alexametrics
20.9 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Temukan Kombinasi Obat Efektif Lawan Covid-19

SURABAYA – Angin segar mulai berembus di tengah pandemi Covid-19. Peneliti Universitas Airlangga (Unair) Surabaya temukan lima kombinasi obat efektif lawan virus korona.

Setelah berusaha keras melakukan riset dan penelitian, tim peneliti Unair menemukan perkembangan percepatan pencegahan Covid-19. Mereka telah menemukan lima kombinasi regimen obat.

Lima kombinasi regimen obat berasal dari obat-obat yang sudah beredar di pasaran dan berpotensi menjadi obat bagi pasien Covid-19. Hal tersebut juga berkat dukungan Badan Intelijen Negara (BIN) dan sejumlah pihak.

Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Unair Purwati menyampaikan, kerja kerasnya selama ini telah berbuah manis. Sebab, telah menemukan lima kombinasi regimen obat bagi pasien Covid-19.

Yakni, lopinavir/ritonavir dengan azithromicyne, lopinavir/ritonavir dengan doxycycline, dan Lopinavir/Ritonavir dengan chlaritromycine. Kemudian, hydroxychloroquine dengan azithromicyne dan hydroxychloroquine dengan doxycycline.

Baca Juga :  Aliyadi Mustofa Bersahabat (AMB) Santuni 500 Anak Yatim

Purwati mengungkapkan, temuannya berkat kolaborasi antara Unair, BNPB, dan BIN.  Regimen kombinasi obat korona tidak untuk diperjualbelikan secara bebas. Obat tersebut memiliki potensi efektivitas cukup bagus terhadap daya bunuh virus.

Dosis masing-masing obatnya 1/5 dan 1/3, lebih kecil dibandingkan dosis tunggalnya. Dengan begitu, mengurangi efek toksik apabila diberikan sebagai obat tunggal. ”Kini sudah ada ratusan obat yang diproduksi dan akan disebarkan kepada rumah sakit yang membutuhkan,” terangnya.

Menurut dia, selain menemukan regimen kombinasi obat. Peneliti Unair menemukan potensi dalam penelitian stem cell. Pihaknya juga menemukan dua formula hematopotic stem cells (HSCs) dan natural killer (NK) cells.

”Dari hasil uji tantang HSCs, ditemukan bahwa setelah 24 jam, virus SARS CoV-2 isolat Indonesia sudah dapat dieliminasi oleh stem cells tersebut. Sementara hasil uji tantang NK cells terhadap virus setelah 72 jam, didapatkan sebagian virus dapat diinaktivasi oleh NK cells,” jelasnya.

Baca Juga :  Bangun PLTS, PLN Terangi Delapan Pulau di Sumenep

Purwati menambahkan, keduanya memiliki potensi dan efektivitas, baik sebagai pencegahan dan pengobatan Covid-19. Kedua pengobatan alternatif itu bisa menjadi rekomendasi para dokter, industri obat, dan masyarakat dalam menangani Covid-19 secara cepat.

Rektor Unair Mohammad Nasih mengatakan, akan terus mendukung segala usaha percepatan penanganan Covid-19. Hal tersebut merupakan bentuk ikhtiar untuk pengabdian pada bangsa dan negara. ”Kami akan mendukung penuh penelitian Unair terkait percepatan Covid-19,” tegasnya.

”Semoga ini menjadi langkah baik bagi riset Indonesia dengan membuktikan penelitiannya dalam waktu singkat. Artinya, Indonesia mampu jika kita semua bersatu dan melakukan ini bersama-sama,” harapnya. 

SURABAYA – Angin segar mulai berembus di tengah pandemi Covid-19. Peneliti Universitas Airlangga (Unair) Surabaya temukan lima kombinasi obat efektif lawan virus korona.

Setelah berusaha keras melakukan riset dan penelitian, tim peneliti Unair menemukan perkembangan percepatan pencegahan Covid-19. Mereka telah menemukan lima kombinasi regimen obat.

Lima kombinasi regimen obat berasal dari obat-obat yang sudah beredar di pasaran dan berpotensi menjadi obat bagi pasien Covid-19. Hal tersebut juga berkat dukungan Badan Intelijen Negara (BIN) dan sejumlah pihak.


Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Unair Purwati menyampaikan, kerja kerasnya selama ini telah berbuah manis. Sebab, telah menemukan lima kombinasi regimen obat bagi pasien Covid-19.

Yakni, lopinavir/ritonavir dengan azithromicyne, lopinavir/ritonavir dengan doxycycline, dan Lopinavir/Ritonavir dengan chlaritromycine. Kemudian, hydroxychloroquine dengan azithromicyne dan hydroxychloroquine dengan doxycycline.

Baca Juga :  Bangun PLTS, PLN Terangi Delapan Pulau di Sumenep

Purwati mengungkapkan, temuannya berkat kolaborasi antara Unair, BNPB, dan BIN.  Regimen kombinasi obat korona tidak untuk diperjualbelikan secara bebas. Obat tersebut memiliki potensi efektivitas cukup bagus terhadap daya bunuh virus.

Dosis masing-masing obatnya 1/5 dan 1/3, lebih kecil dibandingkan dosis tunggalnya. Dengan begitu, mengurangi efek toksik apabila diberikan sebagai obat tunggal. ”Kini sudah ada ratusan obat yang diproduksi dan akan disebarkan kepada rumah sakit yang membutuhkan,” terangnya.

Menurut dia, selain menemukan regimen kombinasi obat. Peneliti Unair menemukan potensi dalam penelitian stem cell. Pihaknya juga menemukan dua formula hematopotic stem cells (HSCs) dan natural killer (NK) cells.

”Dari hasil uji tantang HSCs, ditemukan bahwa setelah 24 jam, virus SARS CoV-2 isolat Indonesia sudah dapat dieliminasi oleh stem cells tersebut. Sementara hasil uji tantang NK cells terhadap virus setelah 72 jam, didapatkan sebagian virus dapat diinaktivasi oleh NK cells,” jelasnya.

Baca Juga :  Anjangsana Direktur JPRM kepada Pengusaha di Madura (1)

Purwati menambahkan, keduanya memiliki potensi dan efektivitas, baik sebagai pencegahan dan pengobatan Covid-19. Kedua pengobatan alternatif itu bisa menjadi rekomendasi para dokter, industri obat, dan masyarakat dalam menangani Covid-19 secara cepat.

Rektor Unair Mohammad Nasih mengatakan, akan terus mendukung segala usaha percepatan penanganan Covid-19. Hal tersebut merupakan bentuk ikhtiar untuk pengabdian pada bangsa dan negara. ”Kami akan mendukung penuh penelitian Unair terkait percepatan Covid-19,” tegasnya.

”Semoga ini menjadi langkah baik bagi riset Indonesia dengan membuktikan penelitiannya dalam waktu singkat. Artinya, Indonesia mampu jika kita semua bersatu dan melakukan ini bersama-sama,” harapnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/