alexametrics
23.2 C
Madura
Thursday, January 20, 2022

Wamendag Jerry Sambuaga Sebut Revitalisasi Pasar Pacu PEN

SUMATERA BARAT – Di masa pandemi, pemerintah melalui kementerian perdagangan (Kemendag) terus mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan membangun dan melakukan revitalisasi pasar rakyat. Pembangunan tidak hanya fisik tetapi juga nonfisik. Salah satunya dengan mengelola pasar dan mengintegrasikan dengan sektor lain.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga di sela-sela acara penganugerahan sertifikat Standar Nasional Indonesia Pasar Rakyat (SNI Pasar Rakyat) kepada tujuh pasar rakyat pada Rabu (8/12). “Salah satu strategi kemendag mendukung PEN dengan menguatkan pasar dalam negeri melalui revitalisasi pasar rakyat,” katanya.

Ketujuh pasar rakyat yang mendapat sertifikat SNI Pasar Rakyat adalah Pasar Pusat Padang Panjang, Pasar Gentan Sleman, Pasar Cisalak Depok, Pasar Gunung Batu Bogor, Pasar Bauntung Banjarbaru, Pasar Gantung Belitung Timur, dan Pasar Paddys Market Kendari. Penganugerahan dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Walikota Padang Panjang dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat.

Menurut Jerry Sambuaga, revitalisasi fisik dan manajemen pasar rakyat berpedoman pada SNI Pasar rakyat yaitu SNI 8152:2021. SNI Pasar Rakyat kini merupakan hasil pembaruan dari edisi tahun 2015 dengan penambahan persyaratan yang mengakomodasi situasi dan perkembangan zaman. Persyaratan tersebut terkait digitalisasi dan aktivasi pasar, pengelolaan berkelanjutan, penerapan prokes, dan perubahan lainnya.

Baca Juga :  Airlangga: Posko Jaga Desa Terbukti Tingkatkan Kepatuhan Masyarakat

“Pada 2015–2020, pemerintah telah membangun dan merevitalisasi 5.491 pasar rakyat dari total 16.175 pasar rakyat di seluruh Indonesia. Sampai akhir 2021, terdapat 53 pasar rakyat yang telah memperoleh sertifikasi SNI Pasar Rakyat. Sebanyak 27 pasar di antaranya mendapatkan pendampingan dari kemendag,” kata Jerry Sambuaga.

Pengembangan pasar rakyat diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan. Peraturan tersebut menyatakan bahwa pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah membangun, memberdayakan, dan meningkatkan kualitas pengelolaan pasar rakyat.

Jerry Sambuaga berharap, dengan diterapkannya SNI Pasar Rakyat, hal itu dapat membuat manajemen pengelolaan pasar rakyat lebih profesional. Sehingga memberi kenyamanan bagi pengunjung pasar. Hasil revitalisasi pasar dapat meningkatkan daya saing pasar rakyat dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Veri Anggrijono menyatakan, ketujuh pasar rakyat yang memperoleh sertifikat SNI Pasar Rakyat merupakan hasil pendampingan institusinya dengan Badan Standardisasi Nasional.

Menurut dia, kegiatan pendampingan penerapan SNI Pasar rakyat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola pasar terkait manajerial pengelolaan pasar, pengelolaan lingkungan, penerapan prokes, dan digitalisasi pasar berdasarkan SNI pasar rakyat. Upaya ini bertujuan agar pasar yang didampingi dapat menjadi pasar yang bersih, nyaman, aman, sehat, dan memiliki daya saing.

Baca Juga :  Berkurang 2.457 Jiwa, Data Pemilih Pemilu 2019

“Pemberian sertifikat SNI Pasar Rakyat merupakan bukti bahwa pasar telah menerapkan SNI Pasar Rakyat secara konsisten. Komitmen dari pemerintah daerah, pengelola pasar, dan pedagang sangat diperlukan untuk menjaga konsistensi mutu pasar secara berkelanjutan. Pasar yang telah ber-SNI dapat menjadi contoh bagi pasar lainnya untuk menerapkan SNI Pasar Rakyat,” pungkasnya.

Kunjungan UKM

Mengakhiri kunjungan ke Padang Panjang, Jerry Sambuaga juga meninjau pameran Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Padang Panjang. Pameran tersebut diadakan di rumah dinas Walikota Padang Panjang. Turut mendampingi Veri Anggrijono dan Walikota Padang Panjang Fadly Amran.

