alexametrics
21.2 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Menko Airlangga: Program Kartu Prakerja akan Diteruskan Tahun Depan

YOGYAKARTA – Pada masa pandemi Covid-19, program Kartu Prakerja telah mendapat perhatian besar dari masyarakat. Antusiasme masyarakat terlihat dari 75 juta orang yang mendaftar sejak program tersebut diluncurkan pada 2020 lalu. Melalui Program Kartu Prakerja, pemerintah telah menyalurkan insentif sebesar Rp 13,36 triliun pada 2020. Khusus Januari sampai Oktober 2021, dana yang disalurkan sudah mencapai Rp 9,42 triliun.

Program Kartu Prakerja inklusif menjangkau peserta di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Jumlah penerima setiap provinsi mayoritas mengalami peningkatan. Dalam lawatannya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu langsung dengan para penerima program Kartu Prakerja. Tujuannya, menyimak curahan hati para alumni program Kartu Prakerja serta manfaat usai mendapatkan pelatihan dan insentif.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat lalu (8/10), Airlangga Hartarto juga berbincang dengan para alumni program Kartu Prakerja di kawasan kuliner Karangmloko. Pertemuan dengan konsep back to nature di area terbuka tersebut berlangsung hangat dan santai. Airlangga Hartarto juga memberi contoh dan mengajak seluruh peserta selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Sekadar informasi, Provinsi DIY merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penerima program Kartu Prakerja yang meningkat sejak 2020 ke 2021. Secara nasional, Provinsi DIY berada di posisi ke-16. Dari gelombang 1 hingga 21, total penerima program Kartu Prakerja di Provinsi DIY sebanyak 258.176 orang. Jumlah penerima program Kartu Prakerja di Provinsi DIY pada 2020 terdapat 98.619 orang dan pada 2021 sebanyak 149.557 orang.

Baca Juga :  Ustaz Abdul Somad Akan Isi Tausiah Nasional HUT JMSI dan HPN 2021

“Saya sangat mengapresiasi para alumni program Kartu Prakerja yang ulet dan tetap bersemangat mengembangkan kemampuannya di masa pandemic. Para alumni mampu memanfaatkan program yang diinisiasi pemerintah dan melihatnya sebagai peluang,” ujar Airlangga Hartarto.

Jika merujuk data, ada lima kabupaten di Provinsi DIY yang memiliki jumlah penerima program Kartu Prakerja. Rinciannya Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo. Sebanyak 55 persen penerima merupakan lulusan SMA/SMK dan jika ditinjau dari segi usia, sebanyak 30 persen penerima usia program Kartu Prakerja berkisar 26 hingga 35 tahun.

Keberhasilan program Kartu Prakerja sangat bergantung cara penerima memanfaatkan pelatihan. Karena itu, Airlangga Hartarto mengajak seluruh penerima program Kartu Prakerja menggunakan kesempatan untuk skilling, upskilling, dan reskilling. Kebetulan, para alumni yang hadir berasal dari berbagai bidang. Misalnya pemandu wisata, staf tata usaha di sebuah sekolah, pengajar lepas secara online, pekerja lepas pada sektor industri kreatif, karyawan perusahaan fintech, kuliner dan pemasaran digital.

Para alumni di Provinsi DIY membuktikan bahwa sertifikat dan manfaat yang didapat dari program Kartu Prakerja tidak hanya bisa digunakan untuk berwirausaha. Tetapi juga bisa untuk mendukung karir mereka yang bekerja sebagai staf atau karyawan. Bersamaan dengan HUT Kota Yogyakarta ke-265 pada 7 Oktober 2021, Airlangga Hartarto berharap tema peringatan HUT Yogyakarta yaitu Tanggap, Tanggon dan Tuwuh dapat menjadi prinsip yang diterapkan masyarakat Kota Yogyakarta dalam menghadapi masa pandemi.

Baca Juga :  Santriwati Ingin Airlangga Jadi Presiden untuk Satukan Rakyat Indonesia

Peringatan HUT Yogyakarta diharpakan dapat menjadi momentum bagi masyarakat Kota Yogyakarta untuk terus beradaptasi, kokoh dan terus berkembang menghadapi masa pandemic. Termasuk bisa kembali menguatkan ekonomi daerah. Khususnya melalui sektor pariwisata agar segera pulih seiring dengan pandemi yang mulai terkendali.

“Dalam program Kartu Prakerja juga ada beberapa pelatihan yang bisa mendukung sektor wisata. Misalnya Bahasa Inggris yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa para pemandu wisata. Pemerintah juga akan kembali membuka pelabuhan internasional di Bali dan Kepulauan Riau. Ada juga beberapa event besar internasional setelah PON yang akan diselenggarakan di Indonesia,” ulas Airlangga Hartarto.

