dengan sistem swakelola masyarakat.

Baca Juga :  Banyak Laporan Agen Nakal

Masyarakat harus bayar lebih tinggi. Sementara pasokan listriknya tidak terlalu besar. Dengan begitu, masyarakat berharap PLN bisa hadir di kawasan itu.

Karena itu, PLN hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun, bukan diesel lagi, melainkan menggunakan energi terbarukan. Dengan memanfaatkan cahaya matahari.

”Madura cukup bagus potensi mataharinya untuk pembangkit listrik. Sehingga kami pakai PLTS komunal. PLTS dipusatkan di suatu tempat di masing-masing pulau. Baru didistribusikan kepada calon pelanggan,” terangnya saat ditemui di kantornya Jalan Embong Trengguli, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya.

Tarif pemasangan baru maupun tarif penggunaan listrik sama dengan yang telah ditetapkan pemerintah. Pasokan listrik PLTS di satu pulau bisa dinikmati semua masyarakat atau tidak, PLN masih akan melihat perkembangan. Kalau kurang, bakal diproyeksikan kembali tahun berikutnya. ”Intinya lihat perkembangan di lapangan,” paparnya.

Baca Juga :  15 dari 18 Kecamatan di Bangkalan Zona Merah

Pembangunan PLTS di delapan pulau sudah rampung. Tinggal pemasangan jaringan kepada pelanggan. Tinggal menunggu masyarakat pasang listrik baru. ”Kami cuma menyiapkan. Kalau launching Ibu Gubernur,” jelasnya.

Tahun depan PLN juga menyiapkan program yang sama di pulau lain. Belum diketahui berapa unit akan dibangun. ”Kepulauan harus ada pembangkit. Makanya tiap tahun kami programkan  PLTS di pulau-pulau Sumenep,” tutupnya. 

SURABAYA – Kondisi geografis Kabupaten Sumenep yang terdiri atas 126 pulau butuh penanganan khusus. Termasuk dalam program penerangan kelistrikan. Apalagi hingga saat ini pasokan listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum merata.

Tahun ini, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di delapan pulau di empat kecamatan. Yaitu Pulau Pagerungan Kecil, Pulau Paliat, Pulau Sabunten, dan Pulau Sakala, Kecamatan Sapeken.

Kemudian di Pulau Saubi, Kecamatan Arjasa. Selain itu, Pulau Tonduk dan Pulau Goa-Goa, Kecamatan Raas. Lalu, Pulau Masakambing, Kecamatan Masalembu.


Manajer PT PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Jawa Timur Imam Asrori mengatakan, pembangunan PLTS di delapan pulau itu telah rampung. Sebelum dibangun PLTS, di delapan pulau itu sudah ada listrik dengan tenaga diesel warga. Dengan sistem swakelola masyarakat.

Baca Juga :  Batu Bara Bikin Harga Listrik Indonesia Murah

Masyarakat harus bayar lebih tinggi. Sementara pasokan listriknya tidak terlalu besar. Dengan begitu, masyarakat berharap PLN bisa hadir di kawasan itu.

Karena itu, PLN hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun, bukan diesel lagi, melainkan menggunakan energi terbarukan. Dengan memanfaatkan cahaya matahari.

”Madura cukup bagus potensi mataharinya untuk pembangkit listrik. Sehingga kami pakai PLTS komunal. PLTS dipusatkan di suatu tempat di masing-masing pulau. Baru didistribusikan kepada calon pelanggan,” terangnya saat ditemui di kantornya Jalan Embong Trengguli, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya.

Tarif pemasangan baru maupun tarif penggunaan listrik sama dengan yang telah ditetapkan pemerintah. Pasokan listrik PLTS di satu pulau bisa dinikmati semua masyarakat atau tidak, PLN masih akan melihat perkembangan. Kalau kurang, bakal diproyeksikan kembali tahun berikutnya. ”Intinya lihat perkembangan di lapangan,” paparnya.

Baca Juga :  Hari Ini Ulang Tahun Pendiri

Pembangunan PLTS di delapan pulau sudah rampung. Tinggal pemasangan jaringan kepada pelanggan. Tinggal menunggu masyarakat pasang listrik baru. ”Kami cuma menyiapkan. Kalau launching Ibu Gubernur,” jelasnya.

Tahun depan PLN juga menyiapkan program yang sama di pulau lain. Belum diketahui berapa unit akan dibangun. ”Kepulauan harus ada pembangkit. Makanya tiap tahun kami programkan  PLTS di pulau-pulau Sumenep,” tutupnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/