Pameran tersebut menghadirkan 10 pelaku UKM khas Kota Padang Panjang yang bergerak di bidang busana dan makanan–minuman. Produk-produk yang dipamerkan antara lain batik, bordiran, songket, kerajinan kulit, kopi bubuk, jahe bubuk, keripik sanjai, kerang keju, kue, serta produk olahan susu. Untuk mendukung transaksi nontunai, pameran tersebut menggunakan aplikasi QRIS. (*/par)

SUMATERA BARAT – Di masa pandemi, pemerintah melalui kementerian perdagangan (Kemendag) terus mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan membangun dan melakukan revitalisasi pasar rakyat. Pembangunan tidak hanya fisik tetapi juga nonfisik. Salah satunya dengan mengelola pasar dan mengintegrasikan dengan sektor lain.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga di sela-sela acara penganugerahan sertifikat Standar Nasional Indonesia Pasar Rakyat (SNI Pasar Rakyat) kepada tujuh pasar rakyat pada Rabu (8/12). “Salah satu strategi kemendag mendukung PEN dengan menguatkan pasar dalam negeri melalui revitalisasi pasar rakyat,” katanya.

Ketujuh pasar rakyat yang mendapat sertifikat SNI Pasar Rakyat adalah Pasar Pusat Padang Panjang, Pasar Gentan Sleman, Pasar Cisalak Depok, Pasar Gunung Batu Bogor, Pasar Bauntung Banjarbaru, Pasar Gantung Belitung Timur, dan Pasar Paddys Market Kendari. Penganugerahan dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Walikota Padang Panjang dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat.

Menurut Jerry Sambuaga, revitalisasi fisik dan manajemen pasar rakyat berpedoman pada SNI Pasar rakyat yaitu SNI 8152:2021. SNI Pasar Rakyat kini merupakan hasil pembaruan dari edisi tahun 2015 dengan penambahan persyaratan yang mengakomodasi situasi dan perkembangan zaman. Persyaratan tersebut terkait digitalisasi dan aktivasi pasar, pengelolaan berkelanjutan, penerapan prokes, dan perubahan lainnya.

Baca Juga :  Pura-pura Mancing Orang Ini Ternyata Bobol Konter HP

“Pada 2015–2020, pemerintah telah membangun dan merevitalisasi 5.491 pasar rakyat dari total 16.175 pasar rakyat di seluruh Indonesia. Sampai akhir 2021, terdapat 53 pasar rakyat yang telah memperoleh sertifikasi SNI Pasar Rakyat. Sebanyak 27 pasar di antaranya mendapatkan pendampingan dari kemendag,” kata Jerry Sambuaga.

Pengembangan pasar rakyat diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan. Peraturan tersebut menyatakan bahwa pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah membangun, memberdayakan, dan meningkatkan kualitas pengelolaan pasar rakyat.

Jerry Sambuaga berharap, dengan diterapkannya SNI Pasar Rakyat, hal itu dapat membuat manajemen pengelolaan pasar rakyat lebih profesional. Sehingga memberi kenyamanan bagi pengunjung pasar. Hasil revitalisasi pasar dapat meningkatkan daya saing pasar rakyat dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Veri Anggrijono menyatakan, ketujuh pasar rakyat yang memperoleh sertifikat SNI Pasar Rakyat merupakan hasil pendampingan institusinya dengan Badan Standardisasi Nasional.

Menurut dia, kegiatan pendampingan penerapan SNI Pasar rakyat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola pasar terkait manajerial pengelolaan pasar, pengelolaan lingkungan, penerapan prokes, dan digitalisasi pasar berdasarkan SNI pasar rakyat. Upaya ini bertujuan agar pasar yang didampingi dapat menjadi pasar yang bersih, nyaman, aman, sehat, dan memiliki daya saing.

Baca Juga :  Nami, Perempuan Satu Kaki yang Hidup Sebatangkara

“Pemberian sertifikat SNI Pasar Rakyat merupakan bukti bahwa pasar telah menerapkan SNI Pasar Rakyat secara konsisten. Komitmen dari pemerintah daerah, pengelola pasar, dan pedagang sangat diperlukan untuk menjaga konsistensi mutu pasar secara berkelanjutan. Pasar yang telah ber-SNI dapat menjadi contoh bagi pasar lainnya untuk menerapkan SNI Pasar Rakyat,” pungkasnya.

Kunjungan UKM

Mengakhiri kunjungan ke Padang Panjang, Jerry Sambuaga juga meninjau pameran Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Padang Panjang. Pameran tersebut diadakan di rumah dinas Walikota Padang Panjang. Turut mendampingi Veri Anggrijono dan Walikota Padang Panjang Fadly Amran.

Pameran tersebut menghadirkan 10 pelaku UKM khas Kota Padang Panjang yang bergerak di bidang busana dan makanan–minuman. Produk-produk yang dipamerkan antara lain batik, bordiran, songket, kerajinan kulit, kopi bubuk, jahe bubuk, keripik sanjai, kerang keju, kue, serta produk olahan susu. Untuk mendukung transaksi nontunai, pameran tersebut menggunakan aplikasi QRIS. (*/par)

Most Read

Artikel Terbaru