Selain anggota DPR RI, acara tersebut juga dihadiri Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, serta Vice President Hubungan Kelembagaan BNI. Dalam acara tersebut juga dilakukan penyaluran KUR dari Bank BNI kepada debitur yang merupakan alumni Program Kartu Prakerja. “Program Kartu Prakerja ini akan diteruskan tahun depan,” tegas Airlangga Hartarto. (ltg/fsr/par)

YOGYAKARTA – Pada masa pandemi Covid-19, program Kartu Prakerja telah mendapat perhatian besar dari masyarakat. Antusiasme masyarakat terlihat dari 75 juta orang yang mendaftar sejak program tersebut diluncurkan pada 2020 lalu. Melalui Program Kartu Prakerja, pemerintah telah menyalurkan insentif sebesar Rp 13,36 triliun pada 2020. Khusus Januari sampai Oktober 2021, dana yang disalurkan sudah mencapai Rp 9,42 triliun.

Program Kartu Prakerja inklusif menjangkau peserta di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Jumlah penerima setiap provinsi mayoritas mengalami peningkatan. Dalam lawatannya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu langsung dengan para penerima program Kartu Prakerja. Tujuannya, menyimak curahan hati para alumni program Kartu Prakerja serta manfaat usai mendapatkan pelatihan dan insentif.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat lalu (8/10), Airlangga Hartarto juga berbincang dengan para alumni program Kartu Prakerja di kawasan kuliner Karangmloko. Pertemuan dengan konsep back to nature di area terbuka tersebut berlangsung hangat dan santai. Airlangga Hartarto juga memberi contoh dan mengajak seluruh peserta selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).


Sekadar informasi, Provinsi DIY merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penerima program Kartu Prakerja yang meningkat sejak 2020 ke 2021. Secara nasional, Provinsi DIY berada di posisi ke-16. Dari gelombang 1 hingga 21, total penerima program Kartu Prakerja di Provinsi DIY sebanyak 258.176 orang. Jumlah penerima program Kartu Prakerja di Provinsi DIY pada 2020 terdapat 98.619 orang dan pada 2021 sebanyak 149.557 orang.

Baca Juga :  Karena Bantu Pemerintah Sukseskan Mudik dan Jaga Stabilitas Harga Pangan

“Saya sangat mengapresiasi para alumni program Kartu Prakerja yang ulet dan tetap bersemangat mengembangkan kemampuannya di masa pandemic. Para alumni mampu memanfaatkan program yang diinisiasi pemerintah dan melihatnya sebagai peluang,” ujar Airlangga Hartarto.

Jika merujuk data, ada lima kabupaten di Provinsi DIY yang memiliki jumlah penerima program Kartu Prakerja. Rinciannya Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo. Sebanyak 55 persen penerima merupakan lulusan SMA/SMK dan jika ditinjau dari segi usia, sebanyak 30 persen penerima usia program Kartu Prakerja berkisar 26 hingga 35 tahun.

Keberhasilan program Kartu Prakerja sangat bergantung cara penerima memanfaatkan pelatihan. Karena itu, Airlangga Hartarto mengajak seluruh penerima program Kartu Prakerja menggunakan kesempatan untuk skilling, upskilling, dan reskilling. Kebetulan, para alumni yang hadir berasal dari berbagai bidang. Misalnya pemandu wisata, staf tata usaha di sebuah sekolah, pengajar lepas secara online, pekerja lepas pada sektor industri kreatif, karyawan perusahaan fintech, kuliner dan pemasaran digital.

Para alumni di Provinsi DIY membuktikan bahwa sertifikat dan manfaat yang didapat dari program Kartu Prakerja tidak hanya bisa digunakan untuk berwirausaha. Tetapi juga bisa untuk mendukung karir mereka yang bekerja sebagai staf atau karyawan. Bersamaan dengan HUT Kota Yogyakarta ke-265 pada 7 Oktober 2021, Airlangga Hartarto berharap tema peringatan HUT Yogyakarta yaitu Tanggap, Tanggon dan Tuwuh dapat menjadi prinsip yang diterapkan masyarakat Kota Yogyakarta dalam menghadapi masa pandemi.

Baca Juga :  Ustaz Abdul Somad Akan Isi Tausiah Nasional HUT JMSI dan HPN 2021

Peringatan HUT Yogyakarta diharpakan dapat menjadi momentum bagi masyarakat Kota Yogyakarta untuk terus beradaptasi, kokoh dan terus berkembang menghadapi masa pandemic. Termasuk bisa kembali menguatkan ekonomi daerah. Khususnya melalui sektor pariwisata agar segera pulih seiring dengan pandemi yang mulai terkendali.

“Dalam program Kartu Prakerja juga ada beberapa pelatihan yang bisa mendukung sektor wisata. Misalnya Bahasa Inggris yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa para pemandu wisata. Pemerintah juga akan kembali membuka pelabuhan internasional di Bali dan Kepulauan Riau. Ada juga beberapa event besar internasional setelah PON yang akan diselenggarakan di Indonesia,” ulas Airlangga Hartarto.

Selain anggota DPR RI, acara tersebut juga dihadiri Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, serta Vice President Hubungan Kelembagaan BNI. Dalam acara tersebut juga dilakukan penyaluran KUR dari Bank BNI kepada debitur yang merupakan alumni Program Kartu Prakerja. “Program Kartu Prakerja ini akan diteruskan tahun depan,” tegas Airlangga Hartarto. (ltg/fsr/